My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 90 - Budak Cinta Akut


__ADS_3

"Dan satu lagi, menanggapi isu yang beredar tentang kedekatan Aresha dan Rayden, itu tidak perlu kalian cemaskan. Karena mereka berdua telah menikah dan kini menjadi pasangan suami dan istri." terang Anna, mengakhiri pembicaraannya untuk menyampaikan semua pengumuman penting yang berkaitan dengan rumah sakit ini.


Dan lagi-lagi seluruh orang di dalam ruang rapat ini kembali dibuat tercengang.


Terlebih Rafaela, dia merasa seketika langit di atas kepalanya runtuh. Nafasnya terdengar memburu, seirama dengan detak jantungnya yang bergemuruh. Dena yang duduk di sampingnya pun sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya matanya yang terlihat begitu medelik seolah tidak percaya dengan semua berita yang dia dengar hari ini.


Rafaela pun lantas menggenggam erat ponselnya di tangan kanan, ponsel yang menyimpan barang bukti tentang kedekatan antara Aresha dan Rayden di ruang Fisioterapi. Menggenggam ponsel dengan tangannya yang gemetar. Nyaris saja, dia menyerahkan bukti ini kepada dokter Anna. Sang direktur utama yang ternyata adalah ibu dari Aresha.


Glek! Rafaela menelan ludahnya dengan sangat kasar. dia seketika menunduk saat melihat Aresha menatap ke arahnya.


Deg! jantungnya seperti mau copot. dia memejamkan matanya erat sangat takut apa yang akan Aresha lakukan padanya setelah ini.


Sial, sial, sial, sial!! geram Rafaela di dalam hati. kini bukan hanya tangannya saja yang gemetar tapi tubuhnya pun terasa merinding ketakutan.


Hal yang paling buruk dan sangat dia takuti adalah Aresha akan segera mengeluarkannya dari rumah sakit ini. Wanita itu jelas memiliki kekuatan untuk melakukan pemecatan.


Sementara Aresha di ujung sana hanya tersenyum kecil saat melihat Rafaela tak berani bersitatap dengannya. Sumpah, Aresha tidak memiliki sedikitpun dendam pada Rafaela. Semua yang terjadi di antaranya dia dan Rafaela baginya hanyalah bumbu kehidupan.


Aresha pun tidak ingin kejadian buruk kembali menimpa keluarganya hanya karena sebuah dendam.


Dan setelah Anna selesai menyampaikan semua pengumuman penting itu, akhirnya rapat umum pun dibubarkan.


Aresha berjalan di samping sang ibu sambil mendorong kursi roda suaminya. Sementara para dokter dan perawat yang ada disana menunduk memberi hormat.


Kini, Disha atau Aresha sudah tidak sama seperti dulu, kini wanita itu seolah tak akan mudah lagi untuk mereka jangkau.


Sore sekitar jam 4, Anna dan Alam akhirnya pulang. Sementara Aresha dan Rayden masih menginap di rumah sakit, keduanya baru akan pulang ke rumah keluarga Dude esok pagi.


Malam ini mereka ingin menghubungi Zhack dan Darco lebih dulu. Mengucapkan terima kasih yang sejak kemarin belum sempat terucap.


"Honey," panggil Rayden, kini dia dan sang istri sudah tiba di kamar. Sam juga ada disana. Mulai merapikan barang-barang sang Tuan dan Nyonya untuk segera dibawa pulang. Karena ada beberapa barang penting, karena itulah Kris yang turun tangan sendiri.


"Kenapa Kak?" jawab Aresha, dia bersimpuh di hadapan sang suami dan menyandarkan kepalanya di pangkuan Rayden.


Pria itu pun lantas mengelus kepala sang istri dengan sayang.


Sementara Sam coba acuh pada keromantisan keduanya.


"Aku tidak akan mengucapkan terima kasih pada 1 orang," ucap Rayden lagi.

__ADS_1


"Siapa?"


"Asisten mu."


"Kris?"


"Iya."


"Kenapa?"


"Karena ku rasa dia tidak begitu tulus, ku lihat dia banyak sekali mengambil kesempatan. Memeluk mu memangnya termasuk tugas?" balas Rayden pula, nada bicaranya mulai terdengar tak suka.


Sementara Sam langsung membuang nafasnya kasar ketika ikut mendengar pertanyaan sang Tuan. Pertanyaan paling tidak berdasar yang pernah dia dengar. Saat itu keadaan sedang genting, dan sempat-sempatnya sang Tuan cemburu.


"Sam, aku mendengar helaan nafas mu yang kasar itu. Kenapa? kamu tidak setuju dengan ucapan ku?" tanya Rayden pula pada sang asisten.


Sam buru-buru menundukkan kepalanya.


"Maaf Tuan, tidak akan saya ulangi." balas Sam. Bingung mau menjawab apa jadi hanya itu yang dia ucapkan.


Rayden kembali menatap istrinya. Dan Aresha hanya diam, mencari aman, tidak membela Kris, juga tidak memperpanjang pembahasan tentang hal itu.


"Jadi, sudah berapa banyak kamu membohongi aku?" tanya Rayden, banyak sekali pertanyaan yang dia punya untuk sang istri.


"Ternyata kamu dewi akupuntur itu?"


Aresha tersenyum kecil.


"Jadi kamu yang menyelamatkan nyawaku di meja operasi?"


Aresha senyum lagi.


Dan Rayden lagi-lagi mengelus kepala sang istri dengan sayang.


"Tau begitu, sejak dulu aku ugal-ugalan dan celaka."


"Sstt, jangan bilang begitu." balas Aresha dengan cepat.


"Lebih baik sekarang kita segera hubungi Zhack dan Darco," ajak Aresha, tak ingin sang suami kembali bersedih tentang masa lalu.

__ADS_1


Cukup tentang hal itu, kini Aresha hanya ingin mereka bahagia dengan masa depan yang sudah di depan mata.


Aresha bangkit, mendorong kursi roda sang suami menuju sofa. Rayden pelan-pelan bangun sendiri, berpindah duduk di sofa sana.


Setelah suaminya duduk dengan sempurna, Aresha pun menyalakan leptop miliknya. Menekan ini dan itu hingga akhirnya terhubung dengan Zhack dan Darco.


"Sayang, aku tidak mau mendengar kata terima kasih. Jangan ucapkan kata itu," ucap Darco, lebih dulu bicara dibanding Zhack.


"Ehem!" Rayden berdehem dan membuat semua mata tertuju ke arahnya.


"Darc, aku tau kamu sudah menganggap Aresha seperti anak mu sendiri, Tapi aku nerasa terganggu ketika mendengar mu memanggil dia Sayang," lanjut Rayden.


Dan mendengar ucapan Rayden itu, kini bukan hanya Sam yang membuang nafasnya kasar, tapi Aresha juga.


Rayden berada di taraf budak cinta akut.


Sementara Zhack mengulum senyumnya, menahan diri agar tidak tertawa.


Sedangkan Darco, tercengang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rekomendasi Author:


Judul : Disaat Menikah Karena Perjodohan


Karya : HaruMini



Blurb :


“Percuma shalat, mainnya saja ke klub malam,” cibir Meri pada sang suami yang belum ada sehari menikahinya.


“Dari pada kamu, shalat tidak, ke klub malam iya,” celetuk Oza, seorang pria tampan, pemilik beberapa hotel bintang lima didalam dan juga luar negeri. Yang terpaksa menerima perjodohan yang dilakukan oleh sang mommy, dengan gadis yang ditemuinya di klub malam saat dia sedang menghadiri acara pesta ulang tahun rekan kerjanya.


mengingat keduanya bertemu pertama kali di sebuah klub malam, membuat keduanya salah paham, tanpa tahu yang sebenarnya terjadi. Mengingat lagi pertemuan keduanya di klub malam, mereka sama- sama menghadiri pesta ulang tahun.


Bagaimana keduanya menjalani rumah tangga yang bagaikan kucing dan anjing, akankah ada cinta yang tumbuh diantara keduanya dengan berjalannya waktu, atau sebaliknya ketika mereka sama-sama memiliki pujaan hati.

__ADS_1


...***...


Jangan lupa di serbu ya 💃💃 bilangin salam dari author Lunoxs 💋


__ADS_2