NODA MASA LALU

NODA MASA LALU
Bab 73. Bertemu Adit.


__ADS_3

Kania membawa keranjang untuk barang belanjaannya. Dia ingin memasak buat Athalla. Hampir dua minggu usia pernikahan mereka. Semua masih tampak sangat indah.


Tante Meri telah kembali ke desa lagi. Kania memberikan uang yang cukup banyak saat Tante beri pamit. Uang dari Athalla dan juga gajinya.


Walau Tante Meri pernah melakukan kesalahan tapi Kania tidak bisa melupakan jasa wanita itu. Dia yang telah merawat dan membesarkan Kania hingga dewasa. Jika dia memang sangat kejam, bisa saja menitipkan dirinya di panti asuhan.


Kania mengambil udang, cumi dan kerang. Dia akan memasakan suaminya seafood. Semua dicampur dijadikan masakan saos Padang.


Ketika asyik memilih udang, Kania dikagetkan dengan sentuhan di lengan kirinya. Kania langsung menoleh, dan makin kaget melihat siapa yang berdiri dihadapkannya.


"Adit ... Ira," ucap Kania dengan suara gemetar.


Beberapa bulan ini tidak bertemu dengan orang di masa lalunya membuat hidup Kania merasa lebih tenang. Apa lagi semenjak menikah. Kania sampai melupakan pernah ada noda di masa lalu nya.


"Apa kabar, Kania? Aku dengar kamu telah menikah dengan Athalla. Aku ingin menghadiri pesta pernikahan kamu saat itu tapi aku sadar jika kehadiran diriku tidak pernah kamu harapkan dengan bukti tidak diundangnya aku."


Kania menarik napasnya mendengar ucapan Adit. Memang dia dan Athalla memutuskan tidak mengundang Adit. Sempat Athalla menanyakan tentang ini. Jawaban Kania adalah tidak ingin bertemu orang-orang di masa lalunya di saat dia sedang bahagia.


Bukan karena dia yang sangat dendam, tapi semua untuk kewarasan pikiran dan otaknya. Mana ada orang yang ingin noda masa lalu nya diketahui orang.

__ADS_1


"Maaf, Adit, Ira. Aku memang sengaja tidak mengundang orang-orang yang akan membuat kebahagiaan yang sedang aku rasakan menjadi berkurang karena kehadiran mereka. Bukannya aku sombong, tapi itu semua demi kewarasanku!" Kania mengucapkan itu dengan penuh penekanan."


"Aku mengerti, Kania. Pasti sulit bagimu untuk dapat menerima aku lagi. Kania, aku boleh minta waktumu. Hanya setengah jam saja. Setelah itu aku janji akan menjauh dari hidupmu."


Adit memohon agar Kania meluangkan waktunya sekejap untuk dia bicara. Setelah berpikir Kania akhirnya setuju. Dia mengikuti kemana Adit dan Ira membawanya. Pria itu mencari tempat nongkrong terdekat dari supermarket.


Sebuah kafe yang dihiasi dengan unik menjadi pilihan mereka. Adit memesan minuman dan makanan ringan sebelum memulai obrolan.


"Nia, aku minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan. Mungkin tidak akan mudah bagimu memaafkan semua itu. Namun, dari hatiku terdalam aku memohon padamu. Aku telah meminta teman-teman yang masih memiliki video kamu itu untuk menghapusnya. Aku juga telah meminta ahli IT untuk menghapus jejak video-mu di sosial media."


Adit menjeda ucapannya. Dia menarik napas dslam. Ira, rekan kerja Kania yang dulu pernah menjelekan dirinya hanya tertunduk malu. Tidak mampu bicara.


"Aku telah menerima karmaku. Adik kandungku mengalami hal yang sama denganmu. Namun, mentalnya tidak sekuat kamu. Hingga dia harus mengakhiri hidupnya."


Kania bersyukur dirinya tidak pernah berpikir untuk melakukan hal bodor seperti ini. Dia percaya, setelah hujan dan badai pasti akan ada pelangi.


Adit dan Ira kembali meminta maaf atas apa yang pernah mereka lakukan pada Kania. Wanita itu akhirnya memaafkan semua salah Adit dan Ira.


"Terima kasih, Nia. Kamu wanita baik, pantas bersanding dengan Athalla yang juga pria baik," ucap Adit tulus.

__ADS_1


"Memaafkan semua kejadian masa lalu untuk membuat hidupku juga tenang."


Kania tiba-tiba merasakan pipinya dikecup. Kania membalikan tubuhnya dan melihat Athalla suaminya. Ternyata pria itu telah berdiri cukup lama di sana.


"Aku beruntung mendapatkan wanita seperti kamu yang memiliki hati seluas samudera," ucap Athalla.


Adit dan Ira juga mengundang mereka berdua untuk dapat menghadiri pesta pernikahan mereka. Adit memilih Ira sebagai pendamping hidupnya, karena wanita itu yang telah tahu sisa negatifnya tapi masih bisa menerima dirinya.


Memaafkan orang atas apa yang mereka lakukan atau katakan kepada kita memang tidak mudah karena membutuhkan hati yang seluas samudra serta ketulusan hati untuk melakukannya.


Namun, hal tersebut dapat menghindarkanmu dari sifat benci dan dendam, yang hanya akan merusak diri sendiri dalam hidup.


Memaafkan atau mengampuni kesalahan orang lain bermanfaat bagi diri sendiri karena hal tersebut dapat membuat hatimu menjadi lebih tenang dan penuh kedamaian.


Orang harus memaafkan. Kita tidak harus menyukai mereka, kita tidak harus berteman dengan mereka, kita tidak harus mengirimi mereka hati dalam pesan teks, tetapi kita harus memaafkan mereka, mengabaikan, melupakan. Karena jika tidak, kita mengikat batu di kaki kita, terlalu berat untuk dibawa sayap kita!" - C. JoyBell C.


END


...****************...

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan semua pembaca setia novel ini. Tidak ada yang bisa mama berikan selain ucapan terima kasih. Mama juga mohon dukungannya untuk novel terbaru mama.



__ADS_2