My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 69 - Sidang Internal


__ADS_3

Puas saling memberikan sentuhan, akhirnya Disha dan Rayden ke luar dari ruangan itu.


Namun alangkah terkejutnya Disha saat melihat Rafaela sudah berdiri tepat di hadapan pintu ruangannya.


Bukan takut, hanya gugup, seolah apa yang telah mereka lakukan di dalam sana diketahui oleh Rafaela.


Perawat yang mesyum sedang menggoda sang pasien.


Astaga. Disha bahkan sampai menelan ludahnya dengan kasar.


Sedangkan rafaela dia mendengar kabar jika sang tuan muda Turun ke bawah dan mendatangi ruang kerja gadis cupu ini. Karena itulah kini dia di sini untuk memastikan semuanya dan alangkah terkejutnya dia jika ternyata kabar itu benar.


"Tuan Rayden," sapa Rafaela dengan sangat sopan, di depan pria ini dia layaknya malaikat. Tak menunjukkan sedikitpun kebencian pada gadis cupu dibelakang sang tuan muda.


Namun Rayden bergeming. Selama ini dia baik karena mengira jika Rafaela lah yang ada dalam ingatannya ketika menerapkan tehnik akupuntur Itu, tapi ternyata bukan. Itu adalah pekerjaan sang ibu mertua dan gadis hanya mengaku-ngaku saja.


Namun Rayden tidak marah, hanya malas berurusan saja.


"Kenapa anda repot-repot datang kesini, lebih baik pergi ke taman jika ingin keluar," ucap Rafaela lagi.

__ADS_1


Dan berulang kali mendengar ada wanita lain yang memberikan perhatian pada sang suami, membuat Disha tak suka. Dia akhirnya buka suara ...


"Perawat Rafaela, ku rasa aku dan tuan Rayden tahu apa yang kami lakukan, jadi berhentilah untuk ikut campur," balas Disha, malah terdengar lebih kasar, Rayden bahkan sampai melirik istrinya, kaget melihat sikap bar-bar itu. Lalu senyum saat yakin jika Aresha sedang cemburu.


Dan mendengar kalimat menohok dari Disha, membuat Rafaela meninggikan pandangan dan melihat gadis cupu itu.


Tapi fokusnya bukan ke wajah Disha, malah ke leher gadis cupu ini yang terlihat ada bekas ciuman.


Deg! Rafaela tersentak.


Menelan ludahnya sendiri dengan kasar, otaknya pun mulai berpikir yang tidak waras.


Ya ya ya, tidak mungkin itu bekas ciuman tuan Rayden.


Gila gila gila, ternyata dia bukan gadis polos, dia adalah pemain, iew, menjijikkan.


Dan sadar jika lehernya diperhatikan oleh Rafaela, Dhisa dengan segera mengambil langkah untuk pergi dari sana.


"Permisi," ucapnya dengan kepala sedikit menunduk.

__ADS_1


Dengan cepat Rafaela menyebar kabar itu, tentang Disha yang gadis murahan. Lalu menargetkan tuan Rayden sebagai incarannya.


Dara yang mendengar desas desus itu merasa tak suka. Dia ikut membela meski Disha tidak bersamanya lagi.


Dan Tamara bahkan sampai mendengar kabar itu.


"Disha," gumam Tamara dengan dahi yang berkerut, tak menyangka jika selera Rayden kini telah berubah.


Namun sungguh Disha tidak peduli dengan semua rumor itu. Rumor yang menyebar luas bahkan sampai melibatkan kode etik perawat.


Merasa menemukan kesempatan untuk menjatuhkan Disha, Rafaela sampai membuat aduan secara resmi kepada sang direktur utama.


Jadi hari kedua setelah rumor itu tersebar, Disha dipanggil untuk datang menemui dokter Anna, menurut kabar yang tersebar, Disha akan disidang secara internal.


Rafaela dan Dena tertawa keras, bangga, selalu punya cara untuk menekan hidup si gadis cupu.


Setelah mengetuk pintu dan mendapatkan izin masuk, Disha pun membuka pintu ruangan itu.


Alangkah terkejutnya Disha ketika melihat ibunya tidak sendirian ...

__ADS_1


__ADS_2