NODA MASA LALU

NODA MASA LALU
Bab 22. Perkelahian Athalla dan Adit.


__ADS_3

Athalla melayangkan tinjunya ke wajah Adit hingga pria itu tersungkur ke lantai. Belum puas juga Athalla kembali menendang tubuh Adit berulang kali dan ketika Athalla ingin menendang wajah Athalla, Kania menahannya. Dia tidak ingin nanti Adit melapor dengan tuduhan penganiayaan.


"Sudah, Mas. Jangan teruskan! Tidak usah mengotori tanganmu." Kania memeluk tubuh Athalla agar pria itu menghentikan tindakannya.


"Dia pantas dan harus mendapatkan pelajaran agar tidak semena pada wanita!" ucap Athalla emosi.


"Aku nggak mau nanti Mas di laporkan! Aku nggak mau nama baik Mas jelek!" ucap Kania.


Adit berdiri dengan perlahan. Tubuhnya terasa sakit karena tendangan Athalla yang bertubi-tubi. Wajahnya juga terasa perih karena tinju dari Athalla. Adit memandangi wajah Athalla dengan muka merah menahan amarah.


"Apa kamu pikir Athalla sebaik itu? Masa lalunya jauh lebih kelam dari aku. Kalian berdua sangat cocok!" ucap Adit.


"Jika aku dan Athalla hanya memiliki masa lalu kelam, tapi kamu hingga saat ini masih sama kelamnya, tidak ada perubahan. Bukan hanya di masa lalu saja!" ucap Kania terbawa emosi.

__ADS_1


"Keluarlah! Atau kamu ingin aku melaporkan kamu. Mencoba memperkosaku!" ucap Kania lagi.


"Lapor saja! Aku akan memperlihatkan video kita berhubungan. Akan aku katakan jika aku bukan memperkosamu tapi kau yang merayu dan menyerahkan dirimu untuk aku tiduri!" ucap Adit.


Athalla ingin maju dan memberi pelajaran kembali ke Adit. Namun, di tahan Kania. Mereka masih menunggu keputusan rapat besok siang, Kania tidak ingin gara-gara ini rekan bisnis Athalla menjadi batalkan kerja samanya.


"Aku baru sadar jika selama ini aku hanya menuruti emosi dan hawa nafsu. Dan aku sadar semua hanya akan merugikan dan penyesalan adalah hadiah yang pasti akan diterima. Saat ini aku yang merasakan penyesalan, tapi aku berdoa semoga esok kamu yang merasakan sesalku kini karena itu sangat menyakitkan."


Kania menarik napas dalam. Dia masih terus memeluk Athalla agar pria itu tidak lepas kendali.


Adit memandangi keduanya dengan intens. Dia lalu melangkah meninggalkan keduanya. Sampai di ambang pintu Adit berbalik dan kembali menatap keduanya.


"Aku tidak akan tinggal diam. Kalian tidak akan dapat bersatu. Aku pastikan itu!" ucap Adit sebelum meninggalkan kamar Kania.

__ADS_1


Begitu Adit menghilang dari pandangan, tangisan Kania pecah. Athalla memeluk wanita itu, membawa ke sofa.


Setelah puas menangis, Kania melepaskan pelukan Athalla. Memandangi wajah pria itu dengan sendu.


"Apa Mas Athalla telah mengetahui semuanya? Tentang hubungan aku dengan Adit dan tentang video itu?" tanya Kania pelan.


Athalla hanya mengangguk sebagai jawaban. Dia tidak ingin berbohong lagi. Memang dia telah tahu segalanya tentang hubungan Kania dan apa yang sering wanita itu lakukan dengan Adit.


Jika selama ini Athalla diam, itu karena dia sadar memiliki aib yang jauh lebih parah dari Kania. Bukannya Athalla tidak mau jujur, tapi baginya masa lalu cukup buat pelajaran. Jangan kita terpuruk terus mengingat masa lalu. Hidup hanya sekali dan akan terus berjalan. Buat apa menyesali yang terjadi. Semua tidak akan kembali.


"Hidup hanya sekali sehingga apa yang kita lakukan haruslah benar-benar menjadikan kehidupan kita berkualitas dan jangan pernah kembali menengok ke belakang, kita tidak meninggalkan jejak penyesalan. Sebagai manusia, kita tak selalu bisa membuat keputusan tepat, kendati sudah melakukan pertimbangan. Jangan salahkan siapa pun sama sekali, jangan menyesali hal-hal dan jalani saja hidup semampumu."


Kania memeluk tubuh Athalla. Pria itu sangat sempurna di matanya. Kania merasa menjadi wanita paling beruntung karena di cintai sebesar itu.

__ADS_1


"Saat ini aku merasa tidak pantas untukmu. Maaf aku tidak bisa menjadi perempuan sempurna yang kamu inginkan, tetapi aku tetap mencoba dan berusaha menjadi wanita yang pantas untuk kamu cintai. Beri aku kesempatan untuk menunjukkan kepada kamu bahwa aku bisa menjadi sesuatu yang berharga bagi kamu, izinkan aku menunjukkannya."


...****************...


__ADS_2