
Aresha berjalan seperti biasa, tidak bersikap seolah dia tengah siaga.
Siapa bilang hanya Ben yang sudah melihat wajahnya? Aresha pun sudah memindai dengan rinci wajah pria tua itu di seberang sana.
Benedick Thomson.
Pria tua itu sudah terkunci di mata Aresha. Softlens yang dia gunakan layaknya kaca pembesar, 2 kali kedipan dalam satu detik bisa memperbesar pandangan yang dia pindai.
Kurang ajar, jadi kamu lah yang sudah menghancurkan keluargaku? geram Aresha. Dalam hatinya terus mengutuk, namun tubuhnya menunduk memberi hormat saat bertemu dengan orang lain di luar sana.
Sementara itu di dalam mobil, Tamara dengan segera menghubungi sang ibu melalui sambungan video call. Tamara akan memperlihatkan secara langsung pembunuhan Aresha Dude pada sang ibu.
"Siap-siaplah Mom, akan ada pemandangan indah yang akan kita lihat," ucap Tamara dengan tawa kecil yang terdengar. Mengetahui jika Disha adalah Aresha, makin membuatnya bersemangat untuk melenyapkan wanita cupu itu. Karena setelah dia mati, Rayden bukan jadi hal sulit lagi untuk dia miliki.
Maura pun tersenyum, tak sabar melihat aksi sang ayah.
Di tiap langkah kaki Aresha melewati jalanan menuju gerbang rumah sakit, bibir Ben pun semakin menyeringai. Dia tengah dalam keadaan siap untuk menyerang.
Aresha semakin dekat.
1 langkah.
__ADS_1
2 langkah.
3 langkah.
Ben dengan cepat mengikis jarak dan menancapkan pisau tajamnya tepat di perut Aresha, dia akan sobek perut itu hingga isinya keluar. Namun sayang, pisaunya gagal melukai.
Aresha pura-pura terkejut, wajahnya pias menatap Ben dengan takut.
"Benedick Thomson," ucap Aresha dengan sangat jelas.
Dan Deg! Seketika wajah pias itu kini berpindah pada Ben. Bagaimana bisa wanita ini tahu jika dia adalah Ben? padahal wajahnya pun jelas milik pria lain, belum lagi tampilannya seperti orang gila, Tak Mungkin ada satu orang pun yang menyadari jaga dia adalah Ben.
Ben mundur 1 langkah, namun belum sempat lari Aresha sudah lebih dulu menarik tangan kanan ben yang memegang pisau dan memutar tubuh pria ini hingga Ben melukai wajahnya sendiri.
"Argh!" pekik Ben, belum puas sampai di sana, Aresha pun langsung membanting tubuh pria tua itu tanpa ampun.
Brug!
Seketika perkelahian itu jadi pusat perhatian semua. Tamara yang melihat sang kakek dalam bahaya pun dengan cepat melajukan mobil nya mendekat, berulang kali menekan klakson agar Ben segera masuk ke dalam mobilnya.
TIN!! TIN!! TIN!! TIN!!
__ADS_1
Isyarat itu diterima Ben, meski tertatih namun dia bangkit dan berlari menuju mobil sang cucu si tepi jalan.
"BEN!!" pekik Aresha dengan sangat kuat. kali ini Dia tidak akan membiarkan pria itu kabur. Aresha berlari dan mengejar, namun tiba-tiba tubuhnya di tahan oleh seseorang.
"Kado pernikahan mu dari Darco dan Zhack," ucap Kris seraya memeluk erat tubuh Aresha.
Dan tepat saat itu juga ketika Ben telah masuk ke dalam mobilnya.
Sebuah mobil truk menabrak mobil Tamara dengan begitu kuat.
BRAK!!
Semua orang di sana tercengang melihat pemandangan secepat kilat itu. Sementara Aresha tak bereaksi apapun. Hanya diam dan melihat mobil hitam milik Tamara terpelanting dan jatuh kembali ke jalanan.
BRAK!!
Maura yang melihat kejadian itu secara langsung dari sambungan video pun seketika tergugu. Kepalanya seperti di hantam benda tumpul.
"Tidak ...Tamara? TAMARA!! Dad ... DADDY!!" pekik Maura dengan sangat keras sampai suaranya terdengar melengking.
Namun bukan sahutan yang Dia dengar, melainkan sebuah ledakan yang begitu Dahsyat.
__ADS_1
DUAR!!