My Geeky Doctor

My Geeky Doctor
MGD Bab 37 - Rahasia


__ADS_3

Rayden menatap lekat Disha, tatapan yang lebih dalam daripada biasanya.


Seorang gadis berkacamata, dengan citra cupu yang sangat melekat di dalam dirinya, namun selalu berhasil mencuri perhatian.


Mulut Rayden memang terkunci rapat, namun dalam benaknya banyak sekali pertanyaan.


"Silahkan cuci tangan Anda, Tuan, setelah itu lanjutkan sarapannya," ucap Disha, meski jantungnya bergemuruh hebat namun sebisa mungkin dia terlihat biasa saja.


Entah apa yang sudah berhasil Rayden lihat dari ponselnya, tapi Disha sangat yakin ada hal yang membuat pria itu sampai menatapnya intens seperti ini.


Lamunan Rayden pecah, tatapannya mulai teralih dari wajah polos itu. Dia mencuci tangannya dan segera dikeringkan. Lalu menyantap makanan seperti apa yang telah diinstruksikan oleh Disha, mulai membiasakan tangannya untuk membuat gerakan sederhana seperti ini.


Di saat Rayden menyantap habis makanannya, Disha pun terus setia menemani, duduk di kursi-nya dengan tenang. Namun siapa yang tau jika dalam hatinya gadis itu terus mengutuk diri sendiri.


Bodoh, bagaimana bisa aku seceroboh itu. Bagaimana bisa aku meninggalkan ponsel ku disini.


Darco pasti mengirim pesan karena aku tidak menjawab teleponnya.


Pesan itu pasti hanya namanya saja, agar aku tau itu telepon darinya.


Bodoh. Tidak, kamu harus tenang Sha, tenang, tenang. Dia pun pasti akan paham siapa itu Darco.


Ya, seperti itu.

__ADS_1


Meyakini pemikirannya sendiri akhirnya Disha mulai bisa bernafas lega. berulang kali terus membenarkan bahwa Rayden tidak akan mengenali Darco.


beberapa menit berlalu dan akhirnya Rayden telah selesai, semua makanan yang terjadi sudah habis dia lahap. Disha pun dengan segera membereskannya kemudian pamit untuk pergi.


Ada jarak yang tak kasat mata tercipta di sana, seperti kembali ada dinding pembatas. Rayden banyak diam sibuk dengan pemikirannya sendiri, dengan semua praduga yang ada di dalam kepalanya.


Sementara Disha pun hanya di, hanya beberapa kalimat penting yang dia ucapkan. Hingga akhirnya benar-benar keluar.


Setelah kepergian Disha, Rayden menatap sekeliling. Mencari sang asisten namun tak dia lihat dimana-mana. Sementara saat ini pikirannya begitu buntu, dia butuh Sam untuk mengurai benang yang kusut ini.


Tentang Disha yang memiliki hubungan dengan Darco. Seorang pria yang dia kenal sebagai pemimpin DarkWeb, pesaing dari Dark VIP kelompok yang dia punya untuk mencari keberadaan Aresha selama ini.


Zhack harusnya mengetahui tentang hal ini. Pikir Rayden, Zhack adalah pemimpin Dark VIP miliknya.


Andai iya, entah apa lagi yang akan dia temukan tentang gadis itu.


"Sam!!" pekiknya, namun pria yang dipanggil jelas tak akan datang. Samuel pergi sejak Rafaela masuk ke ruangan ini.


Rayden mencari ponselnya, namun ternyata benda pipih itu berada cukup jauh dari jangkauan. Berada di meja tv dan sedang di charge.


"Sial!" umpat Rayden.


Dia tak bisa menunggu terlalu lama, jadi memutuskan untuk mengambil ponsel itu sendiri. Dia akan langsung menghubungi Zhack.

__ADS_1


Susah payah Rayden menggerakkan tubuhnya untuk turun dari atas ranjang. Kaki kirinya turun lebih dulu sebagai tumpuan. Lalu tangan kanan dan kirinya dengan perlahan menurunkan kaki kanan. Pelan-pelan namun masih merasakan ngilu yang nyata.


"Argh!" rintih Rayden, namun dia tak mau berhenti. Yang bisa membunuhnya bukanlah rasa sakit ini, namun rasa penasaran yang memenuhi hati dan pikirannya.


Andai Disha mengenal Darco, bisa saja wanita itu menyembunyikan sesuatu dalam hidupnya. Andai benar itu terjadi, mungkin benar juga jika Disha adalah gadis kecilnya.


Selama ini Rayden cukup yakin, ada seseorang dengan kekuasaan hebat menyembunyikan gadisnya itu.


Baru selangkah Rayden bergerak, pria sudah ambruk. Kembali jatuh ke atas ranjang. Ternyata kaki kirinya pun terasa bergetar untuk menopang seluruh tubuhnya.


"Shiit! Sialan! dasar kaki cacat!" makinya pada diri sendiri yang tak punya kemampuan.


"Bodoh! tidak berguna!" makinya lagi pada dirinya sendiri, Rayden bahkan memukuli kepalanya dengan keras.


Untunglah saat itu Samuel masuk dan segera menghentikan sang Tuan.


"Tuan! tenanglah! saya mohon!" ucap Sam, dia mencekal kuat tangan Rayden dan memeluknya erat.


"Aku tidak berguna Sam! aku SIAL!!" pekik Rayden.


Sementara Sam, hanya mampu terdiam dan merasakan dadanya yang sesak. Tak ada satupun yang tau jika Tuannya telah mengalami depresi yang berat, karena hingga kini tak juga bisa menemukan gadis kecilnya.


Rayden selalu takut jika gadis kecilnya itu hidup menderita di salah satu sudut dunia. Kedinginan memeluk tubuhnya sendiri yang kurus.

__ADS_1


Selama ini Sam, menyembunyikan rahasia ini rapat-rapat.


__ADS_2