NODA MASA LALU

NODA MASA LALU
Bab 72. Menjadi Milikku Seutuhnya


__ADS_3

Segala proses pernikahan hari ini telah selesai. Tamu-tamu undangan juga sudah pulang semua. Keluarga Kania dan Athalla pun kembali ke rumah masing-masing. Tersisa Athalla dan Kania yang bakal menginap di hotel.


Kamar hotel itu sudah dihias dengan sedemikian cantik oleh beberapa karangan bunga yang cantik nan indah. Kania bahkan sampai terkagum-kagum oleh keindahannya.


Dia tidak berhenti berdecak senang untuk mengungkapkan rasa kagumnya pada dekorasi kamarnya. Ada satu pasang handuk kimono berwarna putih yang dihias dengan taburan kelopak mawar merah di atas ranjang.


Ada bentuk hati juga yang terbuat dari kelopak mawar dan selimutnya pun dibentuk seperti angsa yang sedang berciuman. Kedua sudut bibir Kania tidak bisa berhenti melengkungkan senyumannya ke atas.


"Aku dulu atau kamu dulu yang mandi?" tanya Athalla yang entah dari kapan sudah berdiri di samping Kania.


Kania membalikkan badannya, dia mencoba berpikir sejenak. Kania melihat jam di ponselnya, ternyata sudah pukul sebelas malam. Meski ini hampir tengah malam, tapi namanya Jakarta juga tetap saja terasa panas. Terlebih lagi mereka baru saja berpesta, tentunya mereka juga berkeringat.


"Kamu duluan saja deh yang mandi, biar aku belakangan." Athalla memberi keputusan karena Kania tak kunjung menjawab pertanyaannya tadi.


Kania menganggukkan kepalanya, "Oke, aku duluan yang bakal mandi." Kania mengiyakan, dia memberikan ponselnya kepada Athalla dan berjalan ke arah kamar mandi usai membuka seluruh perhiasan, hiasan kepala dan sepatunya.


Athalla menunggu Kania sampai selesai. Walau dia laki-laki, tapi Athalla juga merasa dag dig dug dan sedikit gelisah mengingat sekarang malam pertamanya dengan Kania.


Demi menyamarkan rasa kegelisahannya, Athalla lebih baik melepas tuxedo, kemeja dan celananya hingga menyisakan polo t-shirt putih dan celana boxer saja.


Sekarang Athalla melihat ponselnya dan mengecek akun media sosialnya, ternyata ada banyak sekali ucapan selamat atas pernikahannya dengan Kania. Kebanyakan dari mereka adalah teman-temannya yang berhalangan datang. Athalla memaklumi mereka, lagi pula doa mereka juga akan tetap sampai.


"Mas Athalla!" Kania tiba-tiba memanggil Athalla dari dalam kamar mandi. "Tolong ambilkan handuk! Aku lupa bawa handuk. Aku nggak mungkin keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang." Kania memberikan alasan kepada Athalla kenapa dia memanggilnya barusan.


Athalla yang mendengar itu, dia seketika panas dingin sendiri. Tubuhnya sedikit gemetar dan Athalla tidak bisa melakukan apa-apa selain bengong. Pandangan Athalla sekarang terfokus pada handuk kimono yang ada di atas ranjang.

__ADS_1


"Mas Atha, cepetan! Aku kedinginan nih!" Kania kembali memanggil Athalla, membuat lelaki itu tidak bisa menolak. Lagi pula, yang ada di dalam kamar itu cuma mereka berdua. Kepada siapa lagi Kania meminta tolong kalau tidak kepadanya.


"Iya! Sebentar, Sayang!" seru Athalla seraya mengambil handuk kimono di atas ranjang.


Athalla berjalan ke arah kamar mandi, dia berhati-hati supaya tidak melihat Kania yang ada di dalam. Tangan Kania sudah keluar dan siap menerima handuk pemberian Athalla.


Namun, sepertinya rencana Kania berhasil.


"Kania!" Athalla kaget ketika tangannya ditarik paksa oleh Kania. Setibanya di dalam kamar mandi, istrinya itu ternyata memakai gaun malam transparan berwarna hitam.


Athalla sedikit bisa bernapas lega, setidaknya dia tidak melihat Kania dalam kondisi tanpa busana. Kania cuma bisa cekikikan melihat ekspresi wajah Athalla yang panik.


"Kenapa sih? Kita 'kan sudah menikah, jadi nggak akan ada yang melarang kalaupun kita mandi bersama-sama seperti ini." Kania menghadapinya dengan tenang. "Lagi pula tuh lihat, bathtub-nya dihias cantik banget. Pakai bunga-bunga sama lilin gitu. Masa kita mau melewatkannya begitu saja sih? Nggak enak dong kalau dinikmati secara terpisah, paling enak itu kalau dinikmati berdua."


Sepertinya Kania sama sekali tidak merasa gugup harus berhadapan dengan Athalla seperti ini. Gadis itu malah terlihat sangat menikmatinya.


Walau ini bukan yang pertama bagi Athalla tapi dia masih gugup menghadapinya. Telah hampir dua tahun Athalla tidak melakukan hubungan badan.


Kania kini tidak cukup dengan mencium bibir Athalla juga. Dia mendorong tubuh Athalla dengan tubuhnya hingga mereka sama-sama jatuh di dalam bathtub yang dipenuhi kelopak mawar merah. Athalla tidak mau kalah, dia kini mengambil alih kendali dan itu membuat Kania tersenyum.


Mereka akhirnya mandi bersama untuk yang pertama di malam pertama mereka. Sekarang, Kania maupun Athalla sama-sama keluar dari kamar mandi. Namun dalam posisi Kania berada di dalam gendongan Athalla.


Lelaki itu membawa istrinya ke ranjang dan membanting pelan tubuh Kania. Tanpa menunggu lama, Athalla membuka tali kimononya. Tak berbeda jauh dengan Kania, dia pun ikut membuka tali handuk kimononya.


"Aku matikan ya lampunya?" tanya Athalla kepada istrinya.

__ADS_1


"Jangan, biar begini saja. Kayaknya kalau terang bakal lebih enak daripada gelap-gelapan, biar aku bisa lihat wajah kamu dengan jelas." Kania melarang Athalla yang sudah akan mematikan lampu. Jawaban Kania barusan berhasil membuat wajah Athalla bersemu merah.


Malam ini Kania terus membuat Athalla terkaget-kaget. Barusan perempuan itu menarik kimono Athalla sampai lelaki itu terjatuh di atas tubuhnya. Malah yang ada, sekarang Kania yang memegang kendali tetapi Athalla tidak mau kalau dia dianggap lelaki lemah hingga akhirnya posisi Kania kembali berada di bawah. Athalla menciumi wajah dan leher Kania hingga membuat gadis itu menggigit bibir bawahnya.


Permainan terus berlanjut hingga sampai di tahap Kania meremas seprai seraya menahan rasa yang sedikit sakit di bawah sana ketika Athalla berhasil menyatukan diri mereka.


Mungkin karena telah cukup lama tidak melakukannya.


Walau mereka telah pernah melakukan hal yang sama dengan pasangannya. Namun, ini yang pertama mereka lakukan dengan pasangan yang sah.


"Akhirnya aku merasakan bagaimana nikmatnya malam pertama setelah pernikahan dengan laki-laki yang aku cintai." Kania mengutarakan isi hatinya seraya tersenyum kepada Athalla.


"Kamu menyukainya?" tanya Athalla yang diangguki oleh Kania. Melihat itu, Athalla jadi semakin bersemangat hingga mereka sama-sama berada di puncak untuk pertama kalinya.


Athalla ambruk di samping tubuh Kania, dia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang sama-sama tidak terbalut apa-apa. Kania membaringkan kepalanya ke lengan Athalla. Dia mengusap dada bidang lelakinya, dia terus mendapat kecupan sayang di keningnya.


"Terima kasih sudah menjadikan aku istrimu yang seutuhnya," ucap Kania tulus dari hati.


Athalla pun terus menciumi wajah Kania seraya mengatur napasnya yang masih sedikit memburu. Kania memeluk suaminya erat-erat.


"Aku juga mau berterima kasih, kamu sudah mau menjadi istriku, Kania." Athalla tak mau kalah, dia pun mengucapkan terima kasih kepada istrinya.


"Aku bahagia menjadi istrimu, Mas." Kania mengecup bibir Athalla sekilas. Dia pandangi wajah suaminya dari atas, membuat Athalla ikut tersenyum. "Kamu mau mengulanginya sekali lagi?" tawar Kania.


"Apa kamu telah siap untuk aku masuki kembali?" Athalla balas bertanya.

__ADS_1


"Kapanpun aku siap jika kamu menginginkan lagi." Kania mengatakan dengan senyuman. Mereka tertawa bersama karena pengakuan Kania. Ini akan menjadi malam yang indah bagi mereka, selamanya.


...****************...


__ADS_2