My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 75 - Mengatur Strategi


__ADS_3

Deg! mendengar nama tak asing Itu, seketika Rayden dan Aresha tersentak hatinya. Tamara Claire jelas adalah teman dekat wanita sang casanova.


"Selama ini dia berada di dekat tuan Rayden, mengawasi apakah Aresha akan menemui Rayden. Dan saat itu terjadi percobaan pembunuhan itu pasti akan terjadi lagi." Kali ini Darco yang bicara, motif itulah yang mereka temukan selama masa penyelidikan. Semuanya jadi lebih mudah karena mereka mendapatkan hasil penyelidikan Alam lebih dulu. Mereka berdua hanya tinggal menyusuri jalan yang sudah dibentuk.


Dan Rayden pun menelan ludahnya dengan kasar. Tak menyangka jika selama ini dia telah membiarkan seorang parasit bersemayam tenang di sampingnya.


Seketika Rayden bahkan merasa sangat muak, mual membayangkan beberapa kali pernah berciuman dsngan wanita itu. Wanita jelmaan iblis.


Aresha yang menyadari kegundahan sang suami pun dengan segera menggenggam erat tangan Rayden. tentang masa lalu tidak ada yang bisa mengubahnya, Aresha pun tak akan pernah mempermasalahkan tentang Tamara yang pernah ada di dekat suaminya.


Karena masa depan adalah sebaik-baiknya harapan yang mereka punya.


"Yang belum kita temukan adalah tentang keberadaan Ben saat ini, dimana Maura dan Ron menyembunyikan pria paruh baya itu," terang Darco lagi.


Setelahnya dia mengatakan bahwa anak buahnya telah gagal meletakkan alat penyadap suara di tubuh Maura.

__ADS_1


Zhack dan Darco telah mengembangkan teknologi baru, menciptakan sebuah alat penyadap suara yang berbentuk transparan dan bisa menempel di kulit. Alat penyadap suara itu bahkan memiliki daya simpan hingga 300 jam atau sekitar 14 hari.


Namun saat hendak eksekusi, mereka telah kehabisan waktu.


"Biar aku yang kesana, akulah yang akan memasang secara langsung alat penyadap suara itu di tubuh Maura," ucap Aresha, setelah cukup lama dia diam dan akhirnya wanita berkacamata itu buka suara.


Keputusan Aresha tentu membuat Rayden terkejut, namun tidak dengan Darco dan Zhack.


Darco dan Zhack sangat yakin, jika Aresha memang mampu melakukannya.


"Tapi Honey_"


Aresha telah menjelaskan semuanya kepada sang suami tentang Kris.


"Honey, masih banyak anggota Zhack dan Darco yang bisa melakukannya. Kamu tidak perlu turun tangan."

__ADS_1


"Tidak kak, izinkan aku bergerak, izinkan aku bertindak menuntaskan masalah ini. Aku tidak bisa jika hanya tinggal diam."


Rayden terdiam, antara tak rela dan tak ingin menolak keinginan sang istri.


"Tidak perlu cemaskan Odette ku, Tuan. Dia adalah salah satu anggota terbaik Darkweb, sepertinya anda belum terlalu mengenal istri anda sendiri," ucap Darco, mengoda pria budak cinta itu. Bicara dengan bibirnya yang tersenyum menyeringai.


Dan jujur saja Rayden merasa tak suka dengan ucapan Darco itu. Seolah lebih mengerti Aresha dibanding dia.


Hal itu benar- benar menyebalkan.


"Baiklah, Sam juga akan menunggu mu diluar. Gunakan ini jika membutuhkan bantuan Dia." Rayden melepaskan kalung hitam yang dia pakai, tenyata kalung itu adalah sebuah alat. Pengirim sinyal bahaya andai ditekan pada bandul kalungnnya.


Rayden bahkan memasangkan langsung kalung itu kepada sang istri.


"Baik, aku akan menekan ini jika butuh bantuan Sam." balas Aresha patuh dan hal itu cukup membuat Rayden sedikit merasa lega.

__ADS_1


Setelahnya Zhack kembali menjelaskan skema rumah sakit Golden Dominic. Pintu keluar, pintu masuk, pintu darurat, dan segala jalur yang bisa Aresha pilih ketika masuk ke dalam sana.


Mengatur strategi, bertahan, menyerang dan kabur.


__ADS_2