My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 57 - Eksploitasi Perawat


__ADS_3

"Tuan, apa ada anggota keluarga anda yang meninggal?" tanya Disha setelah cukup lama mereka saling memeluk erat.


Hanya alasan itulah yang dirasa masuk akal oleh Disha, hingga membuat sang tuan muda jadi menangis seperti ini. Jika benar, dia akan ikut turut bersedih.


Namun mendengar pertanyaan itu, Rayden malah tersenyum kecil. Tapi masih belum mau melepaskan Aresha dalam dekapannya. kepalanya bersandar di dada Aresha yang masih berdiri di tepi ranjang. Terasa sangat nyaman dan membuatnya tak ingin pisah.


"Bukan, tapi ada seseorang yang telah hidup kembali."


"Jangan bercanda Tuan, aku serius, Kenapa Tuan sampai menangis seperti ini?"


"Aku tidak akan menangis Andai kamu terus mendekapku seperti ini."


"Tuan, saya serius. Sebenarnya ada apa?"


"Tidak ada apa-apa, aku hanya rindu, aku sangat mencintai kamu."


"Tuan!" Geram Disha, merasa omongan di antara mereka berdua tidak ada nyambungnya. Dia bicara apa dan Rayden bicara apa. Tidak 1 frekuensi.


Disha malah merasa jika saat ini dia sedang dipermainkan.


"Tuan, lepas, kan sudah tidak menangis lagi."


"Aku punya depresi apa kamu tau? dan hanya bisa tenang jika seperti Ini."


Disha terdiam.


Tentang depresi itu dia tidak tahu, tapi depresi bukanlah penyakit yang bisa disepelekan, andai tidak ditangani dengan serius maka si penderita bisa melakukan apapun, menyakiti diri sendiri atau menyakiti orang lain.


"Hari ini saja, malam ini saja, temani Aku," ucap Rayden lirih, diantara keseriusan yang dia utarakan, Disha selalu menganggapnya hanya mainan.


"Anda tidak ingin menghubungi nona Tamara?"

__ADS_1


"Tidak."


"Perawat Rafaela."


"Tidak, dia hanya ahli mengobati tabuh ku, bukan hatiku."


"Mengobati tubuh?"


"Hem, bukankah selama aku koma dia yang banyak andil merawat ku?"


"Kata siapa?"


"Rafaela sendiri."


"Dia bohong, hanya tim 5 yang boleh masuk ke ruangan ini selama anda koma."


"Benarkah?" karena saat ini Disha adalah Aresha, maka Rayden pun percaya.


"Lalu siapa yang melakukan teknik akupuntur pada tubuh ku? ku ingat jelas dia masih muda, tidak mungkin dokter Anna."


"Saat itu anda setengah sadar, mana bisa ingat dengan jelas, tentu saja bayangan itu adalah dokter Anna, bukan yang lain."


"Apa itu kamu?"


"Bukan, aku hanya perawat, bagaimana mungkin bisa melakukan itu, kalau hanya membius Anda saya bisa."


"Apa Dara?"


"Bukan, itu dokter Anna Tuan, kenapa Anda tidak bisa terima?"


"Padahal kalau dia masih gadis mau aku nikahi. "

__ADS_1


Cih! kesal Disha di dalam hati.


Sementara Rayden sengaja terus membuat Aresha bicara, dia sungguh merindukan suara gadis kecilnya.


Sampai entah berapa lama mereka terus berada di posisi seperti itu, sampai membuat Disha merasa capek sendiri, karena dia terus berdiri dan memeluk Rayden.


"Tuan, saya lelah, boleh lepaskan pelukan ini dan izinkan saya duduk."


"Tidak, aku akan melepas mu tapi naiklah ke atas ranjang dan peluk aku lagi."


"Mana boleh seperti itu."


"Kenapa tidak boleh? tugas mu kan merawat ku, dan perawatan seperti itu yang aku mau."


"Itu namanya eksploitasi perawat."


"Aku sudah membayar mu mahal."


"Apa orang kaya semuanya seperti itu? melakukan segalanya dengan uang."


"Tentu saja, kalau tidak begitu untuk apa mereka mencari uang banyak-banyak."


Disha mencebik, selalu kalah debat. Ingin sekali menjitak pria Ini, pria yang entah sejak jam berapa selalu mendekapnya erat.


Yang jelas saat ini matahari telah tenggelam dan berganti malam.


"Tuan_"


"Naik."


"Tapi_"

__ADS_1


"Naik." bicara dengan lebih dingin.


__ADS_2