
Kania menumpahkan kembali tangisnya di dalam kamar kos. Sesakit ini rasanya menjadi orang tidak punya. Apa lagi jika orang tua Athalla tahu tentang video mesumnya, pasti otomatis dia tidak boleh mendekati Athalla lagi walau sekedar menyapa.
Setelah mengganti pakaian dan membasuh wajahnya Kania mencoba memejamkan mata tapi matanya tidak bisa dipejamkan. Dia teringat ibu dan bapaknya yang telah tiada.
"Ayah , ibu sejak kalian pergi, hidupku terasa begitu rumit. Aku sangat ingin memberitahu jika tanpa kalian rasanya sangat berbeda disini. Aku merindukanmu, nasehatmu, senyummu dan tawamu. Aku harap, jika Ayah dan Ibu dapat mendengar, aku ingin mengatakan bahwa aku sangat merindukan kehadiran kalian. Datanglah ke mimpiku, aku ingin memeluk Ayah dan Ibu. Jika waktu bisa berulang, aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama kalian. Sebuah kerinduan yang abadi dan tak pernah sampai pada pemiliknya merindukan sosok ayah dan ibu yang beristirahat di surga. Rasa rindu yang paling menyakitkan adalah merinduan orang yang telah tiada."
Kania menangis hingga tertidur. Dengan bermandikan air mata wanita itu akhirnya dapat memejamkan mata.
***
Pagi hari saat jam masih menunjukan pukul lima pagi Athalla telah berdiri di depan kamar kos Kania. Dia merasa sangat bersalah dengan Kania. Seandainya Athalla tidak mengajak Kania, mungkin wanita itu tidak akan sakit hati atas sikap kedua orang tuanya.
Saat Fitri dan kedua orang tuanya pamit, Athalla langsung mencari Kania. Setiap sudut rumahnya tidak luput di jelajah. Namun, wanita itu tidak ada tampak.
__ADS_1
Athalla bertanya dengan semua pembantu rumah tangga di rumah orang tuanya namun tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan Kania. Hingga seorang penjaga keamanan di rumah masuk dan mendengar Athalla bertanya ,langsung menjawab jika Kania telah pamit pulang.
"Tadi ada wanita muda yang pamit dengan mamang. Dia meminta sampaikan pada aden jika dia pulang. Tidak bisa pamit," ucap Mamang.
Mami yang mendengar langsung menyela percakapan mereka. "Kamu lihat sendiri Athalla, wanita yang kamu katakan baik itu. Untuk pamit saja dia tidak bisa. Apa susahnya sih datang menghampiri dan pamit sebelum pulang. Tata kramanya di mana?" tanya Mami dengan sedikit emosi.
"Sudahlah, Mi! Aku tidak mau berdebat. Apa Mami tidak bisa menempatkan diri Mami sebagai Kania? Jika Mami jadi Kania, apa Mami masih bisa bersikap seperti dia ketika datang bertamu dengan tujuan siraturahmi namun tidak mendapat sambutan yang baik. Bukankah Mami tahu, kewajiban kita sebagai muslim menyambut tamu dengan baik!" ujar Athalla.
Selama ini Athalla selalu saja mengikuti apa kata orang tuanya. Namun, kali ini Athalla merasa kedua orang tuanya keterlaluan. Jika memang mereka tidak menyukai Kania, bisa bicara dengan Athalla di belakang wanita itu agar dia tidak sakit hati.
"Aku tahu, Mi! Aku menghargai Mami. Jika tidak, mungkin aku tidak akan mau bicara dengan tamu yang Mami undang. Aku hanya mengingatkan Mami."
"Sudahlah! Mami mengerti sekarang, bagaimana posisi Mami dan di mana posisi Kania di hati kamu."
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu, tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut dari Athalla, Mami meninggalkan anaknya itu.
Athalla juga langsung meninggalkan rumah. Mami yang mengintip dari jendela kamarnya tampak cemberut melihat kepergian Athalla. Mami tadi berharap putranya itu mengejar hingga ke kamar dan meminta maaf.
Namun, harapannya tidak menjadi kenyataan. Athalla pergi tanpa pamit dan meminta maaf.
Malam itu Athalla sampai di kos Kania pada saat jam telah menunjukan pukul sebelas malam. Setelah beberapa kali mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan Athalla kembali ke mobil. Dia tidak mungkin mengetuk dengan keras, takut menggangu penghuni kos yang lain.
Athalla memutuskan menunggu dan tidur di mobil. Saat azan subuh, setelah solat di mesjid pria itu langsung menuju kos Kania dan mencoba kembali mengetuk pintu berharap Kania membukanya. Athalla juga telah puluhan kali mencoba menghubungi ponsel Kania, tapi masih saja tidak aktif.
Setekah beberapa kali mengetuk pintu, akhirnya terdengar langkah kaki mendekat dan membuka pintu. Kania memandang heran saat melihat Athalla.Kania mengucek matanya. Mengira dia bermimpi.
"Mas Athalla, aku mimpi ya?" tanya Kania.
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan Kania, pria itu memeluk Kania.
...****************...