My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 58 - Jangan Sembunyi Dariku


__ADS_3

Disha menjelaskan tentang peraturan perlindungan perawat selama kerja, baik saat menjadi perawat biasa ataupun perawat pribadi.


Tentang hukum yang melindungi mereka selama kerja.


Dan mendengar semua penjelasan itu tentu saja membuat Rayden langsung tercengang, kini gantian dia yang tak bisa berkata apa-apa.


"Aku hanya minta kamu peluk, tapi kamu malah membawa-bawa hukum," ucap Rayden, pelukan diantara mereka sudah terlerai. Kini Disha sudah duduk di tepi ranjang, berada cukup dekat dengan Rayden yang masih duduk di tempat yang sama.


Sementara Disha tidak langsung menjawab, hanya menatap sang tuan muda dengan tatapan yang entah. Disha menyadari 1 hal, bahwa tatapan Rayden kini padanya sudah berubah, seolah ada yang ingin disampaikan dari tatapan itu.


Tapi apa?


Karena meski tatapan Rayden sudah berubah, pria ini seolah ingin terlihat biasa saja. Terlihat dari bicaranya yang selalu menggoda dia.


"Tuan."


"Hem, sudah berubah pikiran? sekarang mau memeluk ku."


"Bukan."


"Lalu?"


"Sekarang sudah waktunya makan malam, saya ambil dulu makanannya ya?"


"Tidak, tetaplah disini, biar Sam yang ambil makanan itu."


"Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Tuan seolah ingin mengurung ku di ruangan ini? apa aku melakukan sebuah kesalahan?" tanya Disha akhirnya, takut jika ini adalah hukuman tentang alat penyadap suara itu.

__ADS_1


"Tidak ada kesalahan, tapi mengurung mu disini iya."


"Kenapa?"


"Karena aku Rayden."


"Alasan macam apa itu," balas Disha dengan wajahnya yang mulai kusam.


"Apa kamu tidak mengingat ku Sha?" tanya Rayden akhirnya, meski harus merahasiakan tentang hal ini, namun tetap saja dia ingin Aresha mengingat tentang mereka.


Sementara selama ini Rayden selalu merasa seolah Disha tidak mengenalnya, seolah lupa dengan semua yang terjadi di masa lalu.


"Apa maksud Tuan? kenapa bertanya seperti itu?"


"Jadi kamu benar-benar tidak mengingat ku? bagaimana dengan mommy Jia?"


Dulu Disha memang memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan Mommy dan Daddy. Namun kemudian semuanya berubah setelah hipnoterapi itu, Anna dan Alam jadi mama dan papa.


Disha menggeleng pelan, tentang mommy Jia tidak ingat apapun, hanya tau jika wanita itu adalah ibunya Rayden. Itu pun tahu dari penyelidikan yang diberikan oleh Darco.


"Daddy Alex?"


Disha menggeleng.


"Aleia? Alden?"


Dhisa menggeleng lagi. 2 nama itu adalah adik-adik Rayden, yang dulu pun jadi teman bermain Aresha.

__ADS_1


"Uncle Niel? mommy Karin?"


Disha menggeleng lagi, dan saat itu dada Rayden rasanya sesak sekali.


"Apa kamu lupa ingatan?" tanya Rayden lagi dan kini Disha menjawabnya ragu.


Kepalanya menggeleng seolah tak yakin. Dia tidak lupa ingatan, namun kedua orang tuanya lah yang menghapus ingatan itu.


"Rayden Carter, sungguh tidak ingat nama itu."


"Maaf Tuan, apa kita saling mengenal sebelum anda datang ke rumah sakit ini?"


"Kamu serius menanyakan hal itu pada ku Sha?"


"Tuan, maafkan saya, sebenarnya apa yang sedang kita bicarakan?"


"Aresha, jangan sembunyi dariku, aku mohon," pinta Rayden.


Sebuah permintaan yang tak bisa lagi dia tahan, dadanya terlalu sesak untuk menyimpan itu sendirian.


Disha mendelik, mendengar nama aslinya dipanggil dia hendak bangkit namun urung saat Rayden menahan tangannya dengan kuat.


Disha bahkan makin terkejut saat Rayden mengikis jarak dan melabuhkan sebuah ciuman di atas bibirnya.


Cup!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Vote dan kembang setaman jangan lupa 🏃‍♀️


__ADS_2