
Athalla berjalan tergesa di lorong rumah sakit setelah mendengarkan alasan dari Anggara mengundur jadwal rapat mereka.
Saat Athalla akan mengantar Syafa pulang, dia kembali dihubungi Anggara yang meminta maaf karena harus menunda rapat untuk kerjasama perusahaan mereka.
Athalla mencoba mencari tahu alasannya. Pria itu takut alasan pembatalan rapat karena Kania yang tidak mau bertemu dirinya lagi. Athalla telah mengetahui jika Kania sekretaris Anggara sahabatnya.
Saat Anggara mengatakan alasannya karena Kania sakit, Athalla langsung berputar haluan menuju rumah sakit ditemani Syafa.
Tanpa mengetuk Athalla masuk ke ruang yang dikatakan Anggara. Saat membuka pintu, Athalla melihat kekasih hatinya yang terbaring lemah dengan jarum infus di tangan.
Anggara yang sedang membaca novel online karya mama Reni yang berjudul TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU di ponsel miliknya, kaget mendengar seseorang membuka pintu dengan paksa.
Athalla langsung menuju tempat tidur tanpa menyapa Anggara. Perasaan panik membuatnya mengabaikan Anggara yang sedang menunggu Kania.
Tanpa malu dan sungkan dengan Anggara dan Syafa, Athalla memeluk dan mengecup pipi Kania. Merasakan bibir basah yang menempel pipinya, Kania membuka mata. Kania mengucek matanya melihat Athalla. Wanita itu berpikir pasti semua hanyalah mimpi.
Kania menutup matanya kembali, karena dia masih berpikir semua ini hanyalah mimpi. Athalla duduk di samping ranjang dan menggenggam tangan Kania.
"Sayang, kamu sakit apa? Aku kuatir banget," ucap Athalla.
Mendengar suara Athalla, Kania kembali membuka matanya. Kania mengangkat tangannya dan mengusap pipi Athalla untuk meyakinkan apakah ini nyata atau hanya ilusi semata.
Athalla meraih tangan Kania dan mengecupnya. Barulah Kania sadar jika ini nyata. Bukan sekadar ilusinya saja.
"Mas, aku nggak sedang bermimpi?" tanya Kania dengan suara pelan.
"Nggak, Sayang. Aku di sini. Aku akan menjaga kamu hingga sembuh."
"Tunangan Mas bagaimana? Pasti dia akan sakit hati jika tahu Mas di sini. Pulanglah. Aku bisa di jaga Pak Anggara. Aku tak mau nanti salah paham. Kita sudah bicarakan ini,bukan? Sebaiknya kita saling ikhlas. Jika Masa masih di sini, aku akan lebih sulit melepaskan dan melupakan kamu."
__ADS_1
Air mata mulai menetes dari sudut mata Kania. Dia mencoba melepaskan genggaman tangan Athalla.
"Mas, kembalilah. Sebagai wanita aku tahu bagaimana perasaan tunangan kamu jika tahu saat ini Mas menemani aku. Aku belajar ikhlas dari kehilangan kamu. Jangan buat semua makin sulit bagiku. Jika Mas masih di sini. Lagi pula aku nggak mau Mami akan makin membenci aku jika tahu kamu ada di sini."
"Sayang, aku dan Syafa tunanganku,sepakat akan mengakhiri dan membatalkan pertunangan."
"Kenapa, Mas? Aku nggak mau Mami berpikir aku yang meminta kamu untuk mengakhiri semua ini."
"Kamu jangan kuatir. Semua itu akan kami tangani berdua. Oh ya Sayang, kenalkan ini Syafa, wanita yang bertunangan dengan aku kemarin."
Syafa yang tadinya berdiri sedikit jauh, mendekati tempat tidur Kania. Wanita itu memberikan senyuman yang sangat manis sambil mengulurkan tangannya.
Kania menyambut uluran tangan Syafa. Mereka saling menyebutkan nama masing-masing. Kania tampak kikuk berhadapan dengan Syafa. Mungkin karena status Syafa yang saat ini adalah tunangan Athalla. Walau tadi Athalla mengatakan jika mereka sepakat akan mengakhiri pertunangan namun, saat ini status wanita itu masih tunangannya.
"Maaf Kania. Aku nggak tahu jika Athalla memiliki kekasih. Maaf jika pertunangan kami ini membuat kamu terluka. Jika aku tahu dari awal, Athalla memiliki kekasih hati, aku akan berusaha menolak. Mungkin ini salah kami berdua yang tidak pernah bicara dari hati kehati," ucap Syafa.
Kania menarik nafas dalam. Tidak tahu harus berkata apa. Dia takut semua pembatalan pertunangan ini karena dirinya. Kania tidak ingin Syafa, terpaksa melepaskan ikatan pertunangan mereka atas permintaan Athalla.
Kania tahu bagaimana sakitnya mengetahui orang yang kita cinta lebih memilih wanita lain. Wanita itu tidak mau menjadi duri dalam suatu hubungan.
"Mbak, aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Kania. Syafa menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
Anggara masih tetap duduk di tempat yang sama, tidak ingin ikut campur dengan urusan pribadi mereka bertiga. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka.
"Apakah keputusan untuk mengakhiri pertunangan ini adalah ide dari Mas Athalla?" tanya Kania.
Athalla kaget dengan pertanyaan yang diajukan Kania namun pria itu langsung paham apa yang dimaksud Kania. Pasti wanita yang dicintainya itu berpikir jika Athalla yang meminta hubungan pertunangan ini berakhir.
Syafa tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Kania. Sepertinya wanita itu juga lama apa yang Kania maksudkan. Syafa sekarang mengerti kenapa Athalla begitu mencintai Kania. Pasti karena hatinya yang begitu baik.
__ADS_1
Jika wanita lain yang berada di posisi Kania, pasti dia sendiri yang meminta Athalla memutuskan pertunangan kekasihnya. Namun, Kania melepaskan dengan ikhlas kekasihnya bertunangan karena tidak ingin Athalla melawan kehendak Mami nya.
"Kania, aku tahu maksud dari pertanyaan kamu itu. Aku yang meminta pertunangan ini berakhir karena aku juga memiliki kekasih hati. Kamu jangan berpikir ini kemauan Athalla."
Kania menarik nafas lega. Dia tidak ingin menjadi penghalang bagi hubungan Athalla dan Syafa. Walau dia sangat mencintai Athalla, dia tidak ingin mempertahankan Athalla dengan mengorbankan hati seseorang.
"Mbak, aku hanya takut jika ini kemauan Mas Athalla dan kamu terpaksa melepaskannya. Aku tahu bagaimana sakitnya melepaskan orang yang kita sayangi."
Setelah cukup panjang mereka bicara, akhirnya Syafa pamit. Dia akan menemui kekasihnya. Jika dia pulang ke rumah akan sulit lagi keluar tanpa kawalan. Mungkin hari ini Syafa akan membohongi orang tuanya. Biarlah mereka berpikir Syafa pergi dengan Athalla.
"Aku pamit. Doakan aku dapat meyakinkan ibuku untuk dapat menerima Bang Andi. Aku masih takut jika kedua orang tuaku makin menentang hubungan kami setelah tahu aku yang membatalkan pertunangan ini."
"Aku mendoakan semua yang terbaik untukmu, Mbak. Percayalah orang baik akan dipertemukan dengan orang baik. Semoga semua keinginan Mbak bisa terwujud," ucap Kania.
"Syafa, aku nggak tahu harus berkata apa. Aku berterima kasih atas pengertian kamu. Aku juga memiliki ucapkan terima kasih atas keikhlasan kamu untuk melepaskan pertunangan ini tanpa aku meminta. Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu," ucap Athalla dengan tulus.
Syafa juga pamit dengan Anggara sebelum keluar ruangan. Anggara yang merasa kehadirannya akan mengganggu pasangan itu ikut pamit keluar.
"Aku juga akan pamit. Mau menghirup udara segar di luar sekalian mencari makanan," ucap Angga.
"Angga, aku nggak tahu harus berkata apa. Yang pasti aku sangat berterima kasih atas apa yang telah kamu lakukan untuk Kania."
"Santai saja. Itu kewajiban aku sebagai atasannya. Bukankah Kania itu datang bersamaku. Aku bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengannya. Aku pamit. Jika ada perlu hubungi aku."
...****************...
Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.
__ADS_1