
"Tuan, sebelum anda menemui perawat Disha tolong dengarkan saya terlebih dahulu. Saya mohon," ucap Zhack, penuh permohonan. Bahkan rela bersimpuh andai Rayden tetap berusaha keluar dari ruangan ini. Sementara Sam terus memegang tubuh sang Tuan, menjaga tuan mudanya agar tetap bisa berdiri tegap. Tak berusaha untuk lari.
"Apalagi yang ingin kamu katakan? Aku tidak punya waktu."
"Tentang dokter Anna dan dokter Alam yang memutuskan untuk menyembunyikan identitas perawat Disha."
Rayden terdiam.
Dengan kedua matanya yang gusar, dia coba menatap Zhack lekat.
Seketika ingat tentang percobaan pembunuhan pada gadis kecilnya. Satu per satu kenangan itu runtut kembali Rayden kenang. Hidup mereka yang bahagia, percobaan pembunuhan, keluarga Dude yang membatalkan perjodohan dan memutuskan untuk pergi ke luar negeri, kecelakan, tewasnya Aresha yang ditutupi dan keluarga mereka yang semakin berjarak jauh.
Rayden tergugu.
"Dokter Anna dan dokter Alam hanya bisa melindungi perawat Disha dengan cara seperti itu, menyembunyikan identitasnya. Dokter Alam sudah bekerja keras untuk mengetahui musuh keluarga mereka, yaitu keluarga Thomson. Benedick Thomson adalah pelaku utama, namun anaknya yang bernama Maura pun Ikut andil. Masalahnya kini Ben belum bisa ditemukan sementara Maura berada dirumah sakit jiwa. Namun dokter Alam dan dokter Anna mencurigai jika Maura hanya pura-pura, dia sebenarnya tidak gila dan terus mengawasi keluarga mereka. Kita bisa memecahkan kasus ini Tuan, tapi sebelum Ben tertangkap saya mohon tetap lindungi perawat Disha, dengan tetap menyembunyikan identitasnya. "
__ADS_1
Rayden makin terdiam, sementara Sam pun tak kuasa untuk buka suara meski hanya sedikit.
Rayden hanya tak menyangka, disaat Aresha telah dia temukan dia masih tak kuasa untuk memeluk gadis kecilnya.
"Sebelum mengutarakan semuanya kepada perawat Disha tentang kebenaran ini, ada baiknya Anda temui dokter Alam. Hanya dokter Alam, karena dokter Anna memiliki trauma di masa lalu tentang seluruh keluarganya yang tewas. Dia tidak ingin kini anak semata wayangnya dalam bahaya,"
"Maafkan saya Tuan, maafkan saya harus mengatakan tentang hal ini, tapi saya mohon, bertahanlah sebentar lagi."
Tubuh Rayden melemah, dia nyaris jatuh andai Sam tidak menahannya. Dadanya sesak sekali, sampai untuk bernafas pun rasanya sangat sulit.
"Baik Tuan." Sam menyanggupinya tanpa babibu.
Sam dan Zhack membawa Rayden untuk kembali berbaring di atas ranjang.
Setelahnya Zhack pun menyerahkan sebuah flash disk kepada Sam berisi tentang data diri Disha, lengkap, tak beda jauh dengan semua yang telah dia laporkan. Bahkan Zhack pun menyerahkan beberapa file tentang penyelidikan yang selama ini dokter Alam lakukan. Data itu dia cari sendiri tanpa menunggu perintah Rayden lebih dulu. Merasa ini semua ada sangkut pautnya, karena itulah dia bergerak sendiri hingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kembali melapor. Satu yang terlewat oleh Zhack untuk dilaporkan secara langsung seperti ini, tentang hipnoterapi yang pernah dijalani oleh Disha. Tentang Rayden dan seluruh keluarga Carter yang dilupakan.
__ADS_1
Terlalu banyak rahasia. Sementara Rayden seperti tak sanggup untuk mendengar semuanya.
Saat itu Sam dan Zhack keluar bersamaan, Zhack akan kembali ke markas sementara Sam memanggil Disha.
Gadis berkacamata itu Sam liat berada di ruang Administrasi, membantu para pasien yang kebingungan dalam melakukan pendaftaran. Karena tidak punya pekerjaan lagi, jadi Disha membantu disini.
"Perawat Disha," panggil Sam dengan suaranya yang bergetar namun coba dia samarkan. Nyaris saja dia memanggil Nona Aresha.
Dan deg! melihat Sam yang menemui dia, seketika jantung Disha berdegub, cukup merasa cemas andai Sam tahu bahwa dia lah yang telah memasang alat penyadap di kamar sang Tuan Muda, pasalnya hanya dia yang bebas keluar masuk ke ruangan itu.
"Iya, Tuan Sam."
"Tuan Rayden meminta Anda untuk datang."
"Ba-baik."
__ADS_1