
Hari ini Anggara dan Kania harus berangkat ke Singapura. Proyek yang akan mereka kerjakan telah menunggu.
Athalla melepas dengan berat hati. Athalla meminta waktu pada Anggara sekitar lima menit sebelum mereka lepas landas.
Athalla membawa Kania ke suatu sudut ruangan. Memeluk kekasihnya itu erat. Terkadang Kania heran dengan pria yang ada dihadapannya saat ini. Gadis yang jauh lebih baik dan pintar dari Kania pasti akan dengan mudah dia dapatkan.Namun, pria itu lebih memilihnya dan sangat bucin.
"Sayang, aku akan segera melamar dan menikahi kamu. Tolong jaga hatimu hanya untukku," ucap Athalla.
Mengacuhkan orang yang lewat di dekat mereka, Athalla mengecup bibir mungil Kania. Athala mengecup lama sekali. Berakhir dengan pelukan seolah Athalla enggan melepaskan kepergian Kania.
Kania berjalan dengan pelan menuju pintu masuk bandara..Melambaikan tangannya pada Athalla. Sebenarnya Kania juga berat berpisah dari Athalla. Namun, demi membuktikan pada semua orang jika dia pantas dicintai dan pantas mendampingi
Athalla, Kania kuatkan tekat untuk maju.
***
Athalla telah sepakat dengan Syafa untuk membahas pembatalan pertunangan mereka. Pada Mami, Syafa akan meminta pembatalan pertunangan dengan alasan tidak ingin terluka karena Athalla yang masih mencintai Kania. Nanti dengan Ibunya Syafa, Athalla meminta pembatalan pertunangan dengan alasan Syafa yang masih mencintai kekasihnya.
Saat ini mereka bertiga telah berada di meja makan. Syafa tadi telah mengatakan keinginannya untuk membatalkan pertunangan mereka.
Mami tidak bisa menerima semua ini. Dia membujuk Syafa dan meyakinkan wanita itu jika Athalla pasti akan bisa menjadi suami yang baik.
***
__ADS_1
“Ada apa dengan kamu Athalla!” seru Mami Athalla kepada tingkah anaknya itu.
“Aku tidak cinta dengan dia, Mi!” Athalla melakukan pembelaan. Cinta adalah faktor yang utama dalam pernikahan. Athalla hanya ingin bertunangan, bahkan menikah dengan wanita yang dia cintai begitulah alasan Athalla pada maminya.
“Lalu kamu mencintai siapa? Perempuan tidak jelas itu?!” Mami Athalla sangat emosi dengan keputusan anaknya.
Kegiatan makan malam hari itu kini sudah menjadi area pertarungan antara Athalla dan Maminya. Ketegangan benar-benar terasa keluar dari mereka berdua.
Syafa sejak tadi hanya berada di sana juga hanya bisa diam saja mendengarkan lemparan pertanyaan dari keduanya tanpa berani ikut campur. Semua ini telah Syafa dan Athalla rencanakan.
“Dia wanita yang sangat jelas untuk Athalla, Mi!” seru Athalla tidak terima jika Kania disebut sebagai wanita tidak jelas.
“Dia bahkan sudah ninggalin kamu, Athalla! Apa lagi yang kamu harapkan darinya?!” tanya Mami dengan emosi.
“Iya, semua karena Mami. Kalau saja Mami memberikan sedikit saja kesempatan kepada Kania, semua ini tidak akan terjadi!” Athalla berdiri dari duduknya. Dia melepaskan cincin yang ada di tangannya dan pergi begitu saja meninggalkan Maminya dan Syafa.
Syafa sendiri tahu bahwa sejak awal Athalla sama sekali tidak menyukainya. Seharusnya sejak awal pertunangan ini tidak pernah dilaksanakan jika hanya akan memberikan luka kepada kedua belah pihak.
“Kalau memang Athalla mencintai Kania, aku akan mundur, Mi,” ucap Syafa menatap Mami Athalla serius.
Syafa dengan susah payah mengucapkan hal itu. Sebenarnya ada rasa kasihan dan tidak tega melihat wajah kecewa Mami. Wanita itu sangat baik dengannya. Namun, semua harus diakhiri karena cinta tidak bisa dipaksakan.
“Tidak sayang, kamu nggak boleh mundur!” Mami Athalla memegang tangan Syafa meyakinkan gadis itu untuk tidak menyerah dengan pertunangan mereka.
__ADS_1
“Sudah sangat jelas Athalla tidak menginginkanku, Mami. Dia terlalu mencintai Kania dan aku tidak bisa melihat tunanganku mencintai orang lain selain diriku!” Syafa melepaskan cincin yang melekat di jari manisnya lalu meletakkannya di atas meja.
“Kamu nggak bisa lakuin itu, sayang.” Mami Athalla masih berusaha meyakinkan Syafa.
“Bertahan dalam hubungan ini hanya akan menyakiti kami berdua, Mami,” ucap Syafa lalu bangkit dari duduknya dan pergi dari sana.
Ini adalah keputusan yang sangat tepat menurut Syafa. Gadis itu tidak bisa bertahan dalam hubungan yang jelas-jelas tidak bisa dipertahankan lagi. Tetap berada di sana hanya akan membuatnya tertimpa reruntuhan.
Syafa dan Athalla memiliki tambatan hati. Percuma jika dia terus bertahan dengan hubungan ini.
Syafa cepat berlalu sebelum sandiwaranya dan Athalla terbongkar. Jika lebih lama berada di dekat mami dan melihat wajah kecewanya, Syafa takut dia akan berubah pikiran.
Setelah kepergian Syafa, Mami langsung menuju kamar Athala dan mengetuk pintu kamarnya. Athalla dengan terpaksa membuka pintu kamarnya.
"Apa-apaan ini, Atha? Wanita seperti apa lagi yang kamu inginkan? Apa kurangnya Syafa? Cantik, baik dan juga pintar. Berasal dari keluarga terpandang," ucap Mami dengan suara tinggi.
"Kurang cuma satu. Yaitu aku tidak mencintainya. Namun, satu kekurangan itu bisa membuat hidupku menderita selamanya. Cobalah Mami mengerti, yang akan menjalankan semua ini aku. Jadi aku yang tahu, siapa yang pantas mendampingi aku!"
"Kau akan menyesal suatu saat nanti. Membuang berlian demi sebongkah batu!"
Setelah mengucapkan itu, Mami pergi dari kamar Athalla. Wanita itu tidak habis pikir dengan apa yang telah Athalla lakukan. Pertunanagan yang baru beberapa hari dilaksanakan harus dibatalkan.
.
__ADS_1
Mami memandangi jalanan dari jendela kamarnya. Tidak menyangka Athalla akan membatalkan pertunangan ini.
...****************...