My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 61 - Eh, Tunggu Dulu


__ADS_3

Semalaman Rayden tidak terlelap, dia terus menatap wajah Disha yang tertidur di sampingnya.


Dia peluk erat gadis ini hanya menggunakan 1 tangannya, tangan Rayden yang dijadikan bantalan oleh Aresha. Seolah takut ditinggal pergi lagi, jadi Rayden putuskan untuk tidak tidur.


"Aresha," panggil Rayden dengan bibir yang tersenyum, namun jelas saja gadis yang dipanggil tidak mampu mendengar ucapannya, karena saat ini Aresha benar-benar telah terlelap, tidur di tempat yang paling nyaman.


Jam 2 dini hari, Rayden mengambil ponselnya di atas nakas dan menghubungi sang asisten.


Sam menjawabnya dengan cepat, pria itu kini berada di hotel yang letaknya tak begitu jauh dari rumah sakit.


"Besok pagi atur pertemuan ku dengan dokter Alam, lakukan di hotel, tapi jangan hotel Uncle Niel."


"Baik Tuan."


"Kumpulkan semua identitas Aresha dan daftarkan pernikahan kami. Aku ingin setelah pertemuan ku dengan dokter Alam selesai, kami hanya tinggal menandatangi surat pernikahan itu, dokter Alam yang akan menjadi walinya Aresha."


"Baik Tuan," jawab Sam Lagi, tak peduli sesulit apapun perintah sang Tuan namun dia akan selalu menyanggupinya. Bahkan tak segan merogoh uang lebih banyak untuk membuat keinginan sang Tuan Muda terwujud.


"Maaf Tuan, bagaimana dengan kedua orang tua Anda?"


"Pikir belakangan saja, yang jelas besok Aresha harus sudah jadi istriku. Mengertilah Sam, aku tidak bisa lagi menunggu. Aku bisa gila kalau kamu memintaku menunggu lagi."

__ADS_1


"Baik Tuan, maafkan saya."


"Hem, ku maafkan."


Panggilan telepon itu pun terputus, Rayden yang memutusnya tanpa banyak bicara lagi.


Pagi datang.


Tepat di jam 5 pagi Disha membuka matanya, namun alangkah terkejutnya dia ketika melihat Rayden yang menatap nya lekat. Kedua matanya nampak sayu menandakan jika pria ini semalaman tidak tertidur.


"Tuan_"


"Kak Rayden."


"Tidak, rinduku belum terobati, masih ingin terus melihat wajah mu."


"Kalau sakit lagi bagaimana? katanya mau cepat sembuh."


"Nanti malam saja aku tidur, saat malam pertama kita."


"Apa maksud kak Rayden?"

__ADS_1


"Bukannya aku sudah bilang, hari ini kita akan menikah, aku akan buat daddy Alam menandatangi surat pernikahan kita."


"Jangan main-main."


"Tidak, aku sedang sangat serius."


Disha terdiam, tak tau ingun bicara apalagi, karena hingga kini semuanya masih terasa seperti mimpi.


Rayden kemudian menggerakkan 1 tangannya untuk membelai lembut wajah Aresha, dia tatap lekat terus menerus, menunggu sampai bosan namun tetap tidak bosan-bosan.


"Hari ini aku dan Sam akan menemui daddy Alam, aku akan keluar dari rumah sakit sebentar. Tunggulah di sini, hubungi Darco jika kamu masih ragu tentang kita." Terang Rayden.


Dia pun telah memerintahkan Zhack untuk menjalin kerja sama dengan Darkweb, bagaimanapun musuh mereka adalah 1. Maka berkerja sama adalah keputusan yang tepat.


Dan mendengar Rayden bicara tentang Darco, entah kenapa malah membuat hati Disha menghangat. Santainya Rayden ketika menyebut nama itu membuatnya merasa ini bukanlah masalah.


Disha mengangguk kecil.


"Cium aku," pinta Rayden, dan saat itu juga Disha dengan segera menangkup wajah pria ini dan mencium lebih dulu bibir Rayden.


Rayden pun memejamkan mata, merasakan hatinya yang begitu tenang.

__ADS_1


"Eh, tunggu dulu," ucap Disha, memutus ciuman mereka dan mengangkat wajah hingga berada di atas Rayden.


"Bagaimana dengan nona Tamara? bukan kah dia kekasih kak Rayden?"


__ADS_2