
"Jika itu memang benar, bawa wanita yang telah kau renggut kesuciannya dan nikahi wanita itu secepatnya!"
Athalla terperanjat mendengar ucapan Maminya. Bagaimana mungkin dia menikahi wanita yang telah direnggut kesucian olehnya. Itu berarti dia harus menikahi Chika? Untuk bertemu wanita itu saja Athalla tidak sudi apa lagi menikahinya.
"Kenapa aku harus menikahi wanita itu?" tanya Athalla tidak setuju dengan pendapat dari Maminya.
Memang dia menjalin hubungan yang melewati batas wajar dengan Chika, tapi bukan berarti dia harus bertanggung jawab dengan wanita itu.
Jika saja Chika tidak tidur juga dengan Adit, mungkin Athalla akan mau bertanggung jawab. Beda lagi dengan saat ini, wanita itu terbukti juga tidur dengan pria lain.
"Kamu itu jadi pria harus bertanggung jawab. Bahkan seharusnya kamu udah di hukum cambuk atas zina yang kau lakukan. Mami meminta kamu menikahi wanita itu hanya untuk menutupi aibnya. Jika nanti dia menikah dengan pria lain, apa yang akan terjadi saat suaminya tahu dia bukan yang pertama bagi istrinya?"
Athalla menarik napas dalam. Dia tidak bisa menutupi lagi mengenai Chika. Ini semua agar Mami tidak memaksa lagi.
"Aku tau apa yang dikatakan Mami itu benar, tapi aku tidak bisa menikahi Chika, walau aku yang pertama dalam hidupnya," ucap Athalla.
"Kenapa?" tanya Mami. Dia hanya ingin anaknya itu bisa bertanggung jawab dengan apa yang pernah dilakukan.
"Chika bukan hanya tidur denganku aja. Itulah yang menjadi alasan aku putus dengannya. Aku akan bertanggung jawab jika memang aku satu-satunya yang berhubungan badan dengannya."
__ADS_1
Mendengar ucapan Athalla tubuh Mami terasa lemah, dia langsung duduk bersandar. Mami tidak habis pikir, pergaulan macam apa yang Athalla lakukan dulunya. Bagaimana bisa satu wanita ditiduri lebih dari seorang pria.
Mami menggeleng memikirkan apa yang terjadi dan dilakukan Athalla dulunya. Kenapa dia tidak pernah tahu tentang itu? Mereka tahu setelah Athalla over dosis.
"Maaf, Mi. Aku pernah khilaf dan salah. Pasti Mami sangat kecewa, tapi aku janji akan berubah dan berusaha menjadi yang terbaik."
Athalla berkata dengan suara terbata dan pelan. Dia malu jika mengingat pernah khilaf dulunya. Dosanya begitu besar. Athalla mendekati Mami dan bersimpuh di kakinya.
"Maafkan aku, Mi. Mami pasti kecewa. Sekali lagi Mohon maafkan aku, karena aku sangat menyesal. Aku minta maaf telah mengecewakan, Mami. Terimalah permintaan maafku karena mengabaikan perasaanmu." Athalla berlutut dihadapan Maminya itu.
"Aku tahu perilaku aku bertentangan dengan semua yang telah Mami dan Papi, ajarkan kepada aku. Sebagai anak, aku tidak tahu ungkapan maaf apa yang harus kulontarkan. Aku juga tak tahu dari mana harus memulai pembicaraan. Semoga maaf Papi dan Mami masih tersisa untuk anakmu yang terlalu banyak kekurangan ini. Setiap tetes airmatamu biar jadi sesalku serta pengingat bagiku untuk berusaha memperbaiki diri sebagai sosok yang pantas kau sebut buah hati."
***
Di tempat lain, Kania yang sedang duduk di deck atau geladak kapal yang akan membawa dirinya ke kota Batam termenung sendiri. Sambil memandangi ombak yang berkejaran. Air matanya tidak dapat dibendung lagi mengingat percintaannya yang kandas di saat mulai berkembang.
Kania harus rela berpisah demi kebahagiaan orang yang dicintainya itu. Lagi pula Kania merasa tidak pantas menjadi pendamping Athalla.
Dia pergi meninggalkan Athalla, untuk membuktikan pada Mami-nya jika dia ingin berubah. Kejadian masa lalu itu adalah kesalahan fatal yang pernah dia lakukan. Akan Kania buktikan, jika dia juga pantas mendapatkan pria baik seperti Athalla.
__ADS_1
Berhubung aku tak bisa bersamamu untuk saat ini, aku harus puas dengan hanya memimpikanmu dan menantikan pertemuan kita nanti. Aku dan hatiku yang hancur telah sepakat bahwa kita tak akan pernah bisa bersama. Oleh karena itu sebaik mungkin kucoba untuk melepaskanmu.
Di hari esok kamu akan mengerti dengan pilihanku, yang memutuskan untuk pergi dan mencari sesuatu yang tidak pasti. Mungkin, Tuhan mempertemukan kita hanya sebatas untuk saling mengenal bukan untuk saling memiliki. Kita adalah dua orang yang pernah memiliki rasa yang sama namun tak ditakdirkan untuk terus bersama. Jika aku tau perpisahan sesakit ini. Aku lebih memilih untuk tidak mengenalmu sama sekali.
Tidak dapat dipungkiri perpisahan seringkali begitu menyakitkan dan menyayat hati. Apalagi jika perpisahan tersebut hanya dilakukan oleh sebelah pihak yang mana membuat rasa sakit mungkin akan bertahan lama.
Kebahagiaan dan kesedihan dalam hidup ini akan datang silih berganti. Setiap hari kamu bisa bertemu dengan orang-orang baru dan berpisah dengan orang lama. Terkadang tak semua pertemuan bisa memberi kebersamaan. Bahkan ada yang berakhir dengan perpisahan yang menyakitkan.
Namun, setiap perpisahan dan kata selamat tinggal bukanlah akhir dari sebuah kehidupan. Bahkan terkadang dari perpisahan itu kamu mendapatkan banyak pelajaran.
Kania berjanji akan kembali dengan diri yang berbeda. Sebelum sukses tidak akan ditemuinya Athalla. Perpisahan ini juga sebagai ujian cintanya.
Jika Athalla dan dia berjodoh pasti mereka akan dipertemukan kembali. Selama dan sejauh apapun dia pergi, pasti akan bersama lagi jika memang berjodoh.
Akan ada waktunya, tanpa kau rencanakan pun, jodoh tak akan pernah tertukar. Ada saatnya kamu memperjuangkan dan diperjuangkan oleh seseorang. Bersabarlah dan fokuslah untuk memantaskan dirimu. Yakinlah Allah akan hadirkan dan tunjukkan penyempurna agamamu di saat yang tepat.
...****************...
Sebagian quote dikutip dari google.
__ADS_1