NODA MASA LALU

NODA MASA LALU
Bab 33. Mengetahui Sosok Kania


__ADS_3

Maminya tak bisa membiarkan anaknya terjerumus di dalam kebohongan. Jika memang serius, sepantasnya Athalla jujur dan menikahi wanita itu saja. Tidak baik terlalu berlama-lama pacaran. Apalagi, mereka berasal dari keluarga yang taat beragama. Tentu tahu bagaimana konsekuensinya.


Pilihan untuk mencari tahu sosok Kania melalui orang suruhannya amatlah tepat. Dua hari setelah perintah itu berlalu, maminya diminta untuk berjumpa dengan anak buahnya, karena kabar mengenai Kania telah berhasil diperoleh.


Wanita tersebut penasaran bukan main. Dia pun buru-buru membersihkan tubuh dan melancong ke lokasi tujuan. Kebetulan sekali Athalla sedang bekerja dan telah kembali ke apartemennya, jadi ia bisa bebas melakukan apa saja.


Jemari lentiknya mengetuk meja bundar, sementara netranya berpijar ke sana ke mari, menantikan sosok suruhan. Beberapa menit selanjutnya, yang ditunggu-tunggu pun tiba.


“Seharusnya kau lebih dulu sampai ketimbang aku,” ujar Mami Athalla.


“Maafkan saya, Nyonya. Perjalanan macet sekali, tadi ada kecelakaan tunggal.”


“Ah, iya, baiklah. Jadi, bagaimana hasilnya?” Mami sudah tak ingin berbasa-basi.


“Dengan segala upaya, saya berhasil menemukan informasi mengenai Kania. Ternyata dia itu sekretaris Tuan Athalla dan keduanya mempunyai hubungan khusus, Nyonya.”


“Aish, tak salah dugaanku,” gumam Mami Athalla.


“Tetapi .…” Lelaki itu menjeda kalimat. Sorot matanya dalam memandang sosok yang berada di hadapan.


“Kenapa? Bicaralah yang benar!”


ucap Mami penasaran.


“Tetapi, Kania pernah terjerat kasus, Nyonya.”


“Kasus?” Garis tegas yang berada di atas netra wanita itu saling bertutur sapa.


“Iya. Kania mempunyai video m*sum dengan kekasihnya yang lama dan itu sempat viral. Ia menjauh dari keluarganya, karena tidak disukai akibat perbuatannya itu.”


“Hah? Apa benar? Kau punya buktinya?” Mami Athalla kaget bukan main, tetapi ia tak boleh langsung percaya sebelum ada bukti kuat.


“Ada, Nyonya. Sebentar,” ujar laki-laki itu sambil meraih sesuatu dari dalam saku.


Dia meletakkan ponsel di meja, lalu mencari bukti untuk meyakinkan hati lawan bicaranya.


Begitu melihat video syur tersebut, Mami Athalla gegas membuka gawainya sendiri dan membuka kembali foto Kania yang di miliki. Wajah wanita di foto dan video tersebut adalah sama, maknanya itu memang benar-benar Kania.


“Cukup!” seru perempuan itu dan langsung dibalas oleh anggukan kepala.


“Terima kasih. Kalau begitu, kau boleh pulang,” katanya memberi izin untuk melanjutkan aktivitas lain.


“Baik, Nyonya. Saya permisi.”

__ADS_1


Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, begitu pun dengan Mami Athalla. Apalagi, jika ini menyangkut perihal jodoh. Tentu tidak boleh sembarangan. Dia terkejut sekaligus kecewa dengan pilihan putranya, juga bertanya-tanya apakah Athalla tahu soal video tersebut atau tidak.


“Aku harus memproses Athalla,” batinnya.


Tak perlu lagi mengintai putranya, karena semuanya sudah jelas. Dia bahkan berencana untuk berbicara pada Athalla mengenai Kania.


Jika bisa, Kania diputuskan saja. Masih banyak wanita yang tentunya lebih baik ketimbang kekasih Athalla tersebut. Apa kata sanak saudara, apabila Athalla menikahi wanita yang pernah berhubungan badan dengan laki-laki lain?


***


Ini adalah waktu yang tepat bagi maminya untuk mengungkapkan isi hati. Seberes makan malam, maminya meminta agar Athalla menetap di kursi makan terlebih dahulu, karena ada suatu hal yang ingin disampaikan. Mami tadi meminta Athalla datang dan makan malam bersama.


“Ada apa, Mi?” Athalla heran. Umumnya, wanita itu akan menyampaikan secara langsung tanpa mode serius seperti itu.


“Mami sudah mengetahui, kalau kamu punya kekasih, Nak.”


Degh!


Athalla spontan mati kutu. “Kenapa Mami bisa tahu? Duh!” Athalla bermonolog.


“Kamu pasti bingung Mami tahu dari mana?” Seketika wanita itu dapat membaca pikiran putranya. “Kamu nggak perlu tahu, ya, yang jelas Mami tahu, kalau pacar kamu itu bernama Kania. Wanita yang pernah kamu bawa dulu dan dia adalah sekretarismu. Kenapa nggak pernah cerita sama Mami, hem?” sambungnya menuntut penjelasan.


Athalla hanya bisa menampilkan deretan gigi putih nan rapinya seraya menggaruk kepala yang tak gatal. Bingung sekali harus melakukan apa.


ucap Mami.


“Hah, kenapa, Mi?” Sepasang netra Athalla membola. Ia sontak angkat bicara, kala mengetahui hubungannya diberi lampu merah.


“Kamu sudah tahu masa lalu kekasihmu itu?”


tanya Mami.


“Masa lalu?” Dahi Athalla mengernyit.


“Kania pernah dengan sengaja membuat video tidak senonoh dengan mantan pacarnya dan video itu sempat viral, Athalla. Dia juga dibenci oelh keluarga sendiri akibat perbuatan bodohnya itu. Apa kamu sudah tahu?” Amat tak sabar menanti jawaban dari putranya.


“Aku sudah tahu, Mi.”


“Apa? Jadi, kamu sudah tahu?”


“Iya," jawab Athalla tegas.


Keterkejutan Mami Athalla semakin akut saja. Dia tak habis pikir dengan si anak yang mau-maunya mengambil perempuan dengan masa lalu buruk. Maminya tepok jidat.

__ADS_1


“Kenapa kamu mau sama dia, Athalla? Kamu nggak mikir panjang apa?”


“Apa yang salah, Mi?” Dengan rasa tak berdosa, Athalla balik bertanya.


“Ya, ampun, Sayang! Berarti Kania itu perempuan nggak baik. Kalau baik, dia nggak mungkin berbuat seperti itu.”


“Nggak ada yang perlu dipermasalahkan, Mi. Mungkin Kania emang kurang baik, tetapi dulu. Sekarang dia sudah jauh berubah. Semua orang boleh punya masa lalu, Mi.”


Itulah yang membuat Athalla memilih Kania sebagai pasangan. Bukan berarti ia tidak mengetahui bagaimana masa lalu wanita tersebut, tetapi setiap manusia pasti bisa berubah, termasuk diri Kania sendiri. Athalla kurang menyetujui pemikiran maminya yang mengklaim, bahwa Kania masih saja berlaku jahat.


Bukankah dia sendiri juga memiliki masa lalu yang tidak kalah suramnya dari Kania. Mereka akan sama-sama membenah diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.


“Tetapi, dia tetap punya rekam jejak buruk, Nak. Mami nggak mau punya menantu seperti itu. Apa kata keluarga besar kita?” Tangan maminya mengembang di udara.


“Aku juga bukan manusia sempurna, Mi. Pernah berbuat salah. Mami juga tahu masa laluku tidak lebih baik dari Kania!”


“Setidaknya tidak sefatal itu, Athalla. Tidak sampai ada jejaknya.”


Mami memang tidak tahu pasti jika Athalla dulu juga sering berhubungan dengan kekasihnya. Yang Mami tahu anaknya pengguna obat terlarang. Hanya itu yang dia tahu kesalahan putranya.


“Sekalipun begitu, Mi.”


“Akh! Mami nggak ngerti dengan pikiran kamu. Tinggalkan Kania, Athalla. Masih banyak wanita yang jauh lebih apik daripada dia.”


“Aku nggak bisa ninggalin Kania, Mi. Hatiku sudah jatuh untuk perempuan itu.”


“Kamu sudi memakan sisa orang? Kamu ini laki-laki tangguh, Athalla. Jangan gegabah mencari istri. Mami pikir, kamu cukup dewasa untuk menyikapi hal ini,” tutur maminya memeringatkan.


Jika dia jadi Athalla, pasti dia sudah mencampakkan Kania dan mencari sosok yang jauh lebih bagus.


Bagi Athalla, tidak mudah untuk memulai suatu hubungan. Apalagi, dia sudah terbiasa dengan orang lama. Bagaimana, jika tiba-tiba pasangannya nanti tidak sebaik Kania?


Athalla bisa terkena jebakan ulahnya sendiri. Athalla tidak sedang membantah ucapan sang Ibu, tetapi lebih mementingkan apa yang memang baik untuknya.


Bersama Kania, Athalla lebih merasa hidup dan bersemangat menjalani hari-hari penuh badai rintang.


“Jangan berpatok pada masa lalu, Mi. Kania sudah jauh lebih baik sekarang.” Kembali, Athalla mengulang kalimat yang sama.


Sepasang bahu wanita itu longsor akibat keputusan si anak. Maminya menyayangkan Athalla yang enggan meninggalkan Kania. Kalau sudah begini, maka wanita itu harus putar otak. Bagaimanapun Athalla dan Kania wajib putus.


...****************...


__ADS_1


__ADS_2