
Manda memasukkan baju, celana, dan sarung yang akan Ahkam bawa ke dalam koper. Mereka baru saja membeli perlengkapan lain seperti peralatan mandi dan belajar. Setelah memastikan semua baju sudah dimasukkan, Manda beralih merapikan meja belajar, ada beberapa buku yang ingin Ahkam bawa katanya!
Saat sedang merapikan buku-buku Ahkam, sebuah foto ukuran 2R tiba-tiba jatuh dari salah satu buku yang Manda angkat!
"Loh kok ada di sini?" gumam Manda saat melihat foto masa kecil Ahkam, foto itu diambil saat ulang tahun Manda yang ke 19, ada Sahila juga di sana, tepat berdiri di samping kanan Ahkam. Sekilas Manda tersenyum, ia paham sekarang, foto ini pasti menikmati kenangan yang istimewa kan bagi anaknya?
"Bang Ahkam?" panggil Manda.
"Iya, Ma?" Tak butuh waktu lama, Ahkam sudah berdiri di depan Manda, bersama dengan Zahira dalam gendongannya! Lalu ada Abhizar yang mengekor di belakang!
"Buku yang mana aja yang bakal Ahkam bawa?"
"Emm, udah kok, Ma. Udah Ahkam masukin ke tas yang itu!" ucap Ahkam sembari menunjuk tas hitam di atas kasur dengan ibu jarinya.
"Oh ya udah, Mama pikir belum!" Manda tersenyum jahil. "Kalo ini, mau tetap di simpen di sini, atau dibawa juga?"
Wanita dengan hijab abu muda itu mengangkat foto yang ia temukan tadi, memperlihatkan pada Ahkam!
"Loh Mama temuin di mana?" tanya Ahkam heran, sedikit kaget.
"Nggak tau, tiba-tiba jatuh tadi pas Mama lagi rapiin buku Ahkam!"
"Ahkam kira udah hilang, soalnya kemarin udah Ahkam cari-cari tapi nggak ketemu!" jelas Ahkam dengan raut wajah sedih, tapi ia kembali tersenyum saat Manda menyerahkan foto itu padanya.
"Kalo berharga, disimpen dan dijaga dengan baik, supaya nggak hilang!"
"Iya, Ma. Terimakasih."
Manda mengangguk, "Kembali kasih, Sayang."
"Zira, ayo sini mandi sama Mama!" Manda mengeluarkan tangannya, tapi Zira malah menatap Ahkam, setelah Ahkam mengangguk barulah bocah itu mau pindah ke gendongan Mamanya!
"Abang By mandi juga! Udah sore, nanti keburu Papa pulang!"
Abhizar mengangguk, ia melepas mainnya di atas kasur Ahkam, lalu beranjak ke kamar mandi untuk mandi sendiri!
"Ya udah Mama mandiin Zira dulu, ya. Ahkam kalo mau pergi main sama temen-temen, silahkan. Dipuas-puasin dulu ketemunya, nggak apa-apa!"
"Emmm, nanti aja ketemunya pas di masjid, Ma. Ahkam mau rapiin gudang samping soalnya, sekalian perpisahan sama busur kesayangan!"
"Ohya udah, nanti Mama susul ke sana, ya, selesai mandiin Adek!"
"Iya, Ma."
Ahkam duduk di atas kasur, setelah Mamanya keluar ia pun mengangkat foto yang sedari tadi dia pegang, seulas senyum muncul saat menatap dirinya dan Sahila di sana, saat itu Ahkam menggunakan jubah putih yang baru dibelikan Papanya, sementara Sahila dengan gaun pink yang dipadukan dengan jilbab putih, serasi dengan Mama Manda!
"Jaga diri baik-baik, ya. Tunggu Ahkam selesain semua impian Ahkam!" Remaja itu membuka resleting tasnya, mengambil sebuah buku lalu menyelipkan foto tadi di sana!
__ADS_1
Jika diinget-inget Ahkam merasa sedih juga, terutama ketika ia mengunjungi makam orang tuanya tadi pagi. Ahkam tak bisa menahan air matanya, sekali lagi ia harus jauh dari Ibu dan Ayah! Dadanya terasa begitu sesak, seolah semua rasa sakit yang ia rasakan saat ditinggal oleh kedua orangtuanya kembali menghantui!
Ahkam menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya pelan, tadi pagi ia sudah menangis sepuasnya, bahkan sampai Zahira dan Abhizar ikut menangis! Walaupun mereka tidak faham apa yang Ahkam tangisi!
"Insyaallah, Ibu dan Ayah udah tenang di sana!" ucap Ahkam menyemangati dirinya sendiri!
...****************...
Pernah nggak sih ngerasain di posisi : masih temenan, masih sering liat, masih sering ketemu, masing sering disapa, tapi nggak bisa sedekat dulu lagi?
Nah, Sahila sedang di posisi itu sekarang, dia masih berteman dengan Ahkam, masih sering melihat Ahkam, bahkan setiap hari! Masih sering ketemu (walaupun kebetulan) kadang Sahila yang nyapa duluan, atau kadang sekali dua Ahkam yang menyapa! Tapi tetap saja, semuanya tidak sama seperti dulu lagi!
Seolah sekarang ada dinding pembatas di antara mereka, tidak ada kontak fisik, bahkan untuk kontak mata saja Ahkam sering menghindar!
Huffs, gadis itu menghembuskan napas pelan, tinggal hitungan hari saja, setelah itu, tidak ada lagi kesempatan untuk bertemu dengan Ahkam!
Sebenarnya Sahila juga akan masuk pondok sehari setelah keberangkatan Ahkam, karena kebetulan pondok pesantren tempat Sahila mendaftarkan diri masih di provinsi yang sama! Sebelumnya Sahila pernah mengajukan permintaan untuk mondok di tempat yang sama seperti Ahkam, tapi karena jaraknya yang cukup jauh, Bundanya belum mengizinkan! Mungkin jika sudah menempuh bangku Sekolah Menengah Atas baru diizinkan?!
Gadis itu menatap buku yang ia pegang, ia ingin memberikan buku ini sebagai kado ulang tahun Ahkam, tapi masih bingung harus menyerahkannya kapan? Sedangkan ulang tahun Ahkam masih 2 bulan lagi!
"Yang penting udah niat, kalo emang rezekinya Ahkam pasti akan sampe, entah dengan cara apa nanti!" gumam gadis itu!
Sahila meletakkan buku itu di rak bukunya, tersusun rapi dengan buku-buku yang lain. Sebagai seorang gadis yang gila baca, Sahila mempunyai banyak koleksi bacaan, bahkan setiap mendapatkan uang dari Bibi atau Pamannya pasti ia gunakan untuk membeli buku, terlebih lagi Sahila tergolong remaja yang tidak memainkan Handphone, benar-benar tidak bermain Handphone! Tidak ada sosial media! Tidak suka nonton YouTube! Waktunya benar-benar dihabiskan untuk hal-hal yang ia sukai, yang bermanfaat untuknya! Berbanding terbalik dengan yang nulis nih cerita:)
Ustadz Agam - Ayah Sahila mendidik Sahila dengan begitu tegas, bahkan Sahila punya target khusus setiap bulan, yang harus ia setor pada Ayahnya! Minimal dia harus menyetor 3/4 juz hafalan baru dengan lancar! Dan setiap sore harus mengulangi hafalan sebelumnya, atau muroja'ah hafalan! Dan itu harus lancar!
"Cila, Mama Manda tadi ada pesen brownies kesukaan Ahkam, nanti kalo udah jadi Cila bantu anterin ya? Bunda masih ada orderan soalnya!"
Sahila tersenyum sembari mengangguk pelan. "Iya, Bunda. Bunda butuh bantuan Cila?"
"Boleh siapin bahannya?"
"Siap, laksanakan, Bunda!" Gadis itu bangkit, berjalan menuju dapur dengan penuh semangat!
Sebenarnya Bunda bisa aja menyerahkan pesanan Mama Manda ke toko, tapi entah kenapa, Bunda selalu ingin memberikan yang terbaik, yang ia buat dengan tangannya sendiri, tidak menggunakan jasa para pekerja toko kuenya!
Memang ya, orang baik pasti selalu dikelilingi oleh orang baik juga!
...****************...
Sahila menatap buku yang dia pegang sekali lagi, ragu antara kasih sekarang atau menunggu kesempatan lain saja?
"Sekarang?" gumam gadis itu mengikuti kata hatinya! Ya harus sekarang!
"Bunda, Cila berangkat ya?"
"Iya, hati-hati ya, Nak!"
__ADS_1
"Assalamualaikum, Bun."
"Waalaikumussalam, hati-hati!"
Sahila melangkah keluar rumah dengan mendahulukan kaki kiri, tak lupa membaca doa keluar rumah, sesuai dengan apa yang ia pelajari dari Ayah dan guru-guru ngajinya!
Jarak dari rumah Sahila ke rumah Ahkam hanya membutuhkan waktu sekitar 7 menit jalan kaki! Bukanlah jarak yang jauh bagi Sahila!
"Assalamualaikum..." ucap Sahila begitu sampai, kebetulan gerbang depan memang sedang dibuka lebar!
"Waalaikumussalam?" Ahkam membuka pintu depan, remaja itu tersenyum sekedarnya saat melihat Sahila.
"Pesanan Mama Manda!" Sahila menyerahkan kresek yang berisi dua kotak brownies itu pada Ahkam, Ahkam menerimanya dengan cara memang bagian bawah. Tanpa harus bersentuhan dengan tangan Sahila!
"Udah dibayar belum sama Mama?"
"Udah kok!" Sahila masih menyembunyikan buku yang akan ia berikan di belakang punggungnya. "Emmm, Ahkam?"
"Iya?"
"Ini." Pelan gadis itu memperlihatkan buku dengan judul "Senin bersama Rasulullah"
"Buat Ahkam?"
Sahila mengangguk pelan, kepalanya tertunduk menatap lantai, tak berani menatap ke arah Ahkam.
"Ahkam terima, terimakasih ya, Cila."
"Sama-sama, semoga bermanfaat."
"Emm, mau masuk dan ketemu Mama dulu?"
"Nggak deh, Cila langsung pulang aja, titip salam buat Mama Manda."
"Iya."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam." Ahkam menatap buku yang Sahila berikan. Ia tersenyum saat membaca judulnya.
"Cila?!"
Gadis itu menghentikan langkahnya lalu menoleh.
"Semangat!" ucap Ahkam sambil mengepalkan tangan kanannya, tak lupa senyum manis yang membuat Sahila langsung mengalihkan pandangan, terlalu mempesona!!!
"Semangat buat Ahkam juga!"
__ADS_1
Setelah itu, gadis itu berlalu tanpa menoleh lagi, meninggalkan jejak senyuman di wajah Ahkam!