
Kania kembali mengecek barang-barang yang dia masukkan ke dalam tas semalam supaya tidak ada yang tertinggal. Bisa kacau nanti urusannya kalau sampai ada barang yang sangat dia butuhkan tapi malah ketinggalan.
"Oke, sudah semua. Lengkap, tidak ada yang kurang." Kania mengangguk usai mengecek isi tasnya.
Hari ini, Kania akan terbang ke Singapura untuk urusan pribadi yang harus dia selesaikan. Dia tidak akan membawa banyak barang dari Jakarta. Malah yang ada, nantinya dia akan membawa tumpukan barang-barang dari Singapura sana.
Kania keluar dari kamarnya, dia sudah siap pergi ke bandara. Tentunya Kania tidak sendirian, Athalla akan mengantarnya sampai bandara. Lelaki itu juga tidak bisa ikut pergi Kania ke Negeri Singa karena Athalla juga memiliki pekerjaan di Jakarta yang tidak bisa ditinggal begitu saja.
Usai berpamitan dengan orang rumah, Kania bergegas ke mobil bersama Athalla. Lelaki itu membantu Kania membawakan tas punggung yang dia bawa. Kania juga merasa seperti seorang putri saat Athalla membukukan pintu mobil untuknya.
"Kamu seriusan, nggak apa-apa aku tinggal sebentar?" tanya Kania memastikan.
Athalla terkekeh seraya melajukan mobilnya menuju ke bandara, "Ya ampun, Kania. Aku bukan anak kecil lagi, yang ke mana-mana harus ngintilin kamu," balas Athalla.
Kania lagi-lagi menggoda Athalla. Dia hanya ingin melihat ekspresi wajah Athalla saja yang menurut Kania itu sangat lucu. Bagi Athalla, sebenarnya dia sedikit khawatir melepas Kania pergi ke Singapura sendirian.
Namun Athalla berusaha meyakinkan dirinya kalau semuanya akan baik-baik saja dan tidak akan terjadi apa-apa kepada Kania. Athalla akan memprogram isi pikirannya supaya dia terus berpikir mengenai hal positif, bukan negatif karena itu sangat berpengaruh untuk suasana hatinya juga.
Selama di dalam mobil, mereka tidak banyak berkata-kata. Keduanya memilih diam untuk menikmati kebersamaan mereka. Karena beberapa menit lagi, mereka sudah terpisahkan oleh negara.
Sampailah mobil yang dikendarai Athalla di parkiran bandara. Lagi-lagi lelaki itu membantu gadisnya membawa tas yang sebenarnya tidak berat karena isinya juga tidak banyak. Namun Athalla tidak akan mau membiarkan Kania membawanya sendirian.
Tak perlu menunggu lama, Kania sudah boarding. Pesawat telah lepas landas, Athalla berharap kekasihnya itu selamat sampai tujuan dan sampai kembali lagi ke Jakarta. Kania janji, bahwa dia tidak akan lama di Singapura.
__ADS_1
Setelah berada di dalam pesawat selama hampir dua jam kurang sepuluh menit, Kania tiba di bandara Changi Singapura. Kania pun bergegas ke huniannya selama dia tinggal di Singapura.
Hari ini, dia akan mengepak semua barang-barangnya. Sebagian yang bisa dia bawa ke pesawat akan dia bawa pulang sementara sebagian lagi akan dia kirimkan dalam bentuk paket. Tak lupa, Kania juga memberi kabar semua yang ada di Jakarta kalau dia sudah tiba di Singapura.
Di hari kedua Kania berada di Singapura, dia segera pergi ke kantor seraya membawa surat pengunduran dirinya. Kania sudah bulat dengan keputusannya apabila dia akan resign dari perusahaan milik Anggara. Kania akan kembali ke Jakarta.
"Kamu tidak akan menyesal?" tanya atasan Kania.
Kania menggelengkan kepalanya, "Saya tidak akan menyesal."
Selesai menyerahkan surat pengunduran diri, Kania menyempatkan diri buat makan terlebih dulu sebelum dia kembali lagi ke bandara.
Seperti janji Kania, dia tidak akan berlama-lama di sini. Dia harus segera kembali ke Jakarta karena dia tidak mungkin tidak datang di acara pertunangannya dengan Athalla besok hari.
Sesuai rencana Kania kemarin kalau dia akan membawa beberapa barang yang bisa dia bawa. Sambil perjalanan menuju bandara, Kania juga mampir ke kantor ekspedisi buat mengirimkan sebagian barang-barang ke Jakarta. Gadis itu berhasil mengurus semuanya sendiri dalam dua hari.
"Sampai jumpa besok," ucap Kania sebelum turun dari mobil.
"Eum, sampai jumpa. Jangan lupa, nanti kita sleepcall ya?" balas Athalla membuat Kania tertawa.
***
Hari berganti, tiba juga hari pertunangan Kania dan Athalla. Acara itu digelar cukup mewah untuk sekadar acara pertunangan saja.
__ADS_1
Sedari pagi kediaman Kania sangat ramai oleh orang-orang yang memasang dekorasi rumah dan orang-orang yang berdatangan untuk mengantarkan pesanan makanan ringan maupun katering buat makan-makan dan jinjingan yang akan dibawa pulang orang-orang yang turut mendoakan buat kelancaran acara.
Kania yang baru bangun sekitar pukul delapan pagi, dia seketika melihat di rumahnya sudah banyak orang. Dia begitu kelelahan usai mengurus semua urusannya di Singapura selama dua hari berturut-turut.
Sore pun tiba, acara pertunangan Kania dan Athalla diadakan pada sore hari supaya acara bisa lebih khidmat ketimbang diadakan malam karena biasanya malam hari sudah banyak yang mengantuk.
Mulanya pihak keluarga Athalla memberi usul untuk mengadakan acara pertunangan di hotel atau di gedung, namun Kania sendiri yang menolak. Kania ingin acaranya diadakan di rumah orang tua Athalla saja, supaya ada kenang-kenangan di rumah.
Pihak keluarga Athalla sudah berdatangan. Semuanya disambut hangat oleh Athalla dan Kania. Athalla sampai terkagum-kagum melihat kecantikan Kania yang mengenakan kebaya berwarna pastel, senada dengan kemeja yang dia pakai sekarang. Mereka memang sengaja menyamakannya supaya terlihat serasi.
Hati Kania merasa berbunga mendengar dirinya dilamar oleh laki-laki yang dia sayangi selama ini. Dia bahkan sempat tidak bisa membendung setetes air mata bahagianya. Kania juga terharu saat sampai di tahap untuk dirinya dan Athalla bertukar cincin.
"Kamu cantik banget malam ini, Kan." Athalla memuji kecantikan Kania seraya menyematkan cincin ke jari manis Kania.
Tentu saja Athalla bicara pelan, bahkan terkesan berbisik karena dia tidak ingin ada orang lain di sana yang mendengarnya. Athalla bisa malu kalau mereka mendengar pujiannya untuk Kania.
Kania tersenyum, dia tersipu malu. Kedua pipinya yang merah merona karena blushon, semakin memerah usai mendengar pujian Athalla.
"Kamu juga ganteng banget." Kania tidak mau kalah, dia pun melakukan hal yang sama ketika memasangkan cincin ke jari manis Athalla.
Keduanya resmi bertunangan. Sudah ada cincin pengikat di antara Athalla dan Kania sekarang. Semua anggota keluarga bertepuk tangan gembira melihat sepasang kekasih itu yang akhirnya berhasil untuk melangkah ke tahap selanjutnya.
"Selamat ya, Mami senang banget lihat kalian sudah resmi tunangan." Maminya Athalla memberikan selamat kepada putra dan calon menantunya. Wanita paruh baya itu juga mencium kedua pipi Kania sebagai tanda sayangnya untuk Kania.
__ADS_1
Kania pun merasa bersyukur, akhirnya dia bisa juga menjadi bagian dari Athalla yang sesungguhnya. "Aku juga mau berterima kasih sama Tante karena sudah menerima aku menjadi bagian dari Athalla," balas Kania.
...****************...