My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 97 - Dua Pangeran Tampan


__ADS_3

1 bulan kemuidan.


Segala hal buruk tentang masa lalu telah hilang di ingatan semua orang, kini yang ada hanyalah tinggal kebahagiaan. Dalam kematian Maura, mereka juga mengenangnya sebagai teman lama. Bukan musuh.


Resepsi mewah pernikahan Rayden dan Aresha pun di gelar di hotel bintang 5 Four Season Hotel.


Pada hari itu Rayden mendeklarasikan tentang pernikahannya, tentang identitas asli istrinya.


Darco dan Zhack tidak hadir dalam perayaan itu, namun mereka melihat dari CCTV yang sudah di retas.


Masih bercengkrama dengan para tamu undangan, tiba-tiba Aresha mual ...


Dia menutup mulutnya sendiri yang nyaris muntah. Lalu berlari menjauhi para tamu undangan. Rayden mengikuti, Aleia yang tak sengaja melihat kakak iparnya menjauh pun ikut berlari juga, menyusul melihat keadaannya.


"Kamu kenapa Honey?" tanya Rayden dengan cemas.


"Aresha, ini minum," tawar Aleia pula, dia sudah membawa segelas air putih.


Tapi Aresha menggeleng, melihat air putih itu dia malah semakin mual.


"Honey, ayo kita sudahi pesta ini dan pergi ke rumah sakit!" putus Rayden, dia bahkan langsung menggendong istrinya di depan. Gaun panjang Aresha semakin menjuntai dengan indah.


Aresha yang terkejut pun sedikit menjerit.


"Kak, aku tidak sakit, aku hanya hamil," ucap Aresha, sebelum kecemasan sang suami makin menjadi-jadi.


Dan ucapan Aresha itu sontak saja menghentikan langkah Rayden yang lebar. Juga membuat Aleia terkejut.

__ADS_1


"Apa?" tanya Rayden.


"Aku hamil Kak."


"Jangan bohong."


"Tidak."


"Darimana kamu tahu?"


"Aku sudah memeriksanya sendiri kemarin, ku pikir akan memberi tahu kak Rayden nanti malam setelah pesta usai. Tapi aku keburu mual."


"Astaga, kenapa kamu menunda untuk mengatakan kabar bahagia ini?"


Aresha sedikit menunduk saat suaminya mulai menatap tajam. Dan melihat itu Rayden tidak jadi marah, malah dia yang merasa bersalah.


Masih menggendong istrinya seperti itu, Rayden membawa Aresha untuk naik ke atas panggung.


"Selamat menikmati pesta ini, aku dan istri ku pamit undur diri lebih dulu. Saat ini Aresha tengah hamil, aku akan memastikan dia mendapat waktu yang cukup untuk beristirahat." Terang Rayden.


Sebuah penjelasan dan pamit yang langsung disoraki oleh para tamu undangan. Di hari pesta resepsi pernikahan mereka, Rayden dan Aresha pun mengumumkan tentang kehamilan itu.


Seolah kebahagiaan datang bertubi-tubi untuk keluarga Dude dan Carter.


Dan masih menggendong istrinya, Rayden membawa Aresha keluar dari Ballroom. Dua keluarga besar masih berada disana, menyelesaikan pesta meski pengantinnya sudah pergi lebih dulu. Hanya Sam yang mengikuti langkah mereka berdua, memastikan tuan dan nyonya nya tiba di tempat tujuan dengan selamat.


Dalam gendongan suaminya, Aresha tersenyum. Dia tidak minta turun, tapi malah semakin memeluk leher suaminya dengan erat.

__ADS_1


Rayden pun semakin menggendong istrinya dengan posesif, melewati lorong hotel menuju lift. Rayden akan membawa istrinya pulang.


"Kak," panggil Aresha manja.


"Hem, ada apa Honey? kamu merasa tidak nyaman?"


"Bukan begitu."


"Lalu?"


"Sepertinya mulai sekarang aku harus memanggil kak Rayden dengan sebutan Daddy, kan sebentar lagi jadi ayah," terang Aresha.


Hanya mendengarnya saja, Sam sampai merasa malu sendiri. Hatinya tergelitik, namun tetap memasang wajah datar.


Dan mendengar ucapan istrinya itu, Rayden sampai kehabisan kata-kata. Aresha terlalu manis, dan dia hanya mampu menyesap kuat bibir istrinya. Mereka terus berciuman tak peduli meski pintu lift telah terbuka.


...TAMAT...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Epilog :


"Dad!! Baby Nick dan Nath menangis! tidak usah pergi bekerja!" teriak Aresha dari dalam kamar.


Rayden yang baru saja 3 langkah keluar dari dalam kamar pun kembali berbalik.


"Baiklah Mom." balas Rayden pasrah.

__ADS_1


Keduanya memilki bayi kembar, Dua pangeran tampan.


Nicholas Carter dan Nathan Carter.


__ADS_2