My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 67 - Yang Belum Sempat Terucap


__ADS_3

Jam 4 sore Disha bangun lebih Dulu, dia lihat sang suami masih tertidur pulas. Disha sangat tahu penyebabnya, pasti karena semalaman Rayden tidak tidur, blum lagi pagi ini dia menemui ayahnya dan kembali saat siang.


Dengan perlahan Disha turun dari atas ranjang, mengambil baju gantinya dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh.


Sesuatu yang tak pernah dia duga, bahwa Sam telah menyiapkan semua perlengkapannya di dalam lemari yang sama dengan sang tuan. Seragam baru dan segala ********** sudah tersedia disana. Entah darimana Sam mendapatkan semua ukuran itu.


Namun satu pun tidak ada yang salah, Disha telah memeriksa semuanya sebelum Rayden kembali, saat seorang wanita yang mengaku bawahan Sam menunggunya di ruangan ini.


Melepas kacamatanya Disha mengguyur tubuh dan keluar dari sana sekitar 10 menit berlalu.


Tapi Rayden belum juga terlihat akan bangun, dengkuran halus pria itu masih mampu Disha dengar dengan jelas.


Setelah benar-benar rapi, Disha kembali mendekati ranjang. Melihat ponsel sang suami yang ada di atas nakas.


Entahlah, tiba-tiba dia ingin memeriksa ponsel itu.


Tanpa canggung, Disha mengambilnya, menekan beberapa angka untuk meratas ponsel itu. Ponsel yang telah dilindungi dengan kata sandi, tapi entah apa.


Namun Disha juga tidak butuh kata sandi itu, dengan keahliannya dia bisa membukanya dengan mudah.

__ADS_1


Deg! pertama kali ponsel itu terbuka, wajah Aresha kecil lah yang tertera di sana, dipasang sebagai wallpaper.


Disha membuka galeri berharap menemukan banyak foto sang suami dengan para wanita, namun nyatanya lagi-lagi dia hanya melihat Aresha kecil. Dadanya tetap merasa sesak, bukan marah, tapi haru.


Dan saat Disha iseng memeriksa nomor ponselnya sendiri, ternyata pun sudah ada disana meski selama ini mereka tidak pernah saling bertukar nomor ponsel.


Huh! Disha membuang nafasnya kasar dan saat itu juga Rayden membuka matanya, tepat di jam 5 kurang 15 menit.


Dengan cepat dan tanpa suara Disha mengembalikan ponsel itu.


"Sudah bangun?" tanya Disha, langsung mengambil atensi sang suami agar tertuju ke arahnya.


Rayden tak langsung menjawab, masih mengerjab. Namun hidungnya sudsh bisa mencium aroma harum sang istri yang baru saja mandi.


Disha menurut, tidak menolak sedikitpun. Jika tadi Disha yang tertidur di lengan Rayden, sekarang Rayden lah yang tidur di lengan Disha. Menyemayamkan kepalanya di tempat paling nyaman, tempat selembut awan.


"Sha," panggil Rayden, tapi kepalanya tetap berada di atas dada sang istri, mereka tidur saling memeluk.


"Kenapa kak?"

__ADS_1


"Kamu habis mandi?"


"Iya, habis ini gantian kak Rayden yang mandi."


"Kamu yang memandikan Aku?"


"Iya, kenapa? kak Rayden tidak mau?"


"Sebagai suami atau pasien?"


"Maunya kak Rayden apa?"


"Suami."


Mereka berdua sama-sama mengulum senyum.


Sampai akhirnya Rayden mengangkat wajah dan menatap kedua manik hitam milik sang istri. Rayden akan mengatakan 1 kalimat yang belum sempat terucap ...


"Aresha, aku mencintai kamu." ucapnya dengan begitu lembut, nafasnya bahkan mampu menerpa wajar Disha yang dingin. Rayden melepas kacamata sang istri.

__ADS_1


Disha membeku, namun langsung cair saat Rayden mencium bibirnya mesra. Dia hanya bisa menutup mata dan sedikit membuka mulut, memberi akses yang suami untuk menciumnya lebih dalam. Disha tidak sadar jika Rayden telah melepas semua kancing bajunya. Tiba-tiba sudah merasa tangan besar itu menggenggam penuh salah satu dadanya.


Desaah Disha tertahan, hanya mampu mengepalkan tangannya sendiri.


__ADS_2