
"Aku memang sempat kecewa, tapi kini sudah tidak lagi. Setelah memikirkan semuanya, tidak seharusnya aku kecewa atas pengakuan mami kamu, Mas. Orangtuaku juga salah saat itu. Tidak ada yang perlu dibenarkan sama sekali."
Rasa cintanya yang besar pada Athalla, membuat Kania bisa berpikir dewasa untuk tidak memperpanjang masalah ini. "Aku sudah memaafkan kamu dan juga orang tuamu, Mas. Maaf, tadi langsung meninggalkan tante sendirian di ruangannya."
Athalla tidak tahu harus berkata apa. Wanita yang ada dihadapannya saat ini seperti malaikat baginya. Sedikit noda di masa lalunya itu tertutupi dengan semua sikap dan sifatnya yang baik dan pemaaf.
Athalla merasa sangat beruntung dicintai dan mencintai Kania. Tidak ada alasan baginya lagi buat menunda pernikahan dengan wanita ini.
Athalla menarik pelan tubuh Kania, mendekapnya erat. Dia ternyata tidak salah memilih wanita yang dicintai.
"Sayang, aku janji akan membahagiakan kamu selamanya. Sebagai bukti cintaku dan juga penebus rasa bersalah dari Papi. Sekarang kamu mandi dan kita ke rumah sakit lagi, ya? Pasti Mami kuatir melihat kamu tadi langsung lari."
"Maafkan aku, Mas."
__ADS_1
"Kenapa kamu yang minta maaf. Kamu tidak salah, Sayang."
"Aku telah membuat Mami kuatir. Aku takut nanti memengaruhi kesehatannya."
"Sayang, rasa cintaku padamu makin bertambah setiap harinya. Ketika aku menatap matamu, aku tidak melihatmu, aku melihat hari ini, hari esok, dan masa depanku selama sisa hidupku. Ketika aku menatap matamu, aku tahu aku telah menemukan cermin jiwaku. Mencintai kamu tidak pernah sebagai pilihan. Itu suatu keharusan. Memikirkanmu sudah menjadi kebiasaan, memimpikanmu adalah kecanduan, dan mencintaimu adalah konsekuensi yang tak terhindarkan.”
Kania menatap mata Athalla dengan senyum semringah. Cintanya pada pria itu juga tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Begitu besarnya. Setiap helaan napasnya, nama Athalla selalu saja di sebut dan tidak pernah Kania berhenti mengucapkan syukur karena di cintai sebesar ini oleh seorang pria seperti Athalla.
Entah ini kebetulan atau memang takdir Tuhan, skenario nya Tuhan yang mempertemukan dia dengan Athalla yang ternyata ada hubungan dengan kecelakaan kedua orang tuanya.
"Kamu dan cuma kamu. Hanya denganmu aku bisa merangkai kata hingga terbentuk suatu kalimat indah."
Athalla menarik pinggang Kania hingga wanita itu berada di atas pangkuannya. Athalla menempelkan dahinya di dahi Kania.
__ADS_1
"Hal yang aku suka dari kamu adalah kekuranganmu, hal itu mengajariku untuk menerima segala keadaanmu. Kamu membuatku bahagia lewat cara yang orang lain tak bisa. Untuk sekali dalam hidupku, aku tidak harus berusaha bahagia. Ketika aku bersamamu, itu terjadi begitu saja. Kamu adalah sumber kebahagiaan itu."
Athalla mengecup bibir Kania lembut. Ciuman yang awalnya lembut akhirnya menuntut. Athalla menarik pinggang Kania yang berada dipangkuannya agar makin merapat. Tangannya masuk ke dalam baju Kania dan mengelus kulit punggung Kania yang lembut.
Athalla mendorong tubuh Kania hingga terlentang di sofa. Athalla saat ini telah berada di atas tubuh Kania. Kembali di kecup bibir mungil Kania.
Mata Athalla berkabut menahan hasrat. Tangannya membuka kancing baju Kania dan mengecup dada Kania. Tangan Athalla bermain di bukit kembar wanita yang dicintainya. Setelah itu kembali dilu*mat bibir wanita yang dicintainya itu. Saat melihat Kania yang kesulitan bernapas, Athalla melepaskan pagutan mereka.
"Mas ...." Hanya ucapan itu yang keluar dari bibir mungil Kania. Sesungguhnya dia tadi juga terbuai dengan perlakuan Athalla.
"Maaf, Sayang," ucap Athalla dan bangun dari atas tubuh Kania. Dia tersadar dengan apa yang dilakukan. Athalla tidak akan mengulang kesalahan dulu lagi. Dia tidak akan menyentuh Kania sebelum halal.
"Maaf, Sayang. Aku hampir saja khilaf. Aku janji tidak akan menyentuh kamu sebelum kita halal. Aku mau minta izin dengan Mami agar merestui kita secepatnya," ucap Athalla. Kania hanya mengangguk sebagai jawabannya.
__ADS_1
...****************...