My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 85 - Dua Mommy


__ADS_3

Aresha tengah menyiapkan makan malam untuk dia dan sang suami, menyajikan beberapa makanan di atas meja makan. Dia melirik Rayden yang duduk di sofa lalu tersenyum sendiri.


Dilihatnya sang suami yang berulang kali menggerakkan kaki kanannya tanpa canggung, seolah kaki itu telah benar-benar sembuh.


"Jangan dipaksa Kak, tetap harus ada fisioterapi," ucap Aresha dengan bibir yang terlihat jelas jika mengulum senyum.


"Besok kan jadwalnya?"


"Iya."


"Aku hanya ingin di dampingi oleh kamu Honey."


"Oke," balas Aresha, lengkap dengan salah satu tangannya yang terangkat membuat huruf O.


"Aku akan memeluk dan mencium mu Honey, aku tidak ingin merahasiakan hubungan kita lagi."


"Siap!" balas Aresha mantap, hingga berhasil membuat Rayden tertawa.


Kini tidak ada yang perlu mereka cemaskan lagi. Karena sumber masalah di hidup mereka telah tiada.


Tawa mereka berdua tiba-tiba terhenti, saat dengan cepat pintu ruangan itu dibuka oleh seseorang.

__ADS_1


Pandangan Aresha dan Rayden seketika tertuju ke arah pintu sana dan melihat mommy Anna dan Daddy Alam datang.


Sendok yang tadi Aresha pegang seketika terlepas dari tangannya.


Tatapannya nanar melihat ayah dan ibunya yang datang bersamaan.


"Aresha," panggil mommy Anna dengan lelehan air mata yang sudah tidak bisa dia tahan. Dia bahkan langsung mempercepat langkah, menghampiri sang anak dan memeluk Aresha erat.


Daddy Alam menyusul, memeluk kedua wanita yang sangat dia cintai.


Kali ini daddy Alam tidak menangis, hanya memeluk semakin erat.


Tentang Aresha yang sempat bersitatap dengan Ben tidak diketahui oleh mereka berdua. Alam dan Anna hanya tahu jika Ben siap menyerang namun urung karena ada kecelakaan naas itu. Beberapa orang yang melihat perkelahian Aresha dan Ben di depan gerbang rumah sakit adalah anak buah Zhack dan Darco yang menyamar jadi warga sipil.


"Sayang," panggil mommy Anna, tak tahu harus bicara Apa lagi, dia hanya menciumi wajah putrinya berulang kali. Sampai wajah Aresha telah basah dengan air mata ibunya.


"Mom, jangan menangis lagi," ucap Aresha.


"Ayo kita pulang sayang, mommy akan terus memeluk mu."


"Tidak mau Mom, aku cuma mau dipeluk kak Rayden," balas Aresha pula, dia sungguh ingin memecah suasana haru ini.

__ADS_1


Tidak ingin lagi melihat air mata ibunya keluar.


"Kita akan tinggal di rumah mommy Anna dan daddy Alam setelah aku keluar dari sini honey," ucap Rayden pula, menengahi pembicaraan itu.


Alam tersenyum kecil. Mau tidak mau memang harus seperti itu. Karena itu adalah syarat yang dulu Alam buat agar Rayden bisa menikahi anaknya.


"Benar Kak? tidak bohong?" tanya Aresha pula dan Rayden mengangguk.


Alam melirik sang menantu, pintar juga memutar kata untuk membahagiakan anakku. Batinnya.


Sementara Aresha sudah berjingkrak kegirangan dan memeluk ibunya erat.


Belum habis suasana haru itu, tiba-tiba ada tamu lagi yang datang ke ruangan mereka.


Daddy Alex dan mommy Jia.


Belum apa-apa mommy Jia sudah menangis dengan begitu derasnya. Memeluk Aresha seolah tak percaya jika gadis kecilnya masih hidup.


Mommy Jia baru mengetahui semuanya tadi sore, saat sang suami kembali dari kantor polisi.


Dan malam ini dia tidak bisa menahan diri untuk tidak datang.

__ADS_1


"Anak mommy cantik sekali, Aresha," ucap Jia lirih, bicara diantara tenggorokannya yang tercekat. Mommy Anna berusaha menghapus air mata namun berakhir tetap keluar.


Dan Aresha tak bisa berkata apa-apa lagi, kini dia telah memeluk 2 mommy.


__ADS_2