NODA MASA LALU

NODA MASA LALU
Bab 26. Kehamilan


__ADS_3

"Mas Athalla. Apa Mas lupa denganku?" tanya wanita itu. Athalla memperhatikan dengan seksama. Tidak salah lagi. Wanita ini adiknya Adit.


"Stefani ...?"


Kembali Stefani memeluk Atha. Pria yang bersama dengannya perlahan berjalan mundur setelah tahu Stefani mengenal Athalla. Tanpa di duga Stefani menangis dan memeluk pinggang Athalla erat.


Kania hanya memandangi tanpa suara. Dia tidak mengerti dengan perasaan saat ini. Apakah ini yang dikatakan cemburu? Dadanya sesak melihat Athalla di peluk wanita muda yang cantik dan modis.


Athalla memandangi Kania. Tampak wajah kekasihnya kurang senang dengan sikap Stefani. Athalla berusaha melepaskan pelukan Stefani namun, wanita itu makin mempererat pelukannya.


"Stefani, lepaskan pelukanmu! Ini di tempat umum. Apa yang dipikirkan orang-orang nanti, melihat kamu memelukku sambil menangis. Lagi pula, di sini ada kekasihku. Aku nggak mau dia nanti salah paham!"


Stefani akhirnya melepaskan pelukannya. Athalla langsung menjaga jarak dan berdiri di samping Kania dengan menggenggam tangannya. Kania membalas demgan tersenyum.


"Apa yang terjadi antara kamu dan pria itu?" tanya Athalla.


"Panjang ceritanya, Mas. Apa tidak sebaiknya kita mencari kafe dulu. Aku juga ingin curhat!" ucap Stefani.


Stefani memandangi penampilan fashion wanita itu. Pakaiannya cukup modis namun, bisa dipastian tidak bermerek.


Dia teringat saat Athalla sering main ke rumah. Sahabatnya Stefani banyak yang naksir pria itu termasuk dirinya. Diam-diam Stefani mencintai Athalla.


Suatu hari dia melihat Athalla sedang tidur dengan wanita lain sehingga hatinya hancur dan berusaha melupakan cintanya.


Athalla mengajak Stefani ke kafe yang terdekat dengan mereka saat ini. Pria itu duduk dengan Kania berada di sampingnya. Athalla mengenalkan Kania dengan Stefani.

__ADS_1


"Kenalkan ini Kania, kekasihku!" ucap Athalla dan memandangi Kania dengan penuh cinta. Kania membalas dengan senyuman. Wanita itu mengulurkan tangannya pada Stefani.


"Aku Stefani. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Aku merasa wajah kamu tidak asing. Seperti aku sering melihatnya!" ucap Stefani.


Kania memandangi Athalla, meminta persetujuan. Apakah yang harus dia katakan. Athalla yang mengerti isyarat dari Kania langsung menjawab.


"Mungkin hanya kebetulan. Terkadang wajah seseorang ada kemiripan bukan?"


"Betul juga,Mas."


"Sekarang katakan apa yang ingin kamu bicarakan. Aku nggak punya banyak waktu. Aku dan Kania ada acara!"


"Mas, aku ...," ucap Stefani terbata. Belum sempat melanjutkan ucapannya. Stefani kembali menangis.


"Kamu kenapa?" tanya Athalla tidak sabar mendengar pengakuan dari wanita itu.


Athalla yang mendengar itu menjadi kaget. Begitu juga Kania. Beruntung dirinya belum sempat hamil atas hubungan terlarang mereka.


"Kalau menurut aku, lebih baik kamu jujur dan menikah dengan pria yang menghamili kamu!" ucap Athalla.


"Aku nggak bisa, Mas!"


"Kenapa nggak bisa? Dia nggak mau tanggung jawab? Pria itu yang tadi ingin menamparmu?" tanya Athalla bertubi-tubi.


Stefani menarik napasnya dan menghapus air matanya. Dia takut mengatakan pada kedua orang tuanya. Apalagi abangnya Adit.

__ADS_1


"Dia mengancam akan menyebarkan video hubungan kami jika aku masih nekat meminta tanggung jawab. Dia juga mengatakan jika anak dalam kandunganku ini belum pasti anaknya. Meminta anak ini lahir dan tes DNA baru dia mau tanggung jawab jika benar darah dagingku. Aku harus katakan apa dengan Papa dan Mama, Mas! Pasti mereka akan marah besar jika tahu semua ini!" ucap Stefani kembali menangis.


Kania menggenggam tangan Athalla. Dia teringat tentang nasib cintanya dengan Adit. Cuma yang membedakan dia tidak hamil dan Adit telah menyebarkan video hubungan mereka.


"Menurutku, kamu harus jujur dan katakan semua yang terjadi dengan kedua orang tua dan abangmu. Siapa tahu ada solusinya. Jangan melakukan tindakan sendirian!" ucap Athalla.


"Aku takut, Mas. Papa dan Mama pasti sangat marah. Apa lagi bang Adit. Dia telah lama melarang aku berhubungan dengan Alex. Namun, aku mengabaikan. Mas, tolong aku. Katakan pada kedua orang tuamu atau abang Adit mengenai masalah ini."


"Maaf Fani. Aku nggak bisa ikut campur."


"Mas, aku mohon. Tolong aku!" ucap Stefani.


Tiba-tiba wanita itu berdiri dan berlutut dihadapan Athalla. Memohon padanya untuk mengatakan semua kebenaran itu. Athalla tetap pada pendiriannya. Tidak ingin ikut campur.


Athalla meminta Stefani kembali berdiri. Dia tidak ingin orang lain yang melihat menjadi salah paham dan menyimpulkan sendiri apa yang terjadi.


Stefani kembali duduk di tempat semula dan menangis lagi. Dia benar-benar takut mengatakan kebenaran atas nama yang terjadi.


"Aku harus bagaimana, Mas. Alex tidak mau tanggung jawab. Dia tidak mengakui anak ini. Bulan depan dia juga menikah dengan jodoh pilihan orang tuanya. Kehamilan aku ini akan membesar. Aku malu!" ucap Stefani dengan terisak.


Kania hanya diam. Tidak ingin ikut campur. Walau dia tahu bagaimana perasaan Stefani. Namun, Kania tidak bisa menasehati. Ternyata nasib adik Adit ini lebih menyedihkan dari dirinya.


Athalla juga tidak bisa membantu. Dia tidak ingin berhadapan dengan Adit. Lagi pula itu bukan urusannya.


Stefani akhirnya pulang atas bujukan Athalla. Pria itu meminta agar adiknya Adit itu berkata jujur. Jika orang tua ikut serta, masalah akan lebih ringan. Siapa tahu kedua orang tuanya dan juga Adit bisa mencari jalan keluarnya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2