My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 43 - Kacang Polong


__ADS_3

Disha membuang nafasnya dengan kasar, sebelum dia membuka pintu ruangan kerjanya dan keluar.


Pasien yang harus dia rawat bukan hanya Rayden, jadi dia tak bisa berlama-lama diam.


Dengan pikirannya yang berkecamuk, Disha tetap harus menjalankan tugasnya.


Dengan telaten dia mengurus semua pasien yang berada dalam tanggung jawabnya. Sesekali tersenyum ramah meski hatinya sendiri sedang hancur.


Ketika jam istirahat tiba, Disha berniat kembali ke ruangannya. Dia berjalan lesu melewati koridor rumah sakit, sampai tak sengaja menabrak salah seorang pasien yang duduk di kursi roda.


Bugh.


"Astaga, maafkan saya," ucap Disha dengan menundukkan kepalanya dalam. Langsung meminta maaf sebelum dia sempat melihat siapa yang dia tabrak.


"Hem," jawab orang itu singkat. Tapi meski hanya deheman, Disha bisa tahu jika itu adalah Rayden.


Perlahan Disha mengangkat wajahnya dan benar-benar melihat pria itu duduk disana, tidak sendirian, pria itu didorong oleh sang asisten, Sam.


"Maaf Tuan," cicit Disha sekali lagi, benar-benar menunjukkan penyesalannya.


"Aku mau makan di kantin rumah sakit, ayo temani."


"Baik," jawab Disha patuh.


Mereka bertiga makan di kantin rumah sakit. Rayden duduk di kepala meja, di dampingi oleh Disha dan Sam.


Sam, mengambil menu yang dia mau sendiri. Sementara Rayden menunya dipilihkan oleh Disha. Sedangkan Disha, wanita itu tak mengambil apapun, dia tidak memiliki selera untuk makan. Lagipula rasanya sungguh tidak sopan jika makan bersama dengan pasien. Jadi dia putuskan hanya menemani saja.


"Mana punya mu?"

__ADS_1


"Saya nanti saja Tuan, saya akan menemani Anda lebih dulu."


"Kalau begitu makan bersama ku."


"Ha?" jawab Disha dengan mulut menganga, sementara Sam mencoba acuh dari keduanya. Ingin menikmati makanan ini tanpa ingin terpengaruh oleh apapun.


Sementara Rayden mengambil 2 sendok yang ada di meja dan memberinya 1 untuk Disha.


"Kita makan bersama," ucap Rayden lagi.


Sementara Disha masih tak percaya mendengar kalimat itu. Terlalu aneh baginya.


"Maaf Tuan_"


"Berhentilah minta maaf, kamu tidak ingin makan bersama ku?"


"Tidak Tuan, biar saya ambil sendiri saja."


"Tapi Tuan_"


"Tapi kenapa lagi?"


"Ini tidak akan cukup, saya makannya banyak."


"Kalau begitu ambil bagian lebih banyak, aku hanya makan sedikit."


"Tapi Tuan_"


"Hem!" Sam kembali berdehem kuat. Ingin acuh tapi ternyata tidak bisa, dua manusia ini tiap kali bertemu selalu berdebat, mendebatkan sesuatu yang tidak penting.

__ADS_1


Rayden dan Disha tidak menyadari sesuatu, bahwa dulu saat mereka anak-anak perdebatan seperti ini pun selalu terjadi.


"Makanlah," ucap Rayden dan Disha tidak bisa lagi mengelak, apalagi ketika dia lihat, Sam yang menatapnya tajam. Tatapan yang penuh dengan perintah.


Rayden dan Disha akhirnya makan sepiring berdua, menggunakan sendok masing-masing.


Canggung.


Tapi keduanya coba bersikap biasa saja.


Sampai akhirnya Rayden tertegun ketika Disha menyingkirkan kacang polong yang ada di piring itu. Tiap kacang itu dia arahkan ke arahnya.


"Kamu tidak suka kacang polong?"


"Tidak."


"Kenapa? makanan ini sehat untuk mu."


"Tapi Anda yang sakit, jadi untuk Anda saja."


"Benar tidak mau memakannya?"


"Tidak."


"Kenapa?"


"Tidak suka."


Deg!

__ADS_1


Tidak suka, tidak suka, tidak suka, 2 kata itu seolah sedang diucapkan oleh Aresha kecil ketika Rayden memberinya kacang polong.


Pria itu tergugu, terus menatap lekat gadis ini, Disha yang sedang sibuk menyingkirkan kacang polong dari bagiannya.


__ADS_2