
Tepat jam setengah tujuh, Athalla telah berdiri di depan pintu kos Kania. Dengan pelan pria itu mengetuk pintu. Kania yang telah selesai berdandan dengan yakin membuka pintu.
Saat pintu terbuka, Athalla takjub melihat Kania yang sangat cantik dengan balutan gaunnya. Walau gaun itu sederhana dan bukan baju yang bermerek tapi sangat elegan di tubuh Kania.
Kania tersenyum membuat Athalla makin terpesona. Setiap mau tidur Athalla selalu berpikir dan bertanya apa yang menyebabkan dia bisa jatuh cinta dengan Kania, padahal banyak wanita yang lebih cantik dari Kania yang mendekatinya.
"Kamu cantik banget, Kania!" ucap Athalla spontan membuat wajah Kania memerah karena di puji begitu.
"Mas bisa aja. Aku jadi malu!" ucap Kania dengan menunduk.
"Tapi kamu emang cantik banget. Tanpa harus ke salon kamu udah sangat cantik," puji Athalla.
Entah berapa kali Athalla memuji Kania. Dia yang pernah dekat beberapa kali dengan wanita kelas atas menjadi takjub dengan kemandirian Kania.
Dengan wajahnya yang cantik, bisa saja dia memikat pria berduit dan memanfaatkan untuk mendapatkan uang.
Athalla mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Sesekali Athalla melirik ke samping. Mencuri pandang pada Kania. Wanita itu bukannya tidak menyadari itu, tapi dia pura-pura tidak tahu. Memandang ke luar dari kaca pintu mobil.
Sampai di rumah Athalla jam telah menunjukan pukul setengah delapan. Setelah mengucapkan salam, Athalla masuk diikuti Kania. Wanita itu begitu takjub melihat rumah Athalla yang sangat mewah.
__ADS_1
Saat sampai di ruang tamu, Athalla melihat ada sepasang suami istri yang seusia papi. Athalla menyapa semuanya dan menyalami tamu, begitu juga Kania. Dia melakukan hal yang sama dengan Athalla.
"Kemana Mami, Pi? tanya Athalla karena tidak melihat wanita yang telah melahirkan dirinya itu ada di antara para tamu.
"Mami sedang menyiapkan makan malam kita bersama Fitri anaknya Om Yusuf dan tante Melli," ucap Papi. Sepertinya sengaja mengatakan itu agar Athalla sadar jika ada wanita lain yang menjadi tamu malam ini.
"Oh ya, Pi, kenalkan ini teman dekatku Kania," ucap Athalla. Kania mau menyalami Papi tapi pria itu tidak menyambutnya. Kania menurunkan lagi tangannya. Athalla merasa tidak enak melihat Kania yang tampak sedih.
"Papi, Kania mau salaman!" ucap Athalla.
"Maaf, Papi dan dia bukan mahram. Jadi tidak mungkin bersalaman," jawab Papi. Athalla hanya bisa menarik napas dalam. Memang dalam ajaran agama mereka memang begitu adanya.
Saat bersamaan Mami datang dengan seorang wanita muda yang cantik dan berhijab. Mami memeluk lengannya sambil berjalan mendekati mereka. Perubahan wajah Mami jelas terlihat saat dia memandangi Kania. Namun, wanita itu berusaha memberikan senyum terbaiknya.
"Baru beberapa menit, Mi!" jawab Athalla.
"Kenalkan ini Alifhia Fitri, cantikan. Berhijab lagi. Calon menantu idaman," ucap Mami. Kania menarik napas dalam mendengar ucapan Mami.
Fitri mengepalkan kedua tangannya di dada sebagai salam perkenalan dengan Rafka dengan menyebut namanya. Setelah itu mengulurkan tangan pada Kania. Kania menyambutnya dengan senyuman. Wanita itu juga mengulurkan tangannya pada Mami Marni dan disambut dengan terpaksa yang dapat di lihat dari gerakan tangannya yang hanya me nyambut di ujung jari jabatan tangan Kania.
Kania menyadari dia datang di saat yang tidak tepat. Makan malam ini bukan untuknya. Pasti semua ini di rencanakan untuk menjodohkan Fitri dan Athalla.
__ADS_1
Namun, itu tidak membuat hati Kania langsung terluka. Dari awal dia telah menyadari perbedaan antara dirinya dan Athalla begitu banyak, jadi dia telah menyiapkan semua hatinya agar tidak terluka dalam.
"Tenang, hatiku ini buatan Tuhan. Kuat dan tidak mudah patah. Seandainya hatiku buatan manusia pasti telah hancur saat ini," ucap Kania dalam hati.
Jika malam ini hubungannya harus berakhirpun, Kania telah siap. Kania mengulurkan tangannya menyambut tangan Fitri. Diakui Kania gadis itu sangat manis dan anggun.
"Kita makan malam langsung aja, ya? Fitri ini selain cantik ,rajin dan pintar masak lagi. Beruntung banget Ibu Meli memiliki putri. Aku juga ingin punya putri seperti Fitri."
"Ibu Marni bisa aja. Ibu juga beruntung memiliki putra tampan dan rajin serta giat bekerja seperti Athalla."
"Mereka berdua sepertinya memang cocok dan berjodoh!" ucap Bu Marni.
Athalla yang merasa tidak enak dengan ucapan ibunya memandangi Kania. Pandangan mereka beradu, Kania memberikan senyumnya. Melihat Kania yang tersenyum hatinya sedikit lega.
Setelah bicara basa basi, Mami Marni mengajak semuanya makan. Saat Athalla mengajak Kania duduk di sampingnya, Mami langsung menyela.
"Kania, kamu duduk di samping sini aja."
Mami menunjuk kursi di seberang Athalla dan meminta Kania duduk di sana. Dengan masih tersenyum Kania pindah. Senyuman yang diberikan Kania membuat Athalla makin kagum. Tidak ada kemarahan atau sakit hati atas perlakuan mami-nya.
Aku mau kamu. Semuanya darimu. kekuranganmu. kesalahanmu. ketaksempurnaanmu. Aku menginginkanmu, dan hanya kamu. Ketika kamu melihat seseorang dalam kondisi terburuknya, secara mental dan fisik, namun kamu masih menganggapnya cantik dalam segala hal, itulah cinta. Dan jika itu cinta, berhentilah menghakimi masa lalunya. Lebih baik berdirilah di sampingnya, bantulah dirinya memperindah masa depannya.
...****************...
__ADS_1