NODA MASA LALU

NODA MASA LALU
Bab 41. Masa Lalu Athalla.


__ADS_3

Kehidupan masa lalu yang buruk seringkali menghantui langkah kita untuk melangkah maju demi mencapai kehidupan yang lebih baik. Hal yang harus dilakukan ialah ketika memiliki masa lalu buruk, berusahalah untuk memiliki semangat tinggi meraih kehidupan masa depan yang lebih baik


***


"Aku dulu juga penganut se*ks bebas. Aku melakukan hubungan badan dengan kekasihku berulang kali," gumam Athalla. Namun, suaranya masih dapat di dengar kedua orang tuanya.


Papi, terutama Mami tidak percaya dengan pengakuan Athalla.Bagai petir di siang bolong kedua orang tua Athalla mendengar ucapan anaknya itu.


Mami langsung menyandarkan tubuhnya di sandaran Sofa. Merasakan dadanya sesak. Baru mendengar penyebab kematian Fani yang tragis saja Mami sudah merasakan dadanya sesak, di tambah pengakuan Athalla.


Papi langsung berdiri dan mendekati Athalla. Tanpa ada yang menduga tangan pria paruh baya itu terayun dan menampar pipi Athalla dengan keras.


"Apa yang kamu katakan? Kamu tahu jika zina itu dosa besar. HUKUMAN berzina dapat menghancurkan keluarga. Zina merupakan aib buruk yang dapat membalikkan keluarga mulia menjadi hina. Sebagai balasannya di dunia, orang yang mengerjakannya akan dikenal buruk sepanjang masa. Belum lagi dengan hukuman rajam atau dera dan lain sebagainya. Apa kamu tahu itu?" tanya Papi dengan emosi.


"Aku tahu, Pi. Untuk itu aku mencoba dan berusaha berubah. Sejak aku meninggalkan obat terlarang, aku juga meninggalkan zina. Aku dan Kania mencoba kehidupan baru dengan berubah menjadi lebih baik. Namun, Mami memisahkan kami," ucap Athalla pelan.

__ADS_1


Tidak ada tampak kemarahan dari wajahnya karena Papi yang menamparnya tadi. Bagi Athalla, dia memang pantas mendapatkan semua itu.


"Kamu sangat memalukan keluarga. Di dunia, pelaku zina layak mendapat hukuman berupa hukum cambuk 100 kali (bagi yang belum pernah menikah) (QS an-Nur: 2) dan diasingkan selama setahun (HR al-Bukhari). Adapun pezina yang sudah menikah atau belum pernah menikah tetapi sering berzina dikenai hukum rajam (dilempari dengan batu) sampai mati. Begitu berat hukuman yang di dapat karena itu merupakan dosa besar."


Setelah mengatakan itu, tampak Papi memegang dadanya dan wajahnya terlihat pucat. Papi terlihat sesak napas. Athalla dan Mami yang melihat itu langsung memapah menuju sofa.


"Pi, jangan marah-marah. Sakit jantung Papi bisa kambuh nanti. Minum obat dulu, Pi!" Mami memberikan sebutir obat buat Papi konsumsi.


"Mami yakin Athalla tidak pernah melakukan itu. Pasti dia mengaku begitu agar Mami merasa bersalah karena telah memutuskan hubungannya."


"Mami mau bicara. Masih banyak yang harus kita omongkan. Tunggu di sini!"


Mami membawa Papi masuk ke kamar dan membantu Papi berbaring. Setelah menyelimuti tubuh Papi, barulah Mami keluar.


"Mami, mau kemana?" tanya Papi dengan suara pelan.

__ADS_1


"Mami masih harus bicara dengan Athalla. Mami harus tahu kebenaran dari pengakuannya tadi. Apakah semua itu benar atau hanya untuk membela Kania."


Mami mengecup dahi Papi sebelum keluar dari kamar mereka. Mami ingin tahu, apa yang menyebabkan putranya itu mengaku seorang pezina juga sama halnya dengan Kania.


Mami menghampiri Athalla yang masih duduk menunggu kehadirannya. Mami kali ini duduk berhadapan dengan putranya itu.


"Katakan dengan jujur, apa kamu benar melakukan itu semua atau hanya berbohong agar Mami merestui hubungan kalian!" Tidak pernah mami bicara setegas saat ini.


"Aku bersumpah itu benar, Mi. Aku saat ini ingin menebus semua dosa masa lalu dengan menjadi pribadi yang lebih baik."


"Jika itu memang benar, bawa wanita yang telah kau renggut kesuciannya dan nikahi wanita itu secepatnya!"


Athalla terperanjat mendengar ucapan Maminya. Bagaimana mungkin dia menikahi wanita yang telah direnggut kesucian olehnya. Itu berarti dia harus menikahi Chika? Untuk bertemu wanita itu saja Athalla tidak sudi apa lagi menikahinya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2