My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 78 - Frustasi


__ADS_3

Cepat keluar dari sana, Ron datang. ucap Zhack.


Aresha dan Kris mendengar perintah itu dari airbuds yang terpasang di telinga mereka. Kedua nya sontak mundur, kembali pada posisi semula di belakang sang dokter.


Siapa yang menduga jika malam ini Ron akan datang, dari hasil penyelidikan Zhack, Ron hanya datang saat akhir pekan.


"Kami permisi Nyonya, jika ada yang anda butuhkan silahkan panggil kami. " ucap sang dokter, Aresha dan Kris pun ikut menundukkan kepala memberi hormat. Sudah tak sabar untuk keluar dari sana.


"Hem, tidak perlu siapkan makan malam untukku. Suamiku akan datang jadi jangan menganggu kami."


"Baik Nyonya."


Menjijikkan. Batin Aresha. Maura memanfaatkan kekuatan Ron untuk bisa bertahan dengan hidup mewahnya dan tetap membalaskan dendam pada keluarga Dude.


Hanya dengan menyerahkan tubuh itu pada Ron Dominic.


Mereka bertiga keluar dari sana. Terus berjalan kembali menuju ruang IGD. Namun langkah mereka terhenti tak jauh dari ruang perawatan Maura.


Entah takdir apa yang akan mereka hadapi, namun kini di hadapan Aresha dan Kris berdiri seorang pria bernama Ron Dominic.


Aresha dan Kris kembali menundukkan kepala. Namun ketika hendak melanjutkan langkah, jadi urung saat m mendengar suara bariton pria itu menghalau ...


"Tunggu," ucap Ron, suaranya terdengar berat dan begitu dingin.


Ron menatap aneh pada dua perawat yang baru saja keluar dari ruangan istri keduanya. Terlebih pada perawat pria itu.

__ADS_1


Ron membaca nama pengenalnya, tertulis nama Andrew.


" siapa yang mengizin kamu bekerja menggunakan airbuds?" tanya Ron, suaranya terdengar makin dingin dan penuh intimidasi. matanya yang jeli bisa melihat alat itu terpasang di salah satu telinga Andrew.


Sementara milik Aresha tertutup rambut palsu yang dia kenakan.


Dan Deg! pertanyaan itu seketika berhasil membuat Aresha dan Kris berdenyut jantungnya.


"Maafkan saya Tuan, saya tidak akan mengulanginya lagi." Balas Kris.


"Dimana ponsel mu? apa kamu sedang terhubung dengan panggilan telepon seseorang?" Ron mulai melangkah, mendekati Andrew dan berniat merampas airbuds itu.


Serang dan lari, pintu belakang aman.


Namun belum sempat tangannya berhasil menjangkau tubuh Kris, Aresha sudah lebih dulu melayangkan sebuah tendangan kuat di perut pria itu.


Saat itu juga Aresha dan Kris berlari menuju pintu belakang. Aresha juga menekan bandul kalung pemberian Rayden. Hingga Sam bisa menangkap sinyal berbahaya itu.


"Sial! KEJAR MEREKA!!" pekik Ron, namun saat itu disana begitu sepi, hanya ada dia dan dokter wanita itu saja.


"Bodoh! siapa mereka berdua! kurang ajar!!" geramnya tak habis-habis.


Sementara Aresha dan Kris sudsh berlari dengan cepat hilang dari pandangannya.


"Sial!" ucap Ron seraya bangkit dengan tertatih, tendangan wanita itu benar- benar membuatnya tak berdaya.

__ADS_1


Pikiran Ron seketika langsung tertuju pada Alamsyah Dude. Pria yang selama ini selalu mencari bukti pembunuhan anaknya. Pria yang dia tahu masih dicintai oleh istri keduanya itu.


Kamu sudah bertindak terlalu jauh Alam? kenapa? apa karena sebenarnya anak mu masih hidup? Batin Ron.


Kini bibirnya tersenyum menyeringai. Seperti sedang berada di sebuah pertarungan, siapa yang akan menang. Alam yang berhasil menguak semua tabir ini, atau dia yang berhasil membunuh Aresha Dude.


Ayo melangkahlah lebih jauh, tunjukan keberadaan putri mu. geram Ron.


Tak peduli pada dokter wanita yang masih memandangnya cemas. Dia dengan segera mendatangi ruangan Maura.


Ron tidak mengejar kalian, sepertinya dia sengaja membiarkan kalian pergi.


Lari Aresha dan Kris melambat, Di ujung sana melihat Sam mengunakan masker hitam dan menyusul mereka.


Bertiga kembali ke dalam mobil.


Zhack menghubungkan suara Maura dan Ron yang terdengar dari alat penyadap itu pada Aresha dan Kris.


Namun yang terdengar hanya suara desahaan.


"Argh!!" pekik Aresha frustasi, membuang airbuds di telinganya begitu saja, terpelanting entah kemana di dalam mobil ini.


Dadanya sesak sekali, penuh dengan kebencian dan dendam.


"Tenanglah Sha," ucap Kris, memeluk Aresha coba menenangkan.

__ADS_1


Sementara Sam hanya mampu terdiam, kemudian melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah sakit Medistra.


__ADS_2