My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 59 - Memberi Isyarat


__ADS_3

Ciuman pertama.


Disha kira ciuman pertamanya akan hilang dengan sebuah perlakukan kasar.


Namun tidak, Rayden membuktikan kata-katanya bahwa dia adalah pencium yang handal. Hingga bukan rasa tak nyaman yang dirasakan oleh Disha, melainkan sebuah perasaan lain yang tak bisa dia jabarkan. Sentuhan lembut itu nyatanya benar-benar mampu membuat Disha hanyut.


Hatinya berdesir merasakan darah yang semakin panas.


Sampai saat Disha nyaris menutup matanya, tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka.


Deg!


Sam masuk membawa nampan berisi makan malam.


Ciuman itu terlepas, Rayden dan Disha sontak melihat ke arah pintu.


Deg! Jantung Sam berhenti saat itu juga.


Sementara Disha langsung mengigit bibir bawahnya sendiri yang sudah basah.


Disha tidak bisa marah, karena kini rasa malu menguasai dia.


"Maaf Tuan, saya hanya ingin mengantarkan ini," ucap Sam dengan susah payah, pasalnya tatapan sang Tuan terlihat sangat tidak ramah.


Sam menyadari itu, dia memang salah. Bahkan dalam hatinya Sam terus mengutuk dirinya sendiri. Harusnya dia pun meretas CCTV ruangan ini dan memeriksa apa yang terjadi, jadi tidak akan masuk di waktu yang salah.


Rayden tidak menjawab apapun, malah menggenggam erat tangan Aresha, bahkan menautkan jemari mereka. Tak ingin Aresha pergi, meski ada Sam disini.

__ADS_1


Sam awalnya meletakkan makanan itu di atas meja, tapi kemudian Rayden memerintahkannya untuk dibawa ke ranjang saja, dia akan makan menggunakan meja ranjang. Makan berdua bersama wanitanya.


"Naik, duduk di sampingku dan kita makan bersama."


"Tapi Tuan_"


"Jangan menolak, Aresha ku."


Deg! tiap kali Rayden memanggil namanya seperti itu, jantung Disha seperti diserang. Membuatnya tak berkutik.


Juga Sam yang sama terkejutnya ketika mendengar sang Tuan memanggil nama itu. Namun dia langsung paham 1 hal, bahwa sang Tuan tidak ingin ada yang ditutup-tutupi tentang rahasia ini meski di hadapan Aresha langsung.


Disha akhirnya naik, duduk persis di samping sang Tuan di atas ranjang. Disaat kedua kaki Rayden lurus, dia melipat kakinya, berbagi selimut, karena saat itu Disha menggunakan seragam rok, bukan celana.


"Tapi Tuan_"


"Tapi ini porsi makanannya cuma 1."


"Saya akan mengambilnya lagi jika anda merasa kurang. " Sam yang menjawab, membuat Disha tak lagi bisa berkilah.


Sam hendak pamit, namun Rayden tetap memintanya tinggal. Sebelum bertanya pada Sam, Rayden lebih dulu menyuapi wanitanya makan.


"Tuan, harusnya saya yang menyuapi anda."


"Mulai sekarang tidak Aresha, aku lah yang akan menyuapi kamu."


Nama itu terus terucap dari mulut Rayden seolah bukan lagi rahasia.

__ADS_1


"Tapi Tuan_"


Cup! ciuman jatuh di pipi Disha.


"Diamlah."


"Tuan!"


"Sam, apa ada informasi yang sudah Zhack lewatkan tentang Aresha? kenapa dia tidak mengingat ku? keluarga ku?" tanya Rayden pada Sam, tak peduli pada Aresha yang hendak marah, dia malah lagi-lagi menggenggam tangan wanitanya.


Pertanyaan itu tentu saja membuat Disha bergeming.


"Benar Tuan, ada beberapa hal yang belum dilaporkan oleh Zhack, namun ada dalam flashdisk itu."


"Katakan."


"Disaat nona Aresha dinyatakan meninggal, di saat itu sebenarnya dia telah menjadi Disha dan tengah berada di luar negeri, menjalani teknik hipnoterapi dengan dokter Samantha, ingatan tentang Anda dan seluruh kaitannya dengan keluarga Carter dihapuskan dalam ingatan nona Aresha."


Rayden dan Disha sama-sama terkejut mendengar penjelasan itu. Namun Rayden semakin menggenggam erat tangan wanitanya. Seolah memberi isyarat bahwa apapun yang terjadi, mereka tidak akan pernah pisah lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rekomendasi Author : Tentang dokter bedah 💃


Judul : Rosy Sanders!


By : Qaeyra_S Antonio

__ADS_1



__ADS_2