
Deg!
Disha terpaku ketika mendengar Rayden memangil nama aslinya. Jantungnya bergemuruh hebat, sampai membuat nafasnya terengah, seolah habis berlari ribuan mil, padahal dia hanya duduk di sini.
Aresha.
Aresha! Aresha! seperti kilat seketika banyak kenangan bermunculan di benak Disha saat itu juga, seorang bocah laki-laki berlari dan mengejarnya, terus berteriak memanggil namanya.
Aresha! Aresha!
Kepala Disha pusing, berdenyut nyeri. Belum sempat dia menemukan titik yang membuatnya tenang, seketika pintu ruangan itu terbuka.
Sam masuk dan menatap heran pada Disha yang menunduk seperti menahan sakit.
"Kamu kenapa?" tanya Rayden pula, jadi cemas. Sam mendekat, memastikan semuanya.
"Kepala ku pusing Tuan," jawab Disha jujur, memang itulah yang dia rasa.
Sakitnya Disha membuat Rayden cemas, jadi lupa juga tentang dugaannya jika Disha adalah Aresha.
"Mari saya bantu untuk duduk di sofa," tawar Sam, baginya duduk di sana akan terasa lebih nyaman bagi Disha. Namun mendengar ucapan Sam itu, seketika membuat Rayden langsung menatap tajam ke arahnya.
__ADS_1
Deg! Sam lupa, jika wanita berkacamata ini adalah milik sang Tuan.
"Maaf Tuan, maksud saya, perawat Disha akan lebih nyaman duduk disana." Terang Sam, tak ingin tuan mudanya salah paham.
"Daripada duduk disana, lebih baik baringkan di sini, berbagi ranjang denganku." putus Rayden pula.
Sementara Disha yang sudah teramat pusing tak begitu mendengar pembicaraan keduanya.
Sampai akhirnya Sam bergerak cepat menangkap tubuh Disha yang ambruk.
Brak! Rayden mendelik, untunglah tubuh Disha mampu Sam tangkap tepat waktu.
Disha jatuh pingsan.
Kedua pria itu sama-sama terkejut, sama-sama panik harus bagaimana. Akhirnya Sam benar-benar membaringkan tubuh Disha di atas ranjang milik Rayden. Sementara dia segera bergegas memanggil dokter.
Salah seorang dokter bernama Fuji memeriksa keadaan Disha. Semuanya baik-baik saja, namun raut wajah Disha yang nampak cemas saat tak sadarkan diri itu seolah mengisyaratkan bahwa dia tengah memiliki masalah.
"Perawat Disha hanya kelelahan, saya akan meminta beberapa perawat untuk memindahkan perawat Disha di kamar yang lain. Maaf telah merepotkan Anda tuan Rayden."
"Tidak perlu dipindah, biar dia disini bersama ku."
__ADS_1
Dokter Fuji mendelik, namun tak kuasa untuk melarang, akhirnya dia hanya bisa berkata ..
"Baiklah."
Setelah dokter Fuji keluar, tatapan Rayden dan Sam sama-sama tertuju pada Disha. Wanita yang masih juga belum sadarkan diri itu, bahkan tak sadar saat tangan kirinya di pasang infus.
"Maaf Tuan, sebelumnya Apa yang terjadi? kenapa perawat Disha bisa sampai pingsang seperti itu?" tanya Samuel pula. inilah pertanyaan yang sejak tadi ingin dia pertanyakan pada sang Tuan.
Sementara Rayden tidak langsung menjawab, dia seperti kembali memutar ingatannya sendiri beberapa saat lalu. Saat dia memanggil Disha dengan nama Aresha, dan kemudian Disha jadi mengeluh sakit kepala.
"Tuan," panggil Sam, karena Rayden malah melamun. Namun panggilan Sam yang kedua itupun masih diacuhkan oleh pria itu.
Dan tentang Disha yang jatuh pingsan di kamar Rayden terdengar pula oleh dokter Anna, juga suaminya dokter Alam yang baru tiba di rumah sakit ini.
Merasa sangat cemas dengan keadaan sang anak, tanpa pikir panjang Alam dan Anna segera mendatangi kamar rawat Rayden.
Kedatangan mereka berdua tentu saja membuat Rayden dan Sam merasa terkejut.
Dan lebih terkejut lagi Alam dan Anna saat melihat anaknya berbaring di ranjang yang sama dengan pria itu.
Deg!
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nikmati saja putaran sinetron ikan terbang ini ya 🥴🥴🥴