
Tiba-tiba Kania merasa seseorang memeluk tubuhnya dari belakang. Kania memalingkan wajahnya ingin melihat siapa yang berani melakukan itu dengannya.
Kania kaget mengetahui Athalla yang memeluk tubuhnya. Bagaimana bisa pria itu keluar dari acara pertunangannya. Tangis Kania pecah melihat pujaan hati ada dihadapannya saat ini.
Athalla meminta Kania berdiri dan kembali membawa wanita itu ke dalam dekapan dadanya. Tanpa bisa Kania tahan, tangannya juga memeluk tubuh pria itu.
"Aku minta maaf untuk segala-galanya. Maaf karena membuat kamu menangis. Maaf karena membuat kamu kecewa dan sedih. Maafin aku. Aku sayang kamu. Sebesar apa pun kamu marah atas kesalahanku. Satu hal yang perlu kamu tahu kalau hatiku tetap untuk kamu. Maafin aku, ya."
Ucapan Athalla membuat Kania makin mempererat pelukannya. Dia tahu ini salah. Athalla telah bertunangan dan telah menjadi milik orang lain. Namun, dia tetap tidak bisa menahan perasaannya. Kania ingin memeluk kekasih hatinya itu.
"Aku tahu ini sangat menyakitkan bagimu. Namun, perlu kamu tahu Kania, sakit yang kamu rasakan juga aku rasakan. Aku terpaksa menerima pertunangan ini karena tidak ingin Mami menyusul kepergian Papi. Mami satu-satunya orang tuaku saat ini."
Kania merenggangkan pelukannya dan memandang wajah Athalla dengan penuh tanya. Apa maksud perkataan Athalla tadi jika Papinya meninggal?
"Papi kamu telah meninggal, Mas?" tanya Kania dengan suara serak karena tangisan. Athalla hanya menganggukkan kepalanya.
Kania jadi mengerti apa yang dilakukan Athalla. Pasti saat ini perasaannya lebih sedih dari yang Kania rasakan. Pertunangan tanpa kehadiran orang tua yang lengkap.
Tanpa keduanya sadar, Syafa yang mengikuti langkah Athalla dalam diam melihat semua adegan tadi. Dia tidak berani mendekat. Dari kejauhan dia bisa menyimpulkan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Pantas Mas Athalla selalu saja diam jika denganku. Terjawab sudah jika dia memang terpaksa melakukan semua ini. Mas Athalla telah memiliki kekasih," gumam Syafa pada diri sendiri.
Kania menyadari semua telah menjadi takdir Tuhan. Mungkin dia dan Athalla bukan berjodoh. Kania harus melepaskan dan merelakan semuanya.
"Kita adalah dua orang yang pernah memiliki rasa yang sama namun tak ditakdirkan untuk terus bersama.Mungkin, tuhan mempertemukan kita hanya sebatas untuk saling mengenal bukan untuk saling memiliki. Kembalilah ke dalam, Mas. Aku tidak mau Mami tahu jika kamu saat ini bersamaku."
Dengan berat hati Kania akhirnya meminta Athalla pergi. Dia juga akan mulai melepaskan rasa cintanya. Mungkin ini tidak akan mudah. Lukanya kembali terkoyak untuk kedua kalinya.
"Masuklah, Mas! Aku nggak mau ada salah paham. Aku rela melepaskan kamu. Mungkin kebahagiaan kamu bukan denganku. Pergilah, Mas. Jika kamu memang mencintai aku, lepaskan cintamu. Bukankah cinta tidak harus memiliki. Jangan buat aku makin dibenci Mami mu jika tahu kamu denganku di sini," ucap Kania.
"Kania aku tidak akan bisa melupakan kamu. Aku tidak akan bisa mencintai wanita lain selain kamu. Akan aku batalkan pertunangan ini. Kita akan pergi jauh berdua."
Athalla terdiam mendengar pertanyaannya Kania. Dia memang tidak akan pernah siap kehilangan Maminya dan tidak akan mungkin juga bisa melepaskan Kania dengan ikhlas. Athalla bagai memakan buah simalakama. Diikuti kata ibu, dia akan terluka. Diikuti kata hati maka akan kehilangan Mami.
Kania tahu saat ini Athalla pasti sedang bimbang memilih antara dirinya dan Mami. Kania tidak mau menjadi pilihan dan tidak ingin dipilih jika akan ada hati yang terluka, hati seorang Ibu. Kania bisa merasakan bagaimana menderitanya hidup tanpa orang tua.
Kania tidak ingin Athalla nanti memilih dirinya, tapi kesedihan yang akan terus dia rasakan karena tidak mendapat restu dari orang tua. Kania menggenggam tangan Athalla.
"Dengarkan aku bicara, Mas. Ini bukan perpisahan, Mas. Ini ucapan terima kasih. Terima kasih telah datang ke dalam hidupku dan memberiku kegembiraan, terima kasih telah mencintaiku dan menerima cintaku sebagai balasannya. Terima kasih atas kenangan yang akan aku hargai selamanya. Ingat aku dengan senyum dan tawa, karena dengan itulah aku akan mengingatmu. Jika kamu hanya dapat mengingatku dengan kesedihan dan air mata, maka jangan mengingatku sama sekali. Pergilah. Yakinlah kebahagiaan pasti akan datang padamu karena telah berbakti pada orang tua."
__ADS_1
Kania memohon pada Athalla agar masuk ke dalam ruangan lagi. Dengan berat hati dan paksaan dari Kania, akhirnya Athalla mau masuk.
"Aku akan selalu mencintai kamu, hari ini, esok, lusa dan selamanya. Aku akan berusaha sampai kita akan dapat bersatu kembali. Aku yakin akan ada jalan bagi kita untuk dapat bersama," ucap Athalla sebelum masuk.
Athalla telah berjanji akan berterus terang pada Syafa. Jika gadis itu yang akhirnya memilih mundur, mungkin Mami tidak akan bisa memaksanya lagi.
Kania menatap punggung Athalla yang berjalan menjauh memasuki gedung acara. Syafa yang melihat Athalla masuk, juga ikutan masuk.
Setelah Athalla menghilang, tangis Kania akhirnya pecah kembali. Sekuat apa dia merelakan dan melepaskan, tidak akan bisa menutupi sakit hatinya.
Mengikhlaskan seseorang adalah ketika kamu mau dia bahagia dengan pilihannya. diawal memang terasa berat, tapi biarkanlah dia pergi. Buat era baru dalam hidupmu dengan melepaskan seseorang dan menerima orang baru. Berevolusi dalam hidupmu dengan mengikhlaskan ia yang sudah habis waktunya denganmu.
Terkadang, di dalam hidup kita harus belajar ikhlas dan melepaskan. Mengikhlaskan apa yang telah berlalu, dan melepaskan apa yang seharusnya pergi. Seandainya kamu paham, mengikhlaskan yang tiba-tiba pergi bukanlah hal yang mudah. Perpisahan kadang menyakitkan bukan?
Namun, lebih baik mengikhlaskan dia pergi jika itu memang yang terbaik. dari pada memaksakan sesuatu yang tak mungkin bertahan. Kadang kamu memang harus merelakan kesedihan yang menemanimu selama ini untuk temukan kebahagiaan kembali. Ada saat harus merelakan dia yang kita cintai pergi untuk sebuah pilihan. Bahagiaku adalah melihatmu bahagia. Terkadang lebih baik merelakan dan biarkan Tuhan yang menentukan. Hanya Tuhan yang mampu menyelesaikan berbagai masalah hidupmu.
...****************...
Sebagian Quote dikutip dari google.
__ADS_1