My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 42 - Menghapus Beberapa Kenangan


__ADS_3

Hari berlalu.


Tugas Sam sangat sulit, bagaimana bisa dia mendapatkan sampel milik dokter Anna untuk melakukan tes DNA itu.


Sementara di rumah sakit ini dokter Anna adalah satu-satunya dokter yang sangat sulit untuk disentuh. Hawa dingin selalu terasa tiap kali melihat dokter itu datang, tatapannya yang dingin seolah bisa menusuk seseorang tanpa dia sentuh.


Senyumnya yang kecil justru membuat semua orang jadi merasa takut.


Sepertinya aku tidak akan bisa mendapatkan sampel milik dokter Anna di rumah sakit ini. Aku harus mengirim seseorang untuk mencari sampel itu di rumah utama keluarga Dude. Ya, jika tidak bisa mendapatkan sampel milik dokter Anna, aku harus mendapatkan sampel milik dokter Alam. Batin Sam.


Pria itu kini sedang bersembunyian di balik dinding pembatas, menatap dokter Anna di ujung sana yang baru saja masuk ke ruang Direktur utama.


Sudah bulat tekadnya untuk mengirim seseorang ke rumah keluarga Dude.

__ADS_1


Sementara itu ditempat lain, Disha sedang terhubung dalam sambung telepon bersama Kris.


Gadis berkacamata itu pun sedang cemas hatinya, menunggu sebuah informasi yang didapat oleh Lisa di rumah kedua orang tuanya.


Keamanan disana pun ternyata tak main-main, Lisa bahkan harus memanjat dinding untuk untuk bisa masuk ke kamar sang pemilik rumah. Berada di dalam kamar itu saat Alam dan Anna tengah makan malam bersama. Lisa sengaja mematikan lampu utama dan bergerak di kegelapan, dalam keadaan gelap gulita seperti itu malah membantunya mudah beraksi. penerangannya hanya mengandalkan santer kecil yang melingkar di kepalanya dan berporos di dahi.


Setelah membuka beberapa laci barulah dia mendapatkan sebuah dokumen yang terlihat mencurigakan. Tentang keterangan medis yang pernah dilakukan pada Aresha.


Lisa tidak mengambil berkas itu, hanya dia memfotonya menggunakan kedipan mata. Kacamata yang dia pakai telah dimodifikasi sedemikian rupa hingga memudahkan aksinya.


Semua informasi yang dia dapat itu langsung terkirim pada Kris. Dan pagi ini dia segera melaporkannya pada Disha.


Tentang Aresha yang pernah melakukan teknik hipnoterapi. Dimana terapi itu digunakan untuk menghapus beberapa kenangan yang dia punya.

__ADS_1


Mendengar itu jantung Disha seperti tersengat, berdenyut dan terasa sangat sakit.


Ternyata banyak sekali hal yang tidak dia tahu tentang masa lalu, dan disembunyikan oleh kedua orang tuanya sendiri.


"Kenapa Kris? kenapa mereka melakukan ini padaku?" tanya Disha dengan suaranya yang bergetar. Kedua matanya sudah terasa panas, siap menjatuhkan air mata kapan pun.


"Tenang dulu, anggota DarkWeb yang lain sedang menuju rumah sakit di LN. Dokter yang menangani kamu adalah dokter Samantha, sahabat ibumu. Semua data di rumah sakit itu sudah dihapus, aku tidak bisa melacaknya. Satu-satunya jalan hanya menanyakan pada dokter Samantha langsung, tapi apa itu memungkinkan? bagaimana jika malah Dokter Samantha mengatakan semuanya pada kedua orang tuamu?" balas Kris pula, malah balik bertanya. Hal ini karena semua keputusan ada di tangan Disha, sementara dia hanya akan melakukan apapun perintah sang Nona.


"Jangan dulu, aku tidak ingin papa dan mama mengetahui pergerakan ku ini," balas Disha lirih, kini pun bingung harus bagaimana.


"Jadi kamu ingin berhenti dulu? aku akan menarik anggota DarkWeb jika kamu memintanya."


"Iya, batalkan dulu," balas Disha, setelahnya air mata itu benar-benar kembali jatuh.

__ADS_1


"Baiklah, kapan pun kamu ingin memulainya lagi, aku akan selalu siap untuknya Sha."


Disha tak mampu menjawab lagi, hanya menganggukkan kepalanya seolah Kris bisa melihat itu.


__ADS_2