
Jam setengah delapan malam, Kania mendengar suara ketukan dari pintu kamarnya. Wanita itu berjalan untuk membukakan pintu.
Begitu pintu terbuka, Kania tersenyum melihat atasannya yang mengetuk. Anggara terdiam terpaku melihat kecantikan Kania.
"Pak, apa kita langsung berangkat?" tanya Kania dengan melambaikan tangannya di depan wajah Anggara.
"Pak ...," panggil Kania dengan suara lebih keras.
"Eh, ya. Kenapa?" tanya Angga gugup karena malu menyadari dirinya yang melamun.
"Kita berangkat sekarang?" tanya Kania lagi.
"Tentu aja. Nggak mungkin besok pagi," ucap Anggara.
Mereka berdua sampai di gedung tempat berlangsungnya pesta pertunangan saat jam telah menunjukkan pukul setengah sembilan.
"Sepertinya acara pertunangan sedang berlangsung. Kita sedikit telat. Macet di kota Jakarta tidak bisa dihindari," omel Anggara.
"Nggak usah mengomel, Pak. Nggak akan mengembalikan keadaan. Mending kita cepat masuk. Sepertinya kita memang sedikit telat. Acara pasti sedang berlangsung."
Anggara tersenyum mendengar ucapan Kania yang ada benarnya itu. Anggara berjalan terus makin mendekati panggung. Sebagai sahabat dia ingin menyaksikan dari dekat pertunangan mereka.
__ADS_1
"Kita maju mendekati kedua calon pengantin itu, ya?" tanya Anggara.
"Boleh, Pak," jawab Kania.
Kania berjalan beriringan dengan Anggara mendekati kerumunan itu. Semua mata tamu undangan tertuju ke satu arah, di mana sedang berlangsung pemasangan cincin pria ke jari manis wanita.
Athalla sang pria yang akan bertunangan itu, kini sudah berdiri berhadapan dengan Syafa. Keduanya akan saling menukar cincin sebagai simbolis janji dalam acara pertunangan itu.
Tangan kanan Athalla memegang sebuah cincin, cincin yang memang disiapkan untuk dipasang di jari manis Syafa. Sedang ditangan kirinya dia memegang lembut tangan Syafa.
Tak jauh dari sana, berdiri seorang wanita yang sudah mengisi hati Athalla, jauh sebelum Athalla dijodohkan dengan Syafa. Tidak ada yang menyadari ketegangan pria itu tapi Syafa tahu tidak ada keikhlasan di wajah calon tunangannya itu.
Kania masih belum menyadari jika yang akan bertunangan itu Athala karena kerumunan para tamu menutup wajah pria yang dicintai wanita itu. Pria yang namanya masih terus di sebut dalam setiap helaan napasnya.
Athalla berusaha meraih cincin itu, dia tidak tahu kaki siapa yang ada di samping cincin itu jatuh, sampai dia mengangkat kepalanya dan dia menyadari bahwa ada sang kekasih yang menyaksikan pertunangannya.
Athalla dan Kania tampak kaget saat mata mereka beradu. Tubuh Kania terasa lemah menyadari orang yang bertunangan itu pria yang masih bertahta dihatinya.Tangannya refleks menggenggam tangan Anggara sebagai kekuatan agar dia tidak tumbang.
"Mas Athalla ...," gumam Kania.
Athalla terdiam berdiri terpaku melihat wanita yang juga masih bertahta di hatinya itu menyaksikan pertunangannya. Ingin rasanya Athalla memeluk tubuh Kania namun suara Mami membuat Athalla sadar.
"Atha, bawa segera cincinnya," ucap Mami. Athalla dengan terpaksa kembali ke hadapan calon tunangannya.
Dari tempatnya berdiri Mami dapat mengenali wanita yang ada dihadapan Athalla saat itu. Mami meminta Athalla kembali sebelum putranya berubah pikiran.
__ADS_1
Dengan terpaksa Athalla berbalik badan, kembali kehadapan Syafa, calon tunangannya. Tanpa Athala sadari, Kania berlari keluar gedung. Anggara menjadi heran melihat semua itu.
Kania memilih duduk di taman dan menumpahkan tangisannya. Tidak pernah Kania menyangka pertemuannya dengan Athalla kembali akan sedramatis ini.
Setiap orang pasti menginginkan hubungannya dengan sang kekasih berakhir bahagia di pelaminan. Namun, tak semua orang dapat merasakan hal tersebut. Ada beberapa orang yang harus putus karena suatu hal. Dari mulai pacar selingkuh, pacar dijodohkan dengan orang lain, atau pacar menikah dengan pria atau wanita lain.
Perasaan sedih ditinggal nikah adalah hal wajar dirasakan oleh seseorang. Namun, jangan sampai rasa sedih tersebut sampai mengganggu kualitas hidupmu. Seperti merusak jam tidur, membuat stress dan hal lain yang lebih buruk lagi. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan ketika melihat doi menikah atau bertunangan adalah dengan yang lain, yaitu dengan mengikhlaskannya.
Ya Tuhan, kenapa aku harus dipertemukan kembali dengan situasi seperti saat ini. Sakit rasanya hati ini. Walau aku tahu untuk dapat bersama kamu itu adalah hal yang sulit namun, melepaskan kamu seperti ini juga sangat menyakitkan.
Kania memegang dadanya yang terasa sesak karena menahan isak tangisnya.
"Aku pikir Mas Athalla akan menjaga cinta kami seperti aku menjaga hatiku hanya untukmu. Namun, semua bukan salah Mas Atha, bukankah aku yang meninggalkannya tanpa kabar. Mulai hari ini aku harus belajar melupakannya dan mengikhlaskan semua. Mungkin Mas Atha bukanlah jodohku," gumam Kania pada dirinya sendiri.
Sakit memang ketika harus merelakan orang yang kita cintai pergi, namun berbesar hatilah untuk tidak membatasi pilihan hidupnya. Apa yang perlu kutakuti jika jodohku bukan dia bukan kamu. Aku hanya sedang menikmati kesendirianku. Dan akan jatuh cinta untuk terakhir kalinya kepada jodoh pilihan Allah. Mungkin perpisahan ini akan begitu menyakitkan. Tetapi, akan menjadi lebih menyakitkan jika kita terus bersama. Bila sudah tidak bisa saling mencintai maka percayalah perpisahan ini akan menyiksa kita untuk selamanya.
Tiba-tiba Kania merasa seseorang memeluk tubuhnya dari belakang. Kania memalingkan wajahnya ingin melihat siapa yang berani melakukan itu dengannya.
...****************...
Sambil menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.
__ADS_1