NODA MASA LALU

NODA MASA LALU
Bab 44. Papi yang kritis.


__ADS_3

"Mami akan memaafkan kamu, Nak! Namun kamu harus melakukan satu keinginan Mami," ucap Mami.


Athalla memandangi Mami dengan dahi berkerut. Apa yang Mami inginkan dari dirinya. Dia telah berjanji akan mengikuti apa maunya kedua orang tua itu.


"Apa yang Mami inginkan dariku?" tanya Athalla pelan. Dia takut keinginan Mami sulit dipenuhi.


"Hanya satu keinginan orang tua buat anak mereka." Mami menghentikan ucapannya. Athalla memandangi Mami dengan seksama. Menunggu lanjutan ucapan Mami.


"Orang tua hanya mengharapkan anaknya mendapat pasangan hidup yang baik. Nak, nafsu hanya bertahan sementara saja. karena ia memiliki sifat pembosan dan tak tak pernah puas. Tapi keindahan hati seorang wanita bisa mendamaikan dan mengokohkan jiwa laki-laki.Jangan hanya karena punya perasaan, seseorang yang buruk agamanya kamu nikahi," ucap Mami lagi.


Athalla menarik napas dalam. Telah yakin jika Mami pasti akan tetap meminta dia tinggalkan Kania. Apa pun alasan yang kita berikan, bagi Mami-nya Kania tetap bukan pilihan untuk di jadikan menantu.


"Sosok yang akan kamu pilih sebagai pasangan hidup akan menentukan bagaimana kamu menjalani sisa hidupmu nanti, pilihlah dengan bijak. Itu yang Mami inginkan. Apakah kamu sudah cukup mengerti?" tanya Mami.

__ADS_1


"Mi, Aku tidak membutuhkan yang sempurna, aku hanya ingin seseorang yang dapat membuatku merasa bahwa aku adalah satu-satunya untuk -nya," ucap Athalla.


Mami menarik napas dalam mendengar ucapan anaknya. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan untuk membujuk putranya itu.


"Pernikahan adalah sebuah perjalanan yang panjang mengarungi lautan samudra yang diiringi badai dan gelombang besar. Oleh karena itu dibutuhkan kapten yang andal dalam menuju tujuan yang diharapkan. Selagi masih diberi kesempatan untuk memilih, maka pilihlah. Karena yang namanya takdir kadang tak memberi kita kesempatan untuk memilih, selain menerimanya tanpa banyak tanya."


"Mami, bagiku Kania sudah memenuhi kriteria untuk menjadi istri yang baik. Apa lagi yang di cari? Tentang masa lalunya, aku juga memiliki masa lalu. Bukankah tidak ada manusia yang sempurna. Semua orang menyesal. Semua orang membuat kesalahan. Tidak ada seorang pun yang sempurna. Tidak ada orang yang benar-benar jahat, sama seperti tidak ada orang yang sempurna. Kita semua abu-abu."


Mami memandangi Athalla dengan intens. Tidak tahu harus bicara apa lagi. Semua yang putranya ucapkan ada benarnya. Saat Mami ingin mengatakan sesuatu lagi, terdengar suara benda terjatuh dari kamar. Suara pecahan kaca.


"Papi ...," teriak Mami dan memeluk suaminya itu.


"Papi ... bangun! Papi sadarlah," ucap Mami.

__ADS_1


Athalla memegang pergelangan tangan Papi. Terasa denyut nadinya mulai melemah. Athalla menggendong tubuh Papi dengan sedikit berlari membawa Papi menuju mobil.


Mami mengikuti dari belakang. Dengan kecepatan lumayan tinggi Athalla mengendarai mobilnya. Mami yang duduk dibelakang dengan Papi dipangkuan, menangis tersedu. Mami takut terjadi sesuatu dengan Papi, karena suaminya itu memiliki riwayat sakit jantung.


Sesampainya diparkiran rumah sakit Athalla kembali menggendong tubuh Papi. Setelah mengunci pintu mobil, Mami langsung menyusul Athalla yang membawa Papi ke ruang IGD.


Athalla mondar-mandir di depan ruangan saat Papi diperiksa beberapa Dokter. Setengah jam berlalu Dokter keluar dari ruangan.


Athalla langsung menemui Dokter diikuti Mami. Athalla memeluk bahu Mami.


"Bagaimana keadaan Papi saya, Dok?" tanya Athalla.


"Maaf, Pak. Kami telah berusaha namun, Tuhan berkehendak lain. Orang tua Bapak telah meninggalkan kita semua, karena serangan jantung yang dialaminya."

__ADS_1


Ucapan Dokter itu bagaikan suara petir di siang bolong, terutama bagi Mami. Tubuhnya terasa luruh. Athalla langsung memeluk Maminya.


...****************...


__ADS_2