My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 48 - Dunianya Telah Terhenti


__ADS_3

Disha kembali menatap lekat Rayden saat asisten Sam keluar dari kamar ini.


Kata Sam 'tinggallah lebih lama disini, jangan tarik tanganmu sebelum tuan Rayden yang melepasnya lebih dulu. Aku sudah membayar mu mahal untuk menjadi perawat pribadi tuan Rayden.'


Ya sudah, Disha menurut. Saat Disha mengkonfirmasinya pada pihak manajemen ternyata memang benar jika dia saat ini sudah jadi perawat pribadi sang Tuan Muda Rayden ini.


Dan saat Disha bertanya apakah Rayden akan pulang jawabnya tidak, Rayden akan berada di rumah sakit ini sampai dia bisa sembuh, sampai bisa berjalan sendiri untuk keluar dari rumah sakit ini.


Disha sedikit tercengang saat mendengar itu, padahal terapi bisa dilakukan 2 Minggu sekali dan Rayden sudah diperbolehkan pulang. Tapi dia malah tetap ingin tinggal disini.


Malah menghabis-habiskan uang saja, apalagi Rayden memilih kamar VIP, jelas tak murah biayanya.


'Sudah biarkan saja, uangnya tidak akan habis sampai 7 turunan. Sepertinya beliau juga memiliki masalah besar dengan keluarganya, karena itulah beliau tidak mau pulang.' jelas pihak manajemen itu.


Sebuah penjelasan yang hingga kini jadi pikiran Disha.


Rayden adalah pria selengekan, cassanova yang hanya tau bersenang-senang untuk hidupnya ...


Apa iya dia punya masalah seberat itu? sampai tidak mau pulang dan bertemu keluarganya? batin Disha.


Lama hanya memandang wajah Rayden membuatnya pun mengantuk juga, sampai tanpa sadar akhirnya dia pun terlelap disana.

__ADS_1


Hampir 30 menit Disha ikut tertidur dengan pulas, tidur ternyamannya setelah beberapa tahun selalu merasa kesepian.


Dan saat terbangun, alangkah terkejutnya dia ketika melihat Rayden telah menatapnya lekat, sudah duduk dan tidak lagi tidur.


Semakin hari Rayden semakin merasa bahwa Disha adalah Aresha. Saat gadis berkacamata ini terlelap, Rayden memeriksa sesuatu di tengkuk leher Disha. Dia ingat dengan jelas jika Aresha memiliki tanda lahir di sana, sebuah tahi lalat tepat di tengah-tengah tengkuknya, dan ternyata Disha pun memilikinya juga.


"Maaf Tuan, saya tidak_"


"Sst! dimana Sam?"


"Maaf Tuan, tadi tuan Sam sudah kembali tapi beliau pergi lagi."


"Jam berapa dia kembali?"


"Apa dia mengatakan sesuatu?"


"Maaf Tuan, tuan Sam membuat saya jadi perawat pribadi Anda. Jika anda merasa keberatan dan ingin mengubah itu urus saja lagi, Anda bisa mengajukan perawat Dara atau perawat Rafaela sebagai gantinya."


"Kenapa aku harus minta ganti?" tanya Rayden pula, semakin menatap Disha dengan tatapan dalam. Disha bahkan tidak sadar jika tangan kanannya masih setia di genggam erat oleh pria ini.


Pria yang Disha tahu kini sedang menggodanya, tatapan Rayden yang dalam seperti itu adalah tatapan yang Rayden gunakan untuk menjerat semua wanitanya.

__ADS_1


"Maaf Tuan, itu jika anda merasa keberatan saya yang jadi perawat pribadi Anda, karena sebelumnya tuan Sam memutuskannya sendiri, tanpa bertanya pada Anda lebih dulu."


"Sam selalu tau apa yang aku mau."


Disha terdiam.


"Dan memang kamu yang aku mau."


Deg! Jantung Disha mulai tak aman, mulai berdebar meski sedikit.


Dan makin jadi saat Rayden mengangkat tangan mereka yang saling bergandengan erat hingga berada di depan wajah Disha


Deg! sentuhan tangan itu terlalu intim, sampai menimbulkan desir di dalam hatinya.


Dalam keadaan seperti ini Disha harus siaga, jangan sampai jatuh pula ke dalam pesona sang Casanova.


Sampai akhirnya Rayden mengucapkan sebuah kata yang tak bisa membuatnya berpaling.


Satu kata yang dia dengar dengan jelas dan sama-sama dalam keadaan sadar.


Bahkan bukan hanya jantungnya saja yang berdebar ketika mendengar kata itu keluar dari mulutnya, namun Disha bahkan sampai merasa dunianya telah terhenti ...

__ADS_1


"Aresha," ucap Rayden.


__ADS_2