
Saat ini Syafa dan Athalla sedang berada di salah satu kafe. Syafa yang meminta waktu Athalla. Ada yang akan dia bicarakan dan ingin sampaikan.
Syafa telah melihat sendiri saat Athalla mengejar dan bicara dengan Kania. Dia tahu pasti jika Kania pastilah kekasih Athalla.
Dia juga memiliki kekasih yang saat ini sedang berusaha merintis usahanya. Syafa dan kekasih juga terhalang restu orang tua, karena Ibu-nya tidak setuju dengan kekasih Syafa yang hanya memiliki usaha bengkel.
"Maaf, Kak. Aku ingin bicara sesuatu dengan Kak Athalla," ucap Syafa memulai percakapan mereka.
"Silakan. Sepertinya serius banget. Kenapa harus di sini? Tidak di rumah saja!"
Athalla heran dan kaget saat Syafa menghubunginya dan meminta untuk mengobrol berdua. Beruntung Anggara menunda pertemuan mereka besok. Saat Athalla bertanya kenapa di tunda namun, sambungan ponsel keburu diputuskan Anggara.
"Kak, aku ingin pertunangan kita dibatalkan!" Syafa bicara pelan namun, suaranya masih dapat didengar Athalla.
Athalla menjadi kaget mendengar ucapan Syafa. Kenapa gadis itu tiba-tiba meminta pembatalan pertunangan mereka? Athalla tidak tahu perasaannya ssat ini. Bahagia pasti, karena belum meminta tapi Syafa telah mundur duluan.
Padahal Athalla juga berkeinginan untuk meminta Syafa membatalkan pertunangan ini. Cuma tidak secepat ini. Baru kemarin mereka bertunangan dan hari harus berakhir. Apa kata Mami-nya nanti? Yang Athalla takutkan Mami-nya syok dan harus pergi meninggalkan dunia seperti Papi. Jika itu terjadi, Athalla tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.
"Kenapa tiba-tiba kamu meminta pembatalan pertunangan? Apa aku menyinggung kamu atau menyakiti hatimu?" tanya Athalla.
"Kak Athalla tidak ada menyakiti hatiku. Namun, jika kita lanjutkan pertunangan ini akan ada banyak hati yang terluka. Bukan hanya aku, Kakak saja. akan tetapi ada dua hati lagi yang terluka!"
Syafa harus mengatakan semua ini. Dia harus bekerja sama dengan Athalla untuk membatalkan semuanya.
__ADS_1
"Apa maksud kamu ada banyak hati yang terluka jika pertunangan kita diteruskan? Siapa saja yang kamu maksud?" tanya Athalla tidak mengerti apa yang dimaksud Syafa.
Syafa tampak menarik napas dan merubah posisi duduknya. Dia memandangi wajah Athalla dengan seksama. Siapapun pasti akan tertarik melihat wajah tampan pria dihadapkannya saat ini. Namun, tidak bagi Syafa karena dia telah memiliki seorang tambatan hati. Mungkin Athalla juga begitu, tidak tertarik dengannya karena telah ada satu nama dihatinya.
Jika dia dan Athalla tetap memaksakan diri untuk meneruskan pertunangan ini pastilah dia dan Athalla tidak akan pernah merasakan kebahagiaan karena mereka menerima dengan terpaksa.
"Kak Athalla tidak perlu berbohong lagi. Kakak terpaksa menerima pertunangan kita, bukan? Padahal kakak telah memiliki tambatan hati. Begitu juga denganku. Aku telah memiliki seorang kekasih. Aku dipaksa ibu untuk menerima pertunangan ini. Ibu tidak suka dengan Bang Andi karena dia bukan seorang CEO seperti Kak Athalla."
Syafa menjeda ucapannya. Dia teringat bagaimana ibunya mengusir Andi saat sang kekasih datang melamar. Ibu Syafa mengatakan jika Andi tidak pernah berkata sehingga mencintai Syafa yang statusnya jauh berbeda. Bukan hanya Andi yang sakit hati mendengar ucapan ibu namun, juga dirinya.
Andi pergi meninggalkan rumah Syafa dan sejak saat itu kemanapun gadis itu pergi dikawal dengan supir. Setelah menjodohkan dengan Athalla dan Syafa menerimanya barulah gadis itu dibebaskan kembali pergi tanpa kawalan.
Athalla tidak menyangka jika Syafa juga terpaksa menerima perjodohan ini. Jika tahu dari awal mungkin dia tidak akan menerima pertunangan mereka.
"Aku takut mengatakan kebenaran ini karena di ancam kedua orang tuaku. Mereka tidak akan menganggap aku anak jika menolak pertunangan ini. Aku harus bagaimana? Aku nggak berani menolak!"
"Terus apa yang harus kita lakukan. Jika hari ini tiba-tiba kita bicara akan membatalkan pertunangan, yang ada orang tua kita akan syok!"
Syafa mengangguk tanda setuju. Namun, jika diteruskan semua akan berlarut. Jika semua perlengkapan pesta telah di beli, apa yang bisa mereka lakukan?
"Aku boleh tahu, apa yang menyebabkan kamu berubah pikiran?" tanya Athalla.
"Aku melihat sendiri saat Kak Athalla dan kekasih kakak terpaksa harus berpisah karena pertunangan kita. Aku dapat melihat kesedihan di wajah kekasihnya kakak!"
__ADS_1
"Terus apa yang harus kita lakukan untuk membatalkan pertunangan ini?" tanya Athalla.
"Sebaiknya kita jujur saja. Apa pun nanti reaksi mereka. Kita tidak bisa memaksakan hati ini lagi. Karena jika kita paksakan bersama, kita berdua akan makin terluka."
"Baiklah! Siapa yang akan maju duluan. Aku yang akan datang kerumahmu atau kamu yang kerumahku menemui mami dan mengatakan jika kita tidak bisa bersama dan membatalkan pertunangan kita ini."
Syafa menarik napas panjang. Ini pasti tidak akan mudah. Apa lagi harus berhadapan dengan orang tuanya. Namun, mereka berdua telah sepakat akan saling membantu. Athalla juga berjanji akan membantu kekasih Syafa dengan memberikan pinjaman modal untuk usahanya.
Besok Syafa yang akan datang ke rumah Athalla dan bicara dengan Mami tentang pembatalan tunangan mereka. Hati Athalla sangat lega dengan semua ini. Akhirnya kesempatan untuk dia bersama Kania kembali terbuka.
***
Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Tak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan.
...****************...
Sambil menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.
Terima kasih.
__ADS_1