NODA MASA LALU

NODA MASA LALU
Bab 45. Kania dan Pekerjaan Baru.


__ADS_3

Persiapan untuk masuk kerja di perusahaan yang baru itu ternyata melelahkan dan menguras mental. Alih-alih merasa lelah karena dia harus menempuh perjalanan jauh untuk menuju ke kota di mana dia akan bekerja kembali, Kania justru lebih banyak berpikir tentang seperti apa perusahaan yang akan menjadi tempat kerjanya nanti.


Hari ini, Kania juga sudah mulai menyiapkan untuk keesokan harinya saat dia akan berangkat bekerja di hari pertama. Di minggu pertama dan bulan awal juga.


Berdebar rasanya. Karena Kania tahu, lingkungan baru ini harus bisa diadaptasi dengan cepat kalau dia mau bekerja dalam kondisi yang nyaman.


Di saat sedang mempersiapkan baju yang harus dia pakai untuk esok hari, Kania jadi teringat dengan sosok Athalla. Dia masih belum bisa melupakan sepenuhnya pria yang telah mengisi hati dan hari-harinya beberapa waktu ini.


Walaupun sekarang Kania sudah jauh dari Athalla, tapi kalau untuk melupakan semua yang terjadi di antara mereka berdua rasanya tidak bisa semudah itu.


Gadis itu kemudian menyandarkan punggungnya di atas ranjang. Sambil Kania yang terus menyekrol ponselnya untuk melihat ke media sosial sambil menunggu dirinya mengantuk.


Saat sedang melihat beranda Explore di laman media sosialnya sendiri, secara tidak sengaja Kania melihat postingan yang diunggah oleh Athalla. Iya, walaupun dia sudah mengganti nomor telepon dan berhenti mengikuti Athalla bila media sosial miliknya.


Tapi entah bagaimana, laman media sosial milik mantan pacarnya itu justru muncul begitu saja saat ini di beranda milik Kania.


"Aku tidak tahu kamu ada di mana, aku tidak tahu kamu sedang apa sekarang. Bersama dengan siapa, dan sudah memikirkan apa. Tapi kalau kamu menanyakan padaku ... maka aku ada di sini, di tempat yang sama saat kamu pergi. Dan aku akan selalu memikirkan dirimu.”


Caption yang ditulis oleh Athalla tersebut tak pelak membuat Kania merasa hatinya seperti sedang diguncang sangat kuat. Perasaannya seolah teriris, sakit dan sesak dirasakan oleh Kania saat ini. Entah bagaimana kondisi Athalla saat menuliskan pesan ini padanya.


Rasa sakit dan sesak yang dirasakan oleh Kania, membuat bulir-bulir air matanya kembali turun setelah sekian lama mengering. Walaupun dia sudah cukup larut dalam suasana baru dan hampir tak pernah lagi penasaran dengan sosok Athalla setelah menginjakkan kakinya di kota Batam.


Yang sampai membuat Kania menganggap bahwa dirinya sudah tidak lagi memiliki perasaan yang sama terhadap Athalla. Ternyata semua itu salah, karena dia tetap merasakan kerinduan yang sangat besar hingga ingin sekali memeluk Athalla setelah membaca caption yang ditulis oleh pria itu untuk dirinya.

__ADS_1


"Aku baik-baik aja di sini. Aku harap kamu juga baik-baik aja di sana. Jangan lupa makan dan banyak istirahat. Kamu nggak usah lagi memikirkan aku. Kamu gak usah lagi mengkhawatirkan aku. Karena aku pasti bisa bahagia juga, di sini tanpa kamu. Dan aku harap kamu juga bisa bahagia di sana tanpa aku ...,” lirih Kania.


Masih sambil terisak dan menangis, Kania terus memeluk ponselnya dan seolah dia sedang memeluk Athalla saat ini. Hingga tanpa sadar, gadis itu pun tertidur dengan posisi yang masih sama seperti itu sampai pagi menjelang.


**


Kriiing ....!


Suara jam beker yang cukup keras membuat Kania agak sedikit bergerak di atas ranjangnya. Sayangnya suara keras dari jam itu belum bisa membuat gadis tersebut bangun.


Dia hanya menggerakkan tangannya untuk mematikan jam yang masih berbunyi kencang dan melanjutkan tidurnya untuk beberapa waktu.


"Tunggu bentar ya... 5 menit lagi deh aku janji!" Entah Kania bicara dengan siapa, tapi setelah itu dia langsung larut dalam mimpinya yang masih berlanjut hingga matahari menunjukkan sinarnya yang cukup terang di luar sana.


Tanpa disadari oleh wanita itu, Kania hampir saja terlambat untuk berangkat ke kantornya yang baru.


Akan tetapi karena dia baru saja bangun dan terburu-buru, Kania sampai hampir jatuh dari posisi berdirinya saat ini ketika dia baru saja bangkit dari atas ranjang.


Beruntung karena Kania masih bisa menahan keseimbangan tubuhnya hingga tidak sampai terjatuh keras ke lantai dan langsung bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap berangkat bekerja hari pertama ini.


**


Beruntung karena alat transportasi ojek online yang cepat datang dan bisa mengantarkannya sampai ke kantor tepat waktu. Meski agak canggung, karena dia sudah hampir terlambat di hari pertamanya bekerja.

__ADS_1


Akan tetapi Kania cukup senang, karena dia disambut dengan cukup baik oleh rekan-rekan barunya yang melihat dia sebagai anak wajah baru di kantor mereka saat ini.


"Kamu anak baru yang masuk hari ini ya? Wah... cantik banget! Ayo sini, Ini meja kamu. Tapi nanti untuk job desk dan pekerjaan kamu hari ini, kamu bisa tanya sama Pak Anggara ya! Tunggu saja sampai beliau datang, Mungkin sebentar lagi!" Salah seorang pegawai perempuan yang terlihat cukup ramah, langsung menarik lengan Kania dengan bersemangat sambil menunjukkan sebuah meja yang memang kosong di salah satu deret di antara meja karyawan yang lain.


"Pak Anggara itu bosnya?" tanya Kania pada perempuan itu.


"Dia manajernya di sini. Mungkin nanti dia bakalan panggil kamu kok di ruangannya. Biasanya kalau ada pegawai baru suka begitu. Duduk aja dulu! Nanti kalau beliau udah datang, aku kasih tahu."


Kania akhirnya menurut. Dia duduk di kursinya sambil menata barang-barang di atas meja yang masih kosong. Beberapa karyawan juga terlihat menghampiri Kania untuk mengajaknya berkenalan.


Dari awal, kami sudah merasa bahwa kantor ini adalah kantor yang cukup baik. Karena karyawannya juga cukup ramah, meskipun mereka baru pertama kali bertemu.


Saat sedang berkenalan satu sama lain dengan karyawan kantor di sana, tiba-tiba suasana jadi hening dan orang-orang yang awalnya berkerumun di sekitar meja kerja Kania, kemudian langsung kembali ke tempat hidupnya masing-masing. Seperti murid yang melihat kedatangan gurunya.


Tetapi kali ini yang datang bukan seorang guru, melainkan seorang pria yang masih cukup muda dengan pakaian yang sangat modis dan juga begitu keren. Hingga Kania sendiri sempat tidak berkedip saat melihat sosoknya.


Saat itulah, perempuan yang tadi mengajak Kania untuk duduk, langsung mendekati Kania sambil berbisik.


"Itu manajernya! Itu yang namanya Pak Anggara!"


Kania sama sekali tidak menyangka, kalau Anggara yang disebut sebagai manajer di kantor itu ternyata adalah seorang pria yang masih muda dan berpenampilan sangat keren. Karena dia menyangka sejak awal, bahwa manajernya adalah seorang pria paruh baya yang mungkin usianya mirip dengan ayahnya sendiri.


Pria bernama Anggara itu langsung mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, dan berhenti tepat pada diri Kania yang sedang menatapnya tanpa sedikitpun berkedip.

__ADS_1


"Kamu karyawan baru itu ya? Ikut ruang saya sekarang!" ucap Anggara memberi perintah pada Kania.


...****************...


__ADS_2