My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 81 - Seperti Hewan Yang Melihat Mangsa


__ADS_3

Aresha dan Rayden saling pandang ketika mendengarkan rencana busuk dari kumpulan manusia laknat itu.


Rencana Ben dan Maura berubah, tidak jadi menyerang saat malam hari. Menunggu malam terlalu lama bagi mereka untuk merayakan sebuah kemenangan. Jadi Ben akan mempercepat waktu, stand by di depan rumah sakit mulai besok pagi, jam berapapun terlihat Aresha, Ben akan langsung menyerangnya.


Sam yang ada disana pun ikut geram juga.


Zhack dan Darco juga langsung menghubungi. Malam itu mereka menyusun rencana untuk balik menyerang Ben.


Di jam 11 malam Aresha dan Rayden berhenti mengawasi dari alat penyadap suara itu. Sementara Zhack dan Darco masih tetap tinggal. Mereka berdua bahkan mulai mengirim pasukan untuk mengepung rumah sakit Medistra. Menyebar pengawas bayangan untuk melihat pergerakan Ben.


1 rahasia pun sudah mereka kantongi, bahwa Ben kini tidak lagi menggunakan wajahnya yang asli, dengan operasi plastik dia menggunakan wajah Toni Abbas.


Zhack, dengan Dark VIP pun bisa melacak keberadaan pria itu. Malam ini Ben/Toni tengah berapa di Luxurious Hotel.


Zhack dan Darco tidak langsung menyerang pria itu. Mereka berdua malah sengaja menunggu Ben keluar sendiri. Karena saat pria itu keluar, Zhack dan Darco akan sekaligus memberikan kado pernikahan untuk Aresha dan Rayden.


Sebuah pembalasan yang setimpal.

__ADS_1


Di atas ranjang, Rayden dan Aresha kini saling memeluk. Tanpa ada pembicaraan apapun, tiba-tiba Rayden meneteskan air matanya.


"Kak, kenapa menangis?" tanya Aresha, buru-buru dia menghapus air mata itu.


"Sekarang aku tau apa yang dirasakan oleh mommy Anna, daripada melihatku dalam bahaya, aku lebih memilih untuk mengurung mu disini," terang Rayden dengan suaranya yang lirih.


"Sekarang aku tidak sendiri kak, ada Darco dan Zhack, puluhan anak buah mereka, Sam, Kris, dan aku bukan lagi anak kecil yang tidak tahu apa-apa," balas Aresha. Menjelaskan secara rinci agar sang suami tak merasa khawatir.


Besok bukanlah akhir dari hidupnya, melainkan akhir dari semua permainan keluarga Thomson.


Rayden tidak menjawab, dia mencium bibir istrinya mesra dan Aresha pun membalas itu. Berkait cukup lama sampai sama-sama merasa kebas.


Masih jam 6 pagi. Zhack sudah memberi kabar jika Ben telah tiba di depan rumah sakit Medistra.


Foto badan lengkap, foto zoom wajah, posisi, telah dilaporkan semuanya pada Rayden dan Aresha. Ternyata pagi itu Ben tidak datang sendiri. Dia datang bersama dengan Tamara. Wanita cantik itu menunggu di dalam sebuah mobil hitam di seberang jalan.


"Lihatlah, dia tidak akan bisa menyentuh ku. Karena Zhack dan Darco akan bergerak lebih cepat dari pada Ben," terang Aresha. Dia memasang baju anti sayatnya. Baju anti sayat level A+, telah lulus uji terhadap sayatan, tusukan senjata tajam dan tahan tembakan peluru kaliber 9 mm.

__ADS_1


Setelah memakai baju itu, di hadapan Rayden, Aresha bahkan menusuk tubuhnya sendiri namun tidak berhasil.


Membuat Rayden sampai mendelik.


"Jangan menakuti aku," geram Rayden, tapi Aresha malah tertawa pelan. Sungguh Aresha tidak ingin sang suami berpikir terlalu buruk tentang hari ini.


"Aku hanya ingin kak Rayden tahu, bahwa aku pasti baik-baik saja."


Sementara Rayden hanya mampu terdiam. Pasalnya dia tidak bisa melakukan apapun, hanya bisa terduduk lemah di atas kursi rodanya.


Selesai memaki baju dinasnya, Aresha pun pamit keluar. Sebuah ciuman dia labuhkan di bibir sang suami.


"Setelah ini, aku akan benar-benar kembali sebagai Aresha, bukan lagi Disha," ucap Aresha, bibirnya tersenyum kecil ketika mengatakan kalimat itu.


Rayden mengelus wajah istrinya dsngan sayang. Kembali mencium bibir Aresha dengan begitu dslam. Tak ada kata-kata. Dan akhirnya mereka berpisah.


Dengan langkah pasti Aresha keluar dari rumah sakit itu.

__ADS_1


Baru selangkah keluar dari lobby rumah sakit, pergerakkannya langsung terpantau oleh Ben di ujung sana, di samping pintu gerbang rumah sakit Medistra. Pria itu tersenyum menyeringai, semakin menggenggam erat pisau tajam yang ada di dalam jaketnya yang lusuh. Ben benar-benar terlihat seperti orang gila.


Aresha, gadis yang malang. Batin Ben, dia tersenyum licik, seperti hewan yang melihat mangsanya.


__ADS_2