NODA MASA LALU

NODA MASA LALU
Bab 24. Bos dan Sekretaris.


__ADS_3

Pagi ini, Athalla dan Kania kembali melakukan presentasi. Tampak Athalla lebih fokus dan lancar dalam bicara kali ini. Mungkin efek rasa bahagianya kemarin. Begitu juga Kania. Semua memberikan tepuk tangan atas apa yang diucapkan Kania.


Setelah kelima perusahaan memberikan presentase, perusahaan besar itu minta jeda satu jam. Sebenarnya mereka telah memiliki pilihan. Hanya saja ingin mendengarkan sekali lagi presentase yang kemaren di ucapkan.


Akhirnya perusahaan Athalla yang memenangkan tender kali ini. Tampak wajah kurang senang dari Adit. Dia memandangi Athalla dan Kania dengan wajah masam dan merah.


Setelah membuat janji akan pertemuan berikutnya yang akan membahas kerjasama mereka kembali ke kamar untuk persiapan pulang.


Sepanjang perjalanan tangan Athalla selalu di genggaman Kania. Tidak peduli supir yang terkadang melirik melihat mereka. Sampai di kos Kania sekitar pukul 9 malam.


Sebelum ke kos, Athalla telah membelikan Kania makanan untuk sarapannya. Athalla tidak ingin kekasihnya itu selalu sarapan dengan mi instan saja.


"Aku pulang langsung biar kamu bisa istirahat. Langsung tidur! Jangan bayangin dan pikirkan aku, karena aku akan tetap ada dihatimu."


"Mas ngomong apa,sih? Gombal aja!"


Athalla tertawa dan mengecup dahi kekasihnya itu. Jika ingin mengikuti napsunya, ingin rasanya mencium bibir Kania lama. Setelah Kania masuk ke kamar kos barulah Athalla berjalan meninggalkan kos itu.


***


Pukul 07.00 pagi Athalla sudah tiba di depan rumah Kania. Wanita itu menyambut kedatangan kekasihnya dengan senyum.


"Sebentar, Mas. Aku mau ambil tas dulu," ucap Kania dan masuk ke kamar.

__ADS_1


Mobil Athalla sudah membelah jalanan menuju ke kantor. Sepanjang jalan Kania tersenyum sekali melirik ke arah Athalla.


"Ada apa sih kok senyum-senyum begitu?" tanya Athalla yang penasaran hal apa yang menggelitik perasaan kekasihnya itu hingga membuatnya tersenyum.


"Dih, kepo! Mau tau aja," jawab Kania yang kini sudah mulai berani menggoda Athalla. Dia sudah merasa nyaman dengan pria itu dan menganggap Athalla adalah bagian dari dirinya. Tidak ada sungkan ataupun segan.


"Aku serius, Sayang! Aku penasaran apa yang membuat kamu tersenyum. Tapi tahu nggak sih kalau kamu senyum, wajah kamu makin cantik, aku suka," balas Athalla.


Kalimat itu telah berhasil membuat wajah Kania bersemu merah, membuatnya menunduk malu seperti gadis ABG yang baru saja dipuji oleh pria yang disukainya.


"Ayo dong, Sayang kasih tahu ada hal lucu apa?" tanya Athalla. Namun, seketika Athalla memikirkan satu hal dan segera menunduk ke arah celananya. Dia pikir mungkin saja resletingnya terbuka hingga membuat gadis itu tersenyum, tapi nyatanya tidak. Pakaiannya rapi dan jagoan masih terbungkus aman di dalam sana.


"Idih, pikirannya jorok. Aku nggak senyum gara-gara itu ya," sambar Kania yang ikut melihat ke arah celana Athalla. Keduanya pun tertawa bersama.


"Kok tiba-tiba wajahnya cemberut? keningnya ditekuk mikirin apa sih? baru tadi kita tertawa bersama, sekarang udah cemberut aja," ucap Athalla tidak suka melihat kening Kania berkerut karena kalau sudah seperti itu pasti kekasihnya itu sedang memikirkan sesuatu yang serius.


Athalla tidak ingin apapun yang terjadi, Kania menyimpan hanya untuk dirinya sendiri. Bagi Athalla, dia harus menjaga dan juga membantu Kania di setiap masalah yang dihadapi wanita itu.


"Aku serius Mas, nggak ada masalah apa-apa. Percaya deh." Kania kembali tersenyum untuk menenangkan pikiran pria itu.


Bukan rahasia umum lagi di kantor itu, semua karyawan mulai membicarakan hubungan mereka tidak terang-terangan. Tentu saja mereka hanya bicara ketika jauh dari pendengaran Athalla, tidak mungkin mereka berani membicarakan bosnya. Tapi saat Kania melintas, tanpa beban mereka akan mulai bergunjing mengatakan dirinya tidak tahu malu karena sudah memikat Bos mereka.


Entah tahu dari mana para karyawan di divisi yang satu lantai dengan Athalla tahu status Kania dengan video syurnya. Kania tidak ingin berburuk sangka dengan menuduh seseorang. Mereka mencemooh, mengatakan bahwa Kania pasti menggoda Bos mereka dengan tubuhnya.

__ADS_1


Merasakan lirikan mata beberapa orang yang melihat mereka melintas membuat Kania mundur satu langkah, menjauh dari Athalla.


Tidak seharusnya memang mereka mempertontonkan kedekatan mereka, pasalnya di kantor ini mereka adalah Bos dan sekretaris.


Athalla yang menyadari kalau Kania membuat jarak di antara mereka, berhenti dan menoleh ke belakang. Tanpa malu Athalla justru mengulurkan tangannya kepada Kania ketika akan memasuki lift, tapi Kania menggeleng lemah, dan memberi tanda agar mereka menjaga jarak karena ini adalah kantor.


Athalla yang memahami isyarat dari Kania mengikuti apa mau wanita itu, lebih dulu naik ke lantai atas baru disusul Kania dengan lift berikutnya.


Kania hampir terjungkal ke belakang saat membuka pintu ruangan Athalla dan mendapati pria itu berdiri di depan pintu untuk menunggunya. Begitu pintu ruangan Athalla ditutupnya, pria itu menarik tangan Kania dan membawanya duduk di sofa.


"Kenapa sih tadi nggak mau satu lift dengan ku? Aku juga ingin menggandeng tanganmu, tapi kamu tolak. Aku salah apa? Kamu malu ya jalan bareng aku?" protesnya merajuk.


"Mas, ini kantor, kita harus memikirkan apa pandangan karyawan terhadapku dan terhadapmu. Aku nggak mau masalah pribadi kita dicampuradukkan dengan pekerjaan."


Kania mendekat dan menggenggam tangan Athalla, mencoba memberi penjelasan kepada pria itu bahwa itulah yang terbaik saat ini, yang bisa mereka lakukan. Mereka harus profesional dalam bekerja, tidak melibatkan perasaan dan mempertahankan kemesraan di depan banyak karyawan.


Sebisa mungkin Kania bekerja dengan profesional. Walaupun di dalam ruangan, Athalla sering kali membuatnya salah tingkah, baik dengan memandanginya atau mengirimkan pesan berbentuk hati.


Untuk makan siang, Kania yang sudah membawa bekal untuk mereka berdua mempersiapkan makanan di atas meja. Athalla yang melihat hal itu tersenyum manis ke arah Kania, begitu gembira membayangkan hidupnya akan sempurna saat memiliki istri seperti Kania.


Kita makan dulu ya, Mas, eh Pak," ralatnya mengingat ini adalah kantor.


Athalla menyantap bekal yang di bawa Kania dengan lahap. Padahal wanita itu hanya membawa lauk telur balado dan sayur bening bayam. Athalla meminta besok Kania memasak dan membawakan bekal lagi untuknya. Kania senang melihat Athalla yang menyukai masakannya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2