My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 65 - Nyonya Muda Carter


__ADS_3

Jam 11 siang, Rayden telah kembali ke rumah sakit. Sam mendorong kursi rodanya menuju kamar. Sementara Disha sudah diminta untuk menunggu di sana.


Perhatian Sam dan Rayden kemudian tertuju ke suara ponsel yang bergetar. Ponsel milik Rayden.


Diambil ponsel itu dilihatnya ada panggilan masuk dari Tamara. Rayden mengerutkan dahi, lalu menyerahkannya pada Sam. Dia malas menjawab.


Sementara Sam, langsung paham.


Dia menerima uluran ponsel itu dan menjawabnya.


"Halo, selamat siang Nona, saya adalah Sam," jawab pria itu dngan suaranya yang kaku dan dingin.


Sesaat perjalanan mereka pun terhenti.


"Dimana Rayden."


"Ada, tapi beliau tidak ingin bicara dengan Anda."

__ADS_1


"Kenapa? dia mendapatkan gadis baru di rumah sakit."


"Tidak, hanya saja Tuan Rayden ingin menyudahi semua kegilaan ini. Dia hanya ingin kakinya sembuh."


"Aku lihat kalian keluar dari Luxury Hotel. Apa yang kalian lakukan disana? apa Rayden memutuskan untuk keluar dari rumah sakit itu." tanya Tamara pula, menanyakan inilah tujuannya menelpon Rayden.


"Maaf Nona, itu bukan urusan anda. Dan setelah ini harap jangan menghubungi tuan Rayden lagi," tegas Sam. Setelah mengatakan itu Sam langsunh memutus sambungan telepon.


Namun sungguh, ucapan Sam tudak berarti apa-apa bagi Tamara. Gadis itu sangat yakin Rayden seperti ini karena telah mendapatkan mainan baru. Setelah bosan sang casanova itu akan kembali menghubunginya.


"Tapi siapa? apa perawat bernama Rafaela itu?" gumam Tamara, seraya menatap ponselnya sendiri yang sekarang sudah mati.


Di rumah sakit.


Rayden dan Sam sudah tiba di kamar rawat Rayden.


Masuk ke dalam sana mereka berdua langsung melihat Aresha yang sedang duduk di sofa. Gadis berkacamata itu lalu buru-buru bangkit saat melihat mereka datang.

__ADS_1


Tak ingin jadi pengganggu, Sam pun langsung pamit keluar.


"Saya permisi Tuan, Nona," ucapnya seraya menundukkan kepala memberi hormat.


"Iya Tuan," balas Disha pula, sementara Rayden hanya diam.


Rayden melihat seperti ada kesedihan dari sorot kedua mata sang istri. Menggunakan tangannya sendiri, Rayden menggerakan kursi roda itu untuk mendekati Aresha.


Dan Disha pun bergerak cepat untuk menghampiri Rayden. Ingin memegang kursi roda itu dan dia saja yang mendorongnya, namun kemudian urung saat Rayden malah menahan tangannya dan digenggam erat.


Membuat Disha seketika diam membeku.


"Aku baru saja bertemu dengan Daddy Alam," ucap Rayden. Makin menciptakan keheningan disana. Karena Disha pun sedang menahan sesak di dada agar tak membuatnya menangis. Tak ada seorang pun yang menginginkan pernikahan seperti ini.


"Sekarang, kamu adalah istri ku," ucap Rayden lagi, seraya mengambil sesuatu di saku jas yang dia kenakan. Sebuah cincin bertahtakan berlian putih. Indah sekali, dia pasangkan di jari manis tangan kanan Disha.


"Maaf, secepatnya, aku janji akan membuatkan pesta yang meriah untuk mu, nyonya muda Carter." terang Rayden lagi dan saat itu tumpah sudah air mata Disha. Dia terisak, mengigit bibirnya sendiri kuat-kuat agar tangis ini tidak pecah.

__ADS_1


Tadi, sang ayah dan ibunya yang meminta maaf, lalu sekarang Rayden pun melakukan hal yang sama. Dicintai begitu dalam oleh banyak orang seperti ini membuat Disha jadi terenyuh.


Dia Tak mampu bicara apa-apa lagi. Sampai merasa tubuhnya ditarik dan masuk ke dalam dekapan sang suami.


__ADS_2