NODA MASA LALU

NODA MASA LALU
Bab 28. Karma


__ADS_3

Apa pun yang kamu berikan untuk hidup, itu kembali padamu. Jangan membenci siapapun. Kebencian yang keluar darimu suatu saat akan kembali padamu. Cintai orang lain. Dan cinta akan kembali padamu.


***


Secara pengertian sederhana, karma berarti suatu konsekuensi yang diterima karena kelakuan atau perbuatan si manusia sendiri.


Ada yang menyangkutpautkan karma dengan sesuatu hal buruk. Tetapi, ada juga yang percaya, karma merupakan balasan bagi perbuatan seseorang di masa lalu.


Namun, tak semua karma itu berbuah pahit. Apabila seseorang menanam benih kebaikan tentu akan mendapat buah yang manis di masa depan. Karma buruk terjadi jika seseorang menanam keburukan.


Itu mungkin yang terjadi pada Adit saat ini. Dia merasa karma mulai menghampirinya. Apakah ini buah dari perbuatannya. Adit terduduk di lantai, menarik rambutnya frustasi.


Semua temannya saat ini sedang membicarakan video yang beredar saat ini. Jika dulu video dirinya dan Kania itu sengaja dia edarkan pada temannya hanya untuk memperlihatkan jika tubuh Kania sangat indah.


Dia hanya ingin membuktikan pada temannya jika pilihannya tepat dan tubuh Kania begitu menggoda namun, temannya menyebarkan ke teman yang lain hingga tersebar luas.


"Apa yang kamu lakukan ini, Fani? Dari awal sudah abang ingatkan denganmu. Jangan pernah mau dekat dan berhubungan dengan Alex. Dia bukan pria yang baik!" ucap Adit.

__ADS_1


"Awalnya Alex itu perhatian dan baik. Aku percaya dengannya tapi belakangan dia mulai berubah. Apa lagi sejak Alex dijodohkan dengan perempuan lain. Aku ditinggalkan," ucap Stefani menangis.


Adit bangun dari duduknya dan mendekati Stefani. Berdiri di hadapan wanita itu. Memandangi tajam adiknya.


"Apa yang kamu katakan? Jadi dia mau lari dari tanggung jawab. Setelah puas denganmu, Alex lalu meninggalkan kamu dan akan menikah dengan pilihan orang tuanya?" tanya Adit.


"Ya, bulan depan dia akan menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Anak dalam kandunganku saja tidak mau diakui!" ucap Stefani keceplosan.


Adit semakin kaget mendengar ucapan dari Stefani. Adiknya itu juga terdiam menayadari jika dirinya baru saja mengakui kehamilannya.


Adit makin mendekati Stefani. Adiknya itu menunduk ketakutan. Dia mengutuk diri sendiri karena keceplosan dalam berucap.


"Jangan katakan jika kamu hamil saat ini!" ucap Adit dengan penuh penekanan. Stefani hanya diam tanpa sanggup membalas ucapan abang-nya itu.


Stefani tidak tahu, harus senang atau sedih karena keceplosannya itu. Senang karena akhirnya dia bisa bicara jujur. Sedih atau takut karena harus menghadapi kemarahan Abang-nya.


"Katakan dengan jujur! Apa saat ini kamu sedang hamil?" tanya Adit dengan suara tinggi.

__ADS_1


Stefani langsung berlutut dihadapan abang-nya dan tangisannya makin kencang terdengar. Dia tahu semua salahnya. Dari awal Adit telah melarang dia untuk dekat dengan Alex, tapi Fani tidak pernah mendengar peringatan abang-nya itu.


Alex temannya Adit. Sama seperti Athalla, dia sering main ke rumah. Berbeda dengan Athalla, Alex yang duluan mendekati Stefani. Tanpa Adit tahu, Alex mendekati Stefani.


Dengan modal wajah yang tampan, di tambah perhatian yang Alex berikan akhirnya Stefani luruh dan jatuh cinta. Semua terlihat indah pada awalnya. Hingga keperawanannya di serahkan Stefani buat Alex. Kegiatan mereka selalu direkam Alex. Namun, Stefani tidak menaruh curiga karena berpikir semua hanya buat kenangan.


"Maafkan aku, Bang!" ucap Stefani sambil berlutut.


"Jadi benar kamu hamil saat ini?!" Sekali lagi Adit bertanya. Stefani hanya bisa menganggukan kepala sebagai jawaban.


Tanpa Stefani duga, abangnya yang begitu menyayanginya menendang Fani hingga wanita itu tersungkur. Tidak puas sampai di situ, Adit menarik baju Fani memintanya berdiri dan menampar wajah Fani.


Fani yang tidak pernah menduga jika abangnya yang begitu mencintainya tega menamparnya menjadi kaget dan memandangi wajah Adit tanpa kedip.


"Jadi wanita itu jangan murahan. Menyerahkan diri pada pria sebelum menikah. Sekarang yang rugi siapa? Pihak wanita'kan? Apa yang akan Papa dan Mama lakukan jika tahu kamu hamil! Bukan hanya kamu saja yang akan menanggung malu tapi seluruh keluarga!" ucap Adit emosi.


"Aku memang salah! Semua telah terjadi. Tidak akan bisa kembali. Biar aku yang akan menanggung dari hasil perbuatanku!"

__ADS_1


"Alex harus tanggung jawab. Dia tidak bisa lepas tangan setelah melakukan semua ini," ucap Adit. Pria itu lalu berjalan meninggalkan kamar Stefani. Hanya satu tujuannya, mencari Alex dan meminta tanggung jawabnya.


...****************...


__ADS_2