
"Kamu bisa menikahi Aresha, hanya dengan 1 syarat, dapatkan restu istriku," ucap Alam. Setelah cukup lama diam dan akhirnya dia buka suara.
Tentang Anna adalah hal yang tak bisa dia rundingkan, bagaimanapun keputusan sang istri, itulah yang akan dia restui.
Alam adalah yang paling tahu, bagaimana ketakutan sang istri selama ini. Setelah semua keluarganya meninggal, kini Anna tidak ingin Aresha mengalami hal yang sama. Sebagai seorang ibu, membuatnya tak mampu menghadapi kenyataan itu.
Dan kini Alam berada di tiga persimpangan, antara istrinya, anaknya dan Rayden.
Namun belum sempat Rayden menjawab, Alam sudah lebih dulu mengeluarkan sesuatu dari kantong jasnya di bagian dalam.
Sebuah ponsel yang sejak masuk ke kamar ini sudah terhubung sambungan telepon dengan Anna.
Alam menyerahkan ponsel itu pada Rayden.
Cukup terkejut saat melihat panggilan itu sudah berlangsung selama 20 menit. Selama pembicaraan nereka dimulai. Tanpa banyak tanya, Rayden segera meletakkan ponsel itu di daun telinganya.
"Mom ..." panggil Rayden lirih.
Sampai membuat air mata Anna di ujung sana mengalir semakin deras. Dia telah mendengar semuanya. Tentang kesungguhan Rayden pada sang anak.
Sejak Sam mengatur pertemuan antara Rayden dan Alam, dia sudah tahu. Diantara Alam dan Anna sekalipun tidak pernah ada rahasia.
__ADS_1
"Dengarkan mommy baik-baik Ray," ucap Anna, bicara dengan susah payah menahan sesak di dada.
Antara sedih, terharu, bingung dan takut.
"Mommy tidak peduli pada pembunuh itu, yang mommy pedulikan hanyalah Aresha. Keselamatannya, hidupnya tenang tanpa ada yang mengusik. Bisakah kamu menjamin hal itu?" tanya Anna pula.
"Percayalah padaku Mom, aku bahkan berani bersumpah untuk melindungi Aresha, membuatnya bahagia." Terang Rayden, entah bagaimana lagi caranya untuk membuat daddy Alam dan Mommy Anna percaya.
Tentang kesungguhannya tak perlu diragukan lagi.
"Baik lah, kalau begitu tetap anggap dia sebagai Disha."
Namun tak ingin membuat mommy Anna cemas, jadi dia hanya bisa mengiyakan.
Panggilan itu putus dan saat itu juga Sam mengeluarkan sebuah berkas di tas kerjanya. Memberikannya kepada Alam.
Alam pun menerima itu, membukanya dan terkejut ...
Surat pernikahan.
Sam telah menyiapkan ini semua sejak kemarin, 5 pengacara dia gerakan untuk mempermudah semua urusan. Tak peduli meski perintah itu diberikan oleh sang Tuan saat waktu menunjukkan dini hari.
__ADS_1
"Anda hanya tinggal menandatanganinya disini Tuan," ucap Sam, menunjuk sisi kiri sebagai wali, pengganti tanda tangan Aresha. Surat yang menyatakan bahwa Alam telah menikahkan putrinya dengan seorang pria bernama Rayden Carter.
Tanpa pikir panjang dan membuatnya meragu, Alam pun segera menandatangi surat itu, surat yang sudah lebih dulu di tandatangani oleh Rayden.
Dan setelah tinta pena itu terukir disana, maka resmilah pernikahan ini. Sam hanya perlu mengembalikan ke pencatatan sipil dan kemudian mendapatkan buku nikah.
"Jaga Aresha baik-baik Ray, cintai dia tanpa menunjukkan jadi diri Aresha yang sebenarnya."
"Baik Dad, aku tau batasan ku."
"Bagaimana dangan kedua orang tua mu? tentang Airin?"
Rayden tersenyum kecil.
"Ternyata Daddy masih memperhatikan aku, sampai tahu tentang Airin."
"Hanya pernah dengar, ku harap pernikahan ini tidak merusak hubungan mu dengan keluarga Lincoln."
"Tidak Dad, Uncle Niel tidak sejahat itu, daddy Alex lah yang paling jahat."
Kedua pria itu terkekeh pelan, sama-sama tersenyum seolah sebuah perayaan atas pernikahan ini.
__ADS_1