My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 66 - Ada Disana


__ADS_3

"Sudah, jangan menangis lagi," ucap Rayden, coba menenangkan sang istri. Dia melerai pekukan mereka dan menghapus air mata Aresha. Hari ini adalah hari bahagia mereka, Rayden tidak ingin terlalu banyak air mata.


"Kak ... maafkan Aku," ucap Disha pula dengan sesenggukan, kini hidungnya sudah penuh dengan ingus gara-gara menangis.


"Maaf kenapa?"


"Kita sudah menikah, tapi aku belum ingat apapun tentang kita."


"Hem, jahat sekali. Apa masih ragu jika aku bohong?"


Disha menggeleng. Meski tidak ingat apapun, namun hatinya sudah begitu nyaman. Seolah mereka adalah teman lama. Belum lagi Darco juga sudah menjelaskan semuanya.


"Bagus. Karena meski dokter Samantha belum datang kesini, aku akan tetap menagih malam pertama kita." terang Rayden dan membuat Disha mencebikkan bibirnya. Hal seperti itu terasa tabu baginya, sangat aneh untuk dibicarakan.


Masih berbincang seperti Itu, Rayden kemudian menguap, baru ingat jika semalaman dia tidak tidur.


"Makan dulu, minum obat, baru setelahnya tidur," ucap Disha seraya menghapus habis semua air matanya. Coba menetralkan juga suaranya yang sesenggukan.


Disha menelpon bagian dapur untuk diantarkan makanan. Namun yang datang malah Rafaela dengan nampan itu.


Tapi Disha tetap berdiri di ambang pintu, tidak mempersilahkan Rafaela untuk masuk.


"Berikan padaku saja, sekarang aku adalah perawat pribadi tuan Rayden," ucap Disha dengan tatapan penuh perlawanan, tidak menunduk seperti selama ini.


"Dasar gila, minggir!" geram Rafaela, bicara penuh penekanan dan mata mendelik.

__ADS_1


Namun bukannya minggir, Disha malah maju selangkah dan merebut nampan berisi makanan itu. Rafaela tersentak, kaget, sampai tak bisa menahan nampan yang ada ditangannya.


"Astaga," ucap Rafaela, tanpa sadar kata itu keluar dari mulutnya, sangat terkejut dengan perubahan Disha yang makin lama makin berani.


"Kurang ajar, awas kamu ya! Setelah ini hidupmu akan ku buat semakin tidak tenang."


"Cemaskan saja dirimu sendiri," balas Disha pula. Sampai membuat Rafaela tak bisa berkata-kata. Geram sekali.


Disha masuk dan menutup pintu itu. Meninggalkan Rafaela yang mulutnya masih mengaga.


Disha benar-benar memperlakukannya seperti karyawan bagian dapur yang bertugas mengantar makanan.


"Kurang ajar!!" geramnya tak tertahan.


Dan setelah menutup pintu itu, Disha menghampiri Rayden yang sudah menunggunya di meja makan. Meja makan yang tingginya pas untuk seorang pasien yang duduk di kursi roda.


Berakhir Rayden yang mengecup bibir istrinya saat ada nasi kecil yang tertinggal di sudut bibir Aresha.


15 menit setelah makan Rayden baru naik ke atas ranjang. Sementara Disha lebih dulu mengunci pintu ruangan itu sebelum ikut naik ke atas sana.


"Kapan aku mulai fisioterapi?" Tanya Rayden, dia merentangkan tangan kanannya, Disha ikut berbaring disana.


Dalam posisi ini Rayden masih bisa bergerak untuk menghadap sang istri, kaki kirinya masih bisa bergerak bebas, sementara kaki kanan yang sudah dioperasi hanya bisa bergerak kecil.


"1 bulan lagi."

__ADS_1


"Masih lama sekali."


"Makanya kak Rayden pulang dulu, siapa suruh lama-lama di rumah sakit?"


"Baik lah, kalau begitu besok kita pulang."


Disha terdiam, lupa jika kini statusnya sudah berubah, selain perawat pribadi dia juga adalah istri pria ini.


Disha masih terdiam, seperti memikirkan sesuatu. Ibu jari tangan kanannya pun berulang kali menyentuh cincin di jari manisnya.


"Kenapa?" tanya Rayden, tahu jika sang istri tengah memikirkan sesuatu, bisa dia lihat dengan jelas meski Aresha tidak memberitahunya.


"Apa daddy Alam mengatakan sesuatu tentang dokter Samantha?" tanya Disha balik, mengajukan pertanyaan pula.


Rayden mengangguk.


"Kita pulang setelah ingatan mu kembali," terang Rayden lagi, yang tahu kegundahan istrinya. Dia pun membelai lembut wajah Aresha. Dilihatnya sang istri yang mengangguk, lengkap dengan senyum kecil yang terukir.


Cukup lama mereka saling tatap, seolah bicara dari sorot mata itu. sampai akhirnya kedua mata Rayden lebih dulu sayu dan tertutup rapat.


Disha melihat dengan jelas suaminya yang terlelap. Disaat raut wajah Rayden terlihat cemas dalam tidurnya, Disha dengan segera mencium bibir sang suami. Ingin di alam bawah sadarnya Rayden, dia pun ada disana.


Dan ...


Ciuman itu akhirnya berhasil membuat wajah Rayden terlihat tenang.

__ADS_1


Disha tersenyum.


Lalu ikut tidur.


__ADS_2