
Kania menghela napasnya. Dia baru saja sampai di kota Batam. Kania tahu jika Athalla bukanlah orang sembarangan. Jika dia peduli, dan ingin mencari tahu keberadaan dirinya akan sangat mudah di lacak. Kania berangkat ke Pekanbaru dengan pesawat.
Untuk mengelabui orang suruhan Athalla yang mungkin akan mencarinya, Kania pergi ke kota Batam menggunakan jalur air. Dengan kapal laut, Kania sampai di kota Batam. Teman kuliah Kania yang bernama Tari akan menampungnya di sana.
Kania akan bekerja di salah satu perusahaan yang terbesar di kota itu. Lamaran telah Kania kirim melalui online. Hanya menunggu panggilan wawancara saja.
Athalla yang telah dapat kabar kenapa Kania pergi mendatangi rumah kediaman orang tuanya. Athalla baru tahu jika Mami yang meminta Kania pergi dari rekaman CCTV.
Athalla melihat Papi dan Mami sedang menonton di ruang televisi. Athalla langsung duduk tanpa dipersilakan.
Mami dan Papi memandangi Athalla dengan wajah heran. Anaknya itu tampak sangat serius. Entah apa yang ingin dikatakan putranya.
"Mi, katakan dengan jujur! Apa yang kamu katakan pada Kania saat Mami menemuinya di kantor?" tanya Athalla dengan penuh penekanan.
Mami Athalla kaget mendengar pertanyaan anaknya itu. Apakah Kania yang telah mengadu sama Athalla? Ternyata wanita itu cukup berbahaya dan tidak mudah di tekan. Padahal wajahnya tampak tulus dan tidak banyak bicara. Namun, bisa mengadu domba dirinya dan Athalla anaknya.
"Emang Kania mengadu apa denganmu?" Bukannya menjawab pertanyaan Athalla tapi Mami balik bertanya.
__ADS_1
Athalla tampak tersenyum dengan sunggingan. Mami bukannya mengaku kesalahan dirinya tapi menuduh Kania yang bukan-bukan.Jika saja tidak mengingat kalau wanita dihadapannya saat ini yang telah melahirkan dirinya. Athalla pasti telah berkata kasar.
"Mi, bagaimana Kania akan mengadu jika dia telah pergi jauh karena Mami?" tanya Athalla dengan kata-kata penuh penekanan.
Papi yang awalnya diam hanya mendengar mulai mengerti arah pembicaraan istri dan anaknya. Jadi Kania kekasih anaknya pergi dari kota setelah Mami menemuinya. Istrinya itu ada cerita mengenai kekuatirannya mengenai kekasih anaknya yang ternyata memiliki noda di masa lalu.
Tidak ingin istrinya merasa dipojokan anaknya sendiri, sang Papi akhirnya angkat bicara. Membela apa yang dilakukan ibu dari putranya.
"Kenapa kamu menyalahkan Mami atas kepergian wanita itu. Mungkin saja dia pergi karena memang sudah direncanakan. Dia ingin pergi jauh dari kota di mana semua orang telah tahu aibnya," ucap Papi.
Dia tidak akan memaafkan kedua orang tuanya jika semua yang dia pikirkan dilakukan oleh Kania. Apa kedua orang tuanya tidak tahu penyebab kematian Stefani? Pikir Athalla.
"Papi, Mami, apakah tahu penyebab kematian Stefani adiknya Adit?" tanya Athalla.
Tampak Papi dan Mami saling berpandangan. Seolah bertanya apakah tahu. Mereka memang melayat kemarin ke rumah duka tapi kedua orang tua Adit hanya mengatakan jika anaknya meninggal karena sakit.
"Stefani bunuh diri karena tidak bisa menerima tekanan dari keluarga dan orang sekitarnya yang melihat video mesumnya yang beredar. Sama seperti halnya yang dialami Kania. Apakah Mami tidak merasa bersalah jika ternyata Kania melakukan hal yang sama setelah Mami menekannya?"
__ADS_1
Athalla menjeda ucapannya. Dadanya terasa sesak membayangkan jika semua itu memang dilakukan Kania.
Dari orang suruhannya Athalla mendapat kabar jika Kania pergi ke kota Pekanbaru. Namun, setelah dilacak lagi jejaknya menghilang. Taksi yang membawanya dari Bandara di kota Pekanbaru mengantarnya ke sebuah penginapan. Di lacak di penginapan tidak pernah ada nama Kania yang menginap di sana.
Papi dan Mami kaget mendengar penyebab kematian Stefani. Mereka tidak menyangka anak dari seorang pengusaha sukses dan ternama itu mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dan yang lebih mengagetkan, penyebab bunuh dirinya karena video mesumnya yang beredar.
Mami jadi berpikir dengan apa yang Athalla katakan. Bagaimana jika Kania juga bunuh diri setelah dia meminta Kania pergi karena tidak merestui hubungannya dengan Athalla?
"Seharusnya Mami tidak boleh ikut campur dengan pilihan hidupku. Mami, Papi, bukan hanya Kania yang memiliki noda masa lalu. Aku juga sama. Bahkan lebih dari Kania. Papi dan Mami hanya tahu aku seorang pemakai obat terlarang di masa laluku. Bukan hanya itu aibku Pi, Mi!"
Athalla menarik napas dalam. Menjeda ucapannya. Dia harus berkata jujur mengenai semua masa lalunya.
"Aku dulu juga penganut se*ks bebas. Aku melakukan hubungan badan dengan kekasihku berulang kali," gumam Athalla. Namun, suaranya masih dapat di dengar kedua orang tuanya.
Papi, terutama Mami tidak percaya dengan pengakuan Athalla.
...****************...
__ADS_1