My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 72 - Sangat Indah


__ADS_3

Rayden sangat terkejut saat sang istri menciumnya begitu dalam, bahkan Aresha pun menggerakan tubuh semakin menindih dadanya.


Sesaat Rayden memang tak membalas karena keterkejutanya sendiri, Namun kemudian akhirnya dia pun menggerakan lidah dan meliliit lidah sang istri. Cukup lama mereka saling berpaut. Disha bahkan melepaskan kancing bajunya sendiri diantara ciuman itu, lalu melepaskan pula kancing baju milik sang suami.


Rayden tersentak, namun menikmati semuanya. Rasa panas yang semakin menjalar ke sekujur tubuhnya.


Aresha seolah telah siap menyerahkan semuanya, bahkan bersedia mengambil kendali untuk momen indah ini.


"Honey," panggil Rayden dengan nafas terengah, dia melihat Aresha yang bangkit dari atas pangkuannya dan menanggalkan semua baju. Satu per satu dan itu terlihat sangat seksi.


Rayden tergugu. Menelan ludahnya dengan susah payah.


"Aku akan memulainya," ucap Aresha, setelah itu dia pun melepas baju sang suami dengan hati-hati.


Bahkan tak canggung sedikitpun saat melihat milik sang suami yang sudah menantang.


CCTV? sudah lama Aresha retas, hanya menampilkan rekaman yang sama, saat Rayden dan Sam berdua saja di ruangan ini.

__ADS_1


Aresha kembali naik ke atas pangkuan sang suami.


"Katakan, apa yang terjadi di ruangan mommy Anna?" tanya Rayden dengan kedua mata yang mulai terlihat sayu, dia menatap Aresha lekat, sementara kedua tangannya mulai membelai lembut punggung sang istri, menyentuh tubuh polos istrinya.


"Ada dokter Samantha disana, dan beliau mengembalikan ingatan ku, tentang kita, tentang keluarga Dude dan keluarga Carter."


"Sekarang Kamu ingat siapa aku?"


Disha mengangguk, kedua matanya terlihat kembali berkaca-kaca, penuh dengan genangan air mata. Terbayang bagaimana menderitanya Rayden selama ini. Bahkan Darco mengatakan jika Rayden mengalami depresi, belum lagi tekanan dari keluarganya yang meminta dia untuk melupakan semuanya. Penolakan Rayden membuatnya jadi seorang casanova.


Saat Aresha berkedip, jatuh pula air mata itu ...


Cup!


Saat itu juga Rayden mengecup bibir sang istri, satu tangannya pun meremaas gundukan sintal itu. Membuat Aresha mendesaah dan menggeliat bersamaan.


Mereka saling menyentuh, merengkuh apa yang selama ini hanya angan-angan. Diantara sisa-sisa air mata yang masih mengalir, Aresha pun membalas ciuman sang suami dengan begitu dalam. Bahkan mulai menggerakan tubuhnya perlahan untuk menyenangkan sang suami.

__ADS_1


Kaki patah ini karena Rayden menolak untuk dijodohkan dengan Airin.


Aresha terus bergerak, merasakan sensasi yang tak bisa dia ucapkan dengan kata-kata, yang jelas intinya jadi basah.


Tak ingin menikmati ini semua sendiri, Aresha akhirnya sedikit mengangkat tubuh dan melakukan penyatuan untuk pertama kali.


"Kak!" pekik Aresha dengan suaranya yang begitu lirih, rasanya sangat sakit dan Rayden memeluknya erat.


"Maafkan aku Honey? sakit sekali ya? tapi ini sangat nikmat, maafkan aku sayang," ucapnya berulang kali, dia membiarkan Areshanya tetap diam dalam penyatuan itu, sementara Rayden sendiri terus menciumi wajah sang istri penuh cinta.


Cukup lama sampai akhirnya Aresha mulai terbiasa, bahkan merasa berdenyut juga. Dia tidak naik turun, hanya bergerak perlahan.


"Aku mencintai mu," ucap Rayden.


"Aku juga mencintai mu Kak," lirih Aresha.


Sekitar jam 10 pagi saat itu, mereka menciptakan kenangan yang paling indah. Sangat indah, sampai rasanya mampu menebus semua rasa sakit selama ini, sampai terasa cukup untuk membayar semua rindu yang menggebu.

__ADS_1


Penyatuan itu membuat mereka sangat yakin, jika kini tidak akan pernah pisah lagi.


"Ahk!" Desaah Aresha di ujung permainannya.


__ADS_2