
Jika anaknya tak dapat diberi tahu, maka maminya akan menemui Kania secara langsung. Wanita itu harus mengerti, bahwa sesungguhnya hubungan mereka tidak disetujui.
Dia sengaja menanti waktu yang tepat. Tidak boleh ceroboh, apalagi sampai ketahuan Athalla, karena ia dan Kania berada di kantor yang sama. Maminya pun menanti sampai Athalla mendapat jadwal meeting ke luar kota.
Keberuntungan berpihak pada wanita paruh baya tersebut. Tepat di hari ini, Athalla melancong bersama asisten pribadinya untuk menemui klien di daerah lain. Maminya langsung ambil tindakan dan meluncur ke kantor.
Para karyawan heran melihat kehadiran ibu dari atasan mereka itu. Tidak biasanya wanita itu datang jika tidak ada acara kantor. Tanpa bertanya, Mama Athalla masuk ke ruang anaknya. Dia yakin Kania ada di dalam.
“Masuk!” ujar Kania dari ruangannya.
Awalnya, dia tidak tahu, bahwa itu adalah Mami dari kekasihnya. Begitu melihat sosok tersebut, Kania spontan tersontak dan angkat b*kong dari kursi kebersarannya. Kania menundukkan kepala tanda menghormati.
“Ah, Tante. Maaf, ya, aku kira karyawan lain. Silahkan duduk, Tan!” Kania membentangkan kedua tangannya.
Mami Athalla tersenyum tipis, bahkan nyaris tidak kelihatan. Dia pun mengambil posisi tepat di hadapan Kania. Keduanya hanya terpisahkan oleh sebuah meja.
“Ada apa ya, Tante? Mas Athalla sedang ada meeting di luar.” Dipikirnya, wanita itu ingin mencari putranya. Kania masih tersenyum saat berbicara.
“Tante mencari kamu, Kania," ucap Mami Athalla tegas.
“Oh, iya?” Sepasang manik mata Kania membola.
“Iya dan Tante tahu, kalau Athalla sedang meeting di luar kota, karena dia sudah memberi kabar kemarin.”
“Tante mau bicara apa?” Seketika jantung Kania bertalu-talu.
“Tante ingin menyampaikan ssuatu hal, yang mana ini untuk kebaikan Athalla, anak Tante. Kamu nggak perlu tersinggung, oke!”
“Iya, Tan,” jawab Kania seraya memainkan kesepuluh jarinya.
“Tante mau, kamu jauhi anak Tante!”
Degh!
Kania mati kutu. Ia sampai mencubit kulit tangannya sendiri demi memastikan ini adalah mimpi atau tidak. Kania merasa sakit, tandanya ia tengah berlayar di alam nyata. Separuh jiwa Kania mendadak pergi. Ia tidak tahu sebab pasti Mami Athalla berseru sedemikian rupa.
“Ke- kenapa, T- Tan?” Ia gugup setengah mati.
Sesunggihnya Mami Athalla begitu iba, tetapi dia tak boleh menampakkannya, karena tak ingin membuat Kania besar kepala. Wanita itu tahu bagaimana sakitnya saat hubungan tidak direstui, tetapi tak ada pilihan lain, kecuali meminta Kania untuk pergi dari kehidupan buah hatinya.
“Tante nggak setuju dengan hubungan kalian, karena Tante tahu masa lalu kamu.”
“Masa lalu yang mana?” Kania sempat heran.
__ADS_1
“Ini!”
Tanpa sungkan, Mami Athalla menunjukkan video tak senonoh yang ia peroleh dari orang suruhannya. Kania sampai memejamkan mata memandang gambar masa lalunya tersebut.
“Tante, dari mana dapat video itu?” Anak muda itu begitu penasaran.
“Kamu nggak perlu tahu, Kania. Dan, ini adalah alasan Tante meminta kamu menjauhi Athalla. Sekarang kamu paham?” Mami Athalla menegaskan.
Dia tak ingin berkata panjang lebar, karena enggan menyakiti perasaan Kania lebih dalam lagi, yang terpenting segala isi hatinya berhasil diungkapkan.
“Tante harap kamu mengerti, ya! Dan, jangan pernah berbicara pada Athalla, kalau Tante sudah menemuimu. Jangan sampai kamu merusak hubungan antara ibu dan anaknya.”
"Tetapi kami saling mencintai. Aku akan merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Aku janji tidak akan mengulangi lagi perbuatan itu,"ucap Kania terbata.
"Walau sifat kamu berubah menjadi seperti malaikat, tapi jejak masa lalumu ini tidak akan bisa dihilangkan. Bagaimana jika keluarga kami melihatnya?"
Mami Athalla menarik napas dalam. Sesungguhnya dia juga serba salah. Anaknya Athalla tampaknya sangat mencintai Kania. Bagaimana jika dia tahu tentang kedatangannya menemui Kania. Pasti Althalla akan membencinya.
"Apakah kamu mencintai Athalla?" tanya Mami. Kania mengangguk cepat sebagai jawaban.
"Jika kamu memang mencintai Athalla dengan tulus bukan karena dia siapa, kamu pasti ingin melihatnya bahagia.Lepaskan Athalla sebagai bukti cintamu. Kamu pasti akan dapat pria yang sepadan denganmu nantinya. Jika kamu tetap memaksa bersama Athalla, apakah kamu akan bahagia jika satu orang pun dalam keluarga kami tidak ada yang merestui? Jangan membuat Athalla menjadi anak durhaka karena menentang kedua orang tuanya. Tante harap kamu mengerti dan mau mengalah!"
Tak ingin berpanjang lebar lagi, Mami Athalla menarik diri dari ruangan Kania dan kembali ke tempat semula. Dia akan memantau perkembangan hubungan keduanya dan Mami Athalla betul-betul berharap, kalau anaknya dan sang pacar bisa segera putus.
“Bagaimana ini?” desisnya perih.
Di kantornya, Kania menjalani hari-hari dengan tidak senang. Moodnya rusak total, bahkan beberapa kali melakukan kesalahan. Begitu jam kerja berakhir, Kania langsung kembali ke kos, padahal ada rekan lain yang sempat mengajaknya nongkrong tadi. Kania ingin memikirkan permasalahan yang tengah melanda.
***
Di bilik yang bernuansa putih tersebut, Kania membentuk tubuhnya persis seperti seekor tringiling. Air matanya tiada henti luruh. Dia terjebak diantara pilihan yang berat. Harus meninggalkan Athalla, atau menjalani hubungan tanpa restu.
Kania tak menyangka, jika kisah cintanya dengan pria itu akan berakhir nelangsa, akibat masa lalu yang dia punya.
Sejenak, Kania enggan menggubris panggilan dari Athalla. Dia hanya mengirim pesan, bahwa dirinya tengah sibuk dan tak ingin diganggu.
Kania juga rela tidak masuk kerja demi mencari jalan keluar atas problem tersebut. Dia tidak boleh bertemu Athalla lagi sesuai yang diperintahkan oleh maminya.
Dua hari suntuk, Kania menimbang-nimbang dengan matang, sampai pada akhirnya dia mendapat keputusan terbaik. Ya, Kania akan menuruti permintaan Mami Athalla untuk menjauhi anaknya.
“Maafkan aku, Mas Atha,” bisik Kania sesenggukan.
Pagi itu, dia mengirim surat resign ke kantor secara diam-diam. Dia juga mengambil peralatan kerja di saat semua orang masih dalam perjalanan. Kania sengaja datang di pagi buta. Sebelum kehadiran karyawan yang lain, terutama Athalla.
__ADS_1
Kania memandang kantor tempat dia mengadu nasib selama beberapa detik, lalu melenggang dengan perasaan hancur. Tak hanya meninggalkan gedung tersebut, tetapi dia juga meninggalkan seseorang di dalam sana dan segala kenangan yang dia punya.
Saking buntunya, wanita itu juga memutuskan untuk pindah kota alias meninggalkan kosannya. Jika ia masih di sana, tentu Athalla akan mudah menemukannya, meskipun tak lagi bekerja di kantor.
Siang itu juga, Kania membawa beberapa koper dan memboyongnya menuju terminal bus. Kota Pekan Baru menjadi pilihan Kania untuk beberapa waktu ke depan. Dia akan mencari kehidupan baru di sana.
“Sekali lagi maafkan aku, Mas Atha. Aku pergi tanpa pamit. Aku hanya menuruti ucapan ibumu. Katanya, ini semua demi kebaikanmu,” gumamnya seraya menyeka air mata yang nyaris terjatuh.
***
Athalla yang tak kunjung mendapat kabar dari sang kekasih, lantas dibuat curiga. Dia menerka, jika perempuan itu tengah marah padanya. Akan tetapi, Athalla tidak merasa melakukan suatu apapun.
Seseorang mengetuk pintu kerja Athalla dan langsung dipersilahkan masuk olehnya.
“Ada keperluan apa?” Ternyata, sosok itu adalah asisten pribadinya.
“Karyawan bernama Kania menitipkan surat ini di kantor, Pak.”
“Apa isinya?”
“Saya tidak tahu, Pak. Saya hanya menyampaikan saja.”
Mendengar nama kekasihnya disebut, membuat dada Athalla bergetar hebat. Ia meraih secarik surat yang berada di genggaman sang asisten.
“Kamu boleh pergi,” katanya.
Jemari Athalla menari dengan cepat, tidak sabar untuk mengetahui isi surat tersebut. Seketika batinnya merasa tak enak, terlebih saat kertasnya berhasil terbuka.
Athalla menilik huruf demi huruf yang tergores di atasnya. Kini, dia mengerti, bahwa itu adalah sebuah surat pengunduran diri. Bersamaan dengan itu, sekujur darah Athalla berdesir dahsyat.
...****************...
Selamat siang semuanya. Mama mau perkenalkan novel baru Mama. Jangan lupa mampir ya.
Judul TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU
Demi memenuhi kebutuhan dan gaya hidup mewah, Melani memilih mengambil jalan yang menurutnya instan, menjadi seorang sugar baby dan teman ranjang pria dewasa. Siapa sangka Melani dipertemukan dengan Jefri yang ternyata adalah sahabat dari ibunya sendiri.
Seiring berjalanannya waktu, dia bertemu dengan seorang pria muda bernama Yudha. Mereka saling jatuh cinta. Namun, Jefri yang mengetahui itu tidak ingin melepaskan Melani. Dengan berbagai cara dia membuat hubungan Lani dan Yudha putus.
Bagaimana hubungan cinta mereka selanjutnya? Dapatkah Melani dan Yudha bersatu?
__ADS_1