
Kania akhirnya menerima tawaran Anggara untuk dia menjadi manajer di cabang perusahaan Singapura. Bulan depan dia mulai aktif dan tinggal di kota Singapura.
Anggara meminta Kania menemaninya makan siang. Mereka makan di salah satu restoran seafood ternama di kota Batam.
"Kania, sebelum kamu ke Batam temani aku di acara pertunangan sahabatku di Jakarta. Dari Jakarta baru kita terbang ke Singapura. Aku akan seminggu di Singapura mengajari kamu apa saja yang akan kamu lakukan."
"Terserah Pak Angga saja. Aku hanya ikuti saja, mana yang menurut Bapak terbaik."
Setelah mengucapkan itu, Kania menarik napas dalam. Ke Jakarta. Itu berarti dia akan kembali ke kota di mana kisah noda masa lalunya berawal.
Baru saja Kania melupakan apa yang terjadi. Kembali dia akan mengenang kenangan pahit itu. Yang paling menyakitkan dia akan kembali mengingat Athalla. Pria yang sampai detik ini masih bertahta dihatinya.
Di setiap doa dan helaan napasnya, Kania selalu menyebut nama Athalla. Semoga suatu saat Tuhan mempertemukan dirinya kembali di saat semuanya telah berubah dan dia bisa membuktikan pada semua orang jika dia juga pantas mendampingi pria itu.
Berhubung aku tak bisa bersamamu untuk saat ini, aku harus puas dengan hanya memimpikanmu dan menantikan pertemuan kita nanti. Di akhir perjalanan sekalipun tak lagi bersama, ada satu nama yang tak akan bisa tergantikan. Entah seberapa hebat kau berusaha untuk melupakan, tetapi nama itu selalu ada, itulah cinta sejati.
"Kalau aku nggak salah, kamu juga berasal dari Jakarta'kan?" tanya Anggara di sela makan.
Mendengar pertanyaan atasannya itu, Kania menjadi tersedak. Anggara memberikan air putih di gelas yang ada dihadapkannya ke Kania.
__ADS_1
Kania memandangi Anggara dan mengucapkan terima kasih. Anggara heran melihat wanita itu hanya tersenyum, bukannya menjawab pertanyaan darinya.
"Kamu dari Jakarta, bukan?" Anggara kembali bertanya karena merasa Kania belum menjawab.
Kania menarik napasnya. Dia takut video mesumnya telah sampai ke tangan Anggara sehingga pria itu bertanya mengenai asalnya.
"Iya, Pak. Emangnya kenapa,Pak?" tanya Kania.
"Berarti kamu bisa bawa aku jalan nanti saat di Jakarta."
Jawaban Anggara membuat Kania lega. Ternyata bukan karena atasannya itu tahu tentang video mesumnya. Kania tidak tahu apa yang akan terjadi jika video itu sampai ke tangan Anggara. Dia juga tidak tahu melakukan apa. Pastinya akan pergi jauh dari kehidupan ini, dimana orang akan menerimanya.
Hari ini Anggara dan Kania berangkat ke Jakarta. Nanti malam Angga akan menghadiri pesta pertunangan sahabatnya. Selama dua hari mereka akan berada di Jakarta.
Di dalam pesawat, Kania memandangi awan yang tampak beriringan mengikuti pesawat yang dia tempati saat ini.
Jakarta, aku datang. Semoga semua telah berubah, dan Jakarta telah bersahabat denganku. Tidak ada lagi orang-orang yang memandang hina padaku. Aku tahu semua memang salahku. Namun, aku telah berusaha berubah.
"Kita di Jakarta dua atau tiga hari, Kania. Aku dan temanku itu akan kerjasama. Setelah semua urusan di Jakarta selesai barulah kita lanjut ke Singapura," ucap Anggara.
__ADS_1
Kania yang sedang melamun tidak mendengar ucapan Anggara hingga dia diam saja, tidak menjawab. Anggara yang menyadari Kania melamun, mencolek lengannya. Wanita itu kaget.
"Apa, Pak?" tanya Kania kaget.
"Kamu melamun aja. Aku dari tadi ngomong dicuekin."
"Maaf, Pak. Bapak bicara apa?"
"Teman aku yang akan bertunangan nanti malam itu, mengajak kerjasama. Kita besok rapat di kantornya. Jadi kemungkinan kita akan lebih lama di Jakarta."
"Sudah aku katakan, Pak. Jika aku terserah Bapak saja."
"Baiklah. Sebentar lagi kita sampai. Langsung ke hotel, istirahat. Malam kita langsung ke acara pertunangannya."
"Baik, Pak."
Kania menarik napas dalam. Yang paling di takutkan Kania jika lama di Jakarta adalah bertemunya orang dari masa lalunya. Kania takut masih ada orang yang iri dan mengatakan semua yang pernah dilakukan Kania di masa lalu.
...****************...
__ADS_1