Om Posesif Itu, SUAMIKU!

Om Posesif Itu, SUAMIKU!
SADBOY


__ADS_3

Bagaimana perasaanmu saat mendapatkan undangan pernikahan dari orang yang sedang kamu cintai? Sakit, perih, terluka, hancur, kecewa, 'kan?


Yaps. Hal itulah yang dirasakan Gilang sekarang. Ia menatap sendu undangan yang Vino berikan. Undangan yang dititipkan oleh Ayu pada Vino agar bisa diberikan kepada semua teman kelas Manda. Pagi tadi.


Sekarang, pilihannya hanya ada dua. Datang atau tidak. Jika harus datang. Maka Gilang harus merasakan sakit lagi. Perasaan yang lebih sakit dari yang ia rasakan sekarang. Dan jika tidak datang. Dia merasa tidak enak dengan teman-teman sekelasnya.


"Manda, kenapa kamu kasi aku ini?" Undangan itu dia letakan di atas meja. Matanya terpejam perih. Menahan air mata yang hendak jatuh.


Dia seperti ini bukan tanpa alasan. Manda bagaikan permata dalam hidupnya. Gadis satu-satunya yang berani menyusup ke dalam kehidupan yang awalnya gelap, tanpa warna itu.


Manda seolah membawa cahaya baru dalam hidup Gilang. Menyinari sisi gelap yang Ayah dan Ibunya tinggalkan.


Sebelum Gilang mengenal Manda, dia termasuk golongan remaja yang tidak percaya akan adanya cinta dan kasih sayang. Dia tumbuh tanpa mengenal apa itu cinta, bagaimana rasanya disayang dan dikasihi oleh orang yang mencintainya.

__ADS_1


Ibu dan Ayah Gilang sudah bercerai sejak ia masih berusia 5 tahun. Bahkan Gilang tidak pernah tau di mana Ayahnya sekarang. Ibunya selalu menekankan pada dia. Agar tidak pernah bertanya dan mencari tau tentang sosok Ayahnya. Jika dia tidak ingin kecewa.


Sedangkan Ibu Gilang. Dia selalu sibuk dengan pekerjaan dan karirnya. Jarang memiliki banyak waktu untuk Gilang. Hal itulah yang membuat remaja 18 tahun itu seperti sekarang. Dia belum siap kehilangan sosok pembawa cahaya dalam hidupnya. Yaitu Manda.


Karena Mandalah satu-satunya orang yang bisa membuat ia nyaman. Membuat ia merasa lebih damai, tenang dan sejuk setelah mengenal gadis itu.


Hidupnya juga banyak berubah, itu semua karena kehadiran Manda dalam hidupnya dua tahun yang lalu. Mereka sempat menjalin hubungan sekitar satu tahun. Berakhir karena permintaan Manda sendiri.


Namun sayang, keadaan tidak pernah berpihak padanya. Di saat ia mulai punya harapan. Di saat itu juga fakta menjatuhkan dan menghancurkan hidupnya. Manda ternyata sudah menikah dan sudah tidak ada lagi harapan lebih. Gadis itu menolak ajakannya untuk berteman seperti biasa.


Lama matanya terpejam. Sampai tiba-tiba ia langsung berdiri dan membuka lemari. Mengemas semua baju dan barangnya ke dalam koper. Dia hanya menyisakan undangan tadi di atas meja.


Faktanya, dia tidak sanggup untuk menghadiri pernikahan itu. Lebih baik dia pergi. Menjauh dan mengasingkan diri lagi. Tanpa Manda. Tanpa dekat dengan gadis itu lagi. Dan tanpa membawa semua kenangan tentangnya.

__ADS_1


Gilang pergi. Tanpa ada kepastian kapan dia akan kembali. Atau lebih tepatnya, dia tidak akan pernah kembali dan menginjakkan lagi kakinya di kota ini.


Dia pergi tanpa berpamitan pada semua orang yang menghawatirkan keadaannya. Terutama Vino. Satu-satunya orang yang tau kisah tentang dia dan Manda.


Awalnya, Vino sudah berniat untuk tidak menyampaikan undangan itu pada Gilang. Tapi karena itu sebuah amanah. Dia pun terpaksa mengantarkannya. Vino juga sempat berpesan, jika Gilang tidak ingin datang. Tidak apa. Biar Vino yang menyampaikan permintaan maaf pada teman-temannya dan juga pada Manda.


Tapi semuanya berjalan di luar dugaan Vino. Dia tidak menyangka kalau Gilang akan pergi tanpa mengabarinya. Bahkan Vino sendiri tidak bisa menebak. Gilang pergi ke mana sekarang.


..."Seseorang tidak akan menyia-nyiakan kamu. Jika dia tau betapa berharga dan pentingnya dirimu."...


...****************...


...Sadboy. Gilang Sandi Ramadhani....

__ADS_1


__ADS_2