My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 77 - Misi Selesai


__ADS_3

Setelah Kris dan Aresha tak lagi nampak di pandangannya. Sam mundur, dia memutar mobil nya dan pergi menjauh dari sana.


Namun seketika laju mobilnya melambat saat mendengar ponselnya bergetar, panggilan masuk dari Zhack.


Sam menyalakan telepon di telinga.


"Ya Zhack."


"Tamara menuju rumah sakit jiwa Golden Dominic, alihkan perhatiannya, katakan tuan Rayden inhin bertemu. Dia kini berada di jalur 2."


Sam segera memutus sambungan telepon itu dan mencari kontrak Tamara, dapat dan langsung menghubunginya dengan cepat.


Dan panggilan dari Sam selalu mendapatkan jawaban dari gadis cantik itu.


"Halo," sapa Tamara dengan suaranya yang begitu lembut. Dia hendak datang ke rumah sakit untuk menemui sang ibu, Maura Thomson, menyampaikan kabar terkini tentang Rayden, kabar tentang kedekatan peia itu dengan gadis cupu dan belum ada tanda-tanda jika Aresha telah kembali. Selalu berada di dekat Rayden dan mengawasi adalah tugasnya selama ini. Tugas yang membuatnya pun menaruh rasa pada pria tampan itu.


Jika menuruti perasaannya sudah lama Tamara ingin memaksakan diri untuk memiliki hubungan lebih serius dengan pria itu, namun ibunya selalu melarang, takut jika hubungan mereka gagal malah akan jadi semakin menjauh, maka jadi teman tapi mesra adalah pilihan Tamara. Dan Rayden pria yang tak suka komitmen itu pun menerimanya dengan baik.


"Selamat sore Nona Tamara, tuan Rayden ingin bertemu dengan Anda."


"Benarkah? apa yang dia inginkan?"


"Tidak ada, hanya ingin melihat wajah anda."


Tamara tersipu malu, "Baiklah, aku akan kesana."


Panggilan itu pun mati, Zhack melihat mobil yang dinaiki Tamara memutar arah, mengurungkan niatnya untuk pergi ke rumah sakit jiwa Golden Dominic.


Sementara itu Aresha dan Kris telah berada di dalam rumah sakit itu. Masuk ke ruangan IGD dan berbaur dengan perawat yang lain. Saling berbincang layaknya teman kerja. Aresha dan Kris sudah mempelajari semua informasi tentang identitas yang mereka pakai.


Tepat di jam kunjungan dokter, Aresha dan Kris ikut pada tim mereka. Berkeliling sebelum akhirnya tiba di ruang rawat Maura Thomson.

__ADS_1


Masuk ke dalam sana, dokter itu menundukkan kepalanya hormat. Sebuah hal yang tak seharusnya di lakukan kepada orang gila.


"Selamat malam Nyonya, ini obat yang harus Anda minum, Vitamin untuk kebugaran tubuh Anda," ucap Dokter itu dengan sangat sopan.


Semua dokter dan beberapa perawat telah mengetahui fakta ini, bahwa Maura Thomson adalah istri kedua pemilik rumah sakit, berkat kecantikannya wanita itu telah berhasil mendapatkan hati sang direktur utama.


Tentang rahasia itu selama ini terkunci rapat, karena Ron tak akan segan memberikan pelajaran andai ada satu saja orang yang berkhianat padanya.


Aresha Dan Kris pun mengamati. Melihat secara langsung wanita ini untuk pertama kali.


Ada rasa dendam yang mulai menguasai hati Aresha, namun coba dia redam sekuat tenaga. Sungguh, Aresha sebenarnya bukanlah orang pemaaf untuk orang-orang yang telah menyakiti keluarganya.


Namun kali ini Aresha coba meredam itu, tak ingin kalap mata dan menembak mati wanita ini.


"Apa ini obat yang diberikan suamiku? katanya dia akan membelikan ku obat dari Parviles agar aku awet muda," balas Maura, dia masih duduk di tepi ranjang. Mendongak sombong seolah memang telah lama dia diperlakukan layaknya seorang ratu di rumah sakit ini.


"Benar Nyonya," balas Dokter wanita itu dengan kepala yang setia menunduk.


"Saya akan bantu Anda untuk meminumnya Nyonya," Kris mulai mengambil aksi. Menyediakan minumannya.


Aresha pun bergerak untuk memberikan obat itu pada Maura. 2 pil kecantikan untuk sang Nyonya.


"Silahkan Nyonya," ucap Aresha.


"Suaramu berubah Jill, apa kamu sakit?" tanya Maura pula dengan tatapan yang mulai terlihat tidak ramah.


Aresha dan Kris memakai masker. untuk berkilah andai ada pertanyaan seperti ini.


"Tidak Nyonya, hanya saja semalam tidur terlalu larut."


"Oh, kalau sakit jangan temui aku, aku tidak mau tertular penyakit mu."

__ADS_1


"Maaf Nyonya." balas Aresha.


Maura segera meminum obat itu, sementara Aresha dan Kris menunggu momen yang tepat dan alasan yang masuk akal untuk menyentuh wanita ini.


"Anting anda begitu indah Nyonya," ucap Aresha lagi ketika Maura telah selesai meminum vitamin nya dan di puji adalah kesukaannya Maura.


Wanita itu tersenyum.


"Tentu saja, ini adalah hadiah dari suamiku."


"Sepertinya pegaitnya akan lepas, boleh saya perbaiki?"


"Benarkah? pasang yang benar Jill."


"Baik Nyonya."


Saat itu juga Aresha dengan segera menempelkan alat penyadapnya. Dia dan Kris telah memakai softlen X, jadi bisa melihat alat penyadap itu, sementara orang lain tidak.


"Sudah Nyonya, cantik sekali." puji Aresha berkali-kali, hingga berhasil membuat senyum Maura terlihat lebih lebar.


Namun melihat senyum itu, Aresha mengepalkan tangannya kuat.


Tunggu saja, setelah kami menemukan Ben, aku akan membuat mu benar-benar membusuk di penjara. Tekad Aresha.


Kris melirik sang Nona, mengedipkan matanya perlahan tanda misi telah selesai. Jangan ada misi lain untuk membalas dendam lebih cepat.


Aresha memahami itu. Dia pun mengangguk kecil. Sangat kecil sampai yang menyadari hanyalah Kris.


Alat itu mulai aktif sejak pertama kali terpasang.


Zhack dan Darco bahkan mulai bisa mendengar pembicaraan mereka.

__ADS_1


Misi telah selesai.


Segala hal yang akan diucapkan oleh Maura tak pernah lepas dari pantauan mereka.


__ADS_2