Om Posesif Itu, SUAMIKU!

Om Posesif Itu, SUAMIKU!
DIA, ISTRIKU! - 18. Truth or Dare!


__ADS_3

"Khemm!" Zeeviana meletakkan sebuah botol kaca di tengah-tengah, sekarang mereka sedang duduk melingkar di halaman belakang, Ahkam sibuk melihat koleksi robot dan barang-barang antik milik Bian. Ditemani oleh seorang pelayan.


Sedangkan keempat orang itu memutuskan untuk bermain game Truth or Dare. Tentunya ini keinginan Zeeviana dan Manda, Bian dan Zidan hanya ikut-ikutan. Maklum, mereka kan spesies suami sayang istri!


"Yang paling tua yang duluan!" Bian mengoper botol pada Zidan. Zidan tersenyum kecut, sebenarnya dia tidak terlalu paham cara mainnya gimana!


"Diputer nih?"


"Iya!"


Botol kaca berputar di tengah-tengah, Zeeviana menggeleng pelan, jangan sampai berhenti di dia!! Dan ---


"Sial!" Bian mendengus saat botol itu berhenti tepat menujuk ke arahnya.


"Truth or Dare, Kak?!" tanya Zeeviana antusias. Jarang-jarang lho mereka main permainan seperti ini!


Bian dalam dilema, dia berpikir sejenak. "Truth, deh truth!


"Hal paling kamu sukai dari Zeeviana?" tanya Zidan, karena dia yang memutar botol, maka dialah yang memiliki hak untuk memberikan pertanyaan!


"Senyumnya!" Bian melihat Zeeviana lagi. "Nggak ada yang lebih berharga dari itu! Sepertinya tujuan hidupku membuat Zeeviana selalu tersenyum!"


Zeeviana tersipu malu, bisa-bisanya Bian malah membuat dia baper di depan Zidan dan Manda.


"Aduh, manis ya!" lirih Manda.


Sekarang botol beralih ke tangan Bian. Berputar keras.


"Aku?" Manda menujuk dirinya sendiri saat botol kaca berhenti.


"Iya, truth or dare, Manda!!" tanya Zeeviana.


"Emmm---" Manda melirik Zidan. "Dare?"


"Oke, dare! Lakuin satu hal yang paling nggak disukai Zidan!" tantang Bian.


"Hah?" Manda menggeleng pelan. "Boleh ganti nggak?"


"Hahahaha, nggak boleh lah, cuman sekali aja Manda, nggak apa-apa!"


Zidan melotot, bisa-bisanya Bian memberi tantangan seperti itu pada Istrinya! Awas kau ya!!


"Maaf ya, Bang!"


Manda mengeluarkan HP-nya, Zeeviana mengintip, kira-kira apa yang akan dilakukan Manda.


"Udah!"


Manda menunjukan layar HP-nya pada Bian, dan Zidan. Ada profil Instragram Mike Angelo di sana. Dan Manda mengikutinya.


Ekspresi wajah Zidan menunjukkan ketidaksukaan, tapi bukan marah pada Manda, dia malah menatap Bian yang duduk di sampingnya!


"Kalo bukan karena tantanganmu, Istriku nggak bakalan kayak gitu!!"

__ADS_1


"Hahahaha, santai, santai, lagian cuman permainan aja!"


"Udah ya, udah!" Manda segera mematikan HP-nya, sebelumnya dia menekan tombol unfollow pada Mike Angelo, sedia payung sebelum hujan, jika tidak begitu, bisa-bisa Zidan akan cemburu besar!


"Sekarang aku!" Zeeviana mengambil botol kaca, memutarnya, dan malah berhenti di Manda lagi.


"Aaa, botolnya punya dendam apa sih sama aku!" lirih Manda.


"Truth or Dare?"


"Truth!" Manda kapok dengan tantangan dari Bian.


"Satu kata tentang Kak Zidan?"


"Berharga!"


Zidan yang awalnya kesal langsung tersenyum samar. Dia berharga banget ya dalam hidup Manda?!


Zeeviana ikut tersenyum, lalu menyerahkan botol pada Manda. Karena Manda yang paling muda di antara mereka!


Botol berputar dan kali ini berhenti di Zeeviana, Manda senyum kegirangan. Akhirnya Zeeviana kena juga!!


"Truth or Dare?"


"Truth!"


"Panggilan spesial untuk Kak Bian?"


Zeeviana senyum-senyum sendiri, sedikit berbisik pada Manda. "Om Bian!"


Zidan dan Bian saling menatap, huh, ternyata nasib mereka sampai sekarang masih tetap sama ya??


"Sekarang giliranku!" Zidan mengambil botol lagi, memutar sedikit pelan. Berhenti di dirinya sendiri.


Bian langsung bersuara, "Truth or Dare?"


"Truth!"


"Manda atau Perusahaan?"


"Manda!" jawab Zidan penuh keyakinan. "Usaha bisa dirintis lagi, tapi kalo Manda? Aku nggak bisa hidup bahagia tanpa dia!"


Manda tersenyum malu. Permainan berakhir sampai di situ saja, karena jam sudah menunjukkan pukul 12. Manda dan Zidan harus segera pulang, Manda harus istirahat total, karena besok mereka akan melakukan penerbangan ke Singapura.


"Kapan-kapan ajak Ahkam main ke rumah ya!" ucap Zeeviana, belum rela rasanya melepaskan kepulangan Manda. Pertemuan mereka terlalu singkat, harusnya Manda sampai malam saja di sini! Menjadi teman ngobrolnya!


"Sukses terus ya, tenang, aku ada kok!" ucap Bian sambil menepuk pelan pundak Zidan.


"Uncle?" Ahkam kembali mengulurkan tangannya, Bian tersenyum saat bocah itu mencium punggung tangannya penuh rasa hormat. "Besok main ya ke rumah Uncle, main robot-robotan lagi sama Adik Kecil!"


"Oke, Uncle!"


Ahkam tersenyum saat mencium punggung tangan Zeeviana. "Jangan kapok ya main ke rumah Aunty Zee!"

__ADS_1


Bian memang tidak memberikan oleh-oleh apapun, tapi dia langsung mengirimkan oleh-oleh sekaligus kado pernikahan yang tertunda untuk Zidan dan Manda. Kebetulan Bian tidak memiliki apapun di Villa. Maklum, niat utama mereka ke sini untuk liburan dan menikmati waktu bersama Zeeviana.


Sampai di Villa Anggrek, Zidan langsung mengambil air wudhu untuk sholat Dzuhur berjamaah dengan Manda dan Ahkam. Sorenya mereka meninggalkan Villa Anggrek, kembali ke rumah untuk packing barang-barang yang akan mereka bawa ke Singapura.


"Ini?" Manda tak mampu berkedip begitu melihat banyak sekali barang-barang yang bertumpukan di teras depan.


"Tadi ada yang kirimin ini semua buat Pak Zidan, katanya udah dikonfirmasi juga!" jelas Pak Dody.


Zidan mengangguk, tidak lain dan tidak bukan, ini pasti ulah Bian dan sekretarisnya! Siapa lagi kalau bukan mereka yang suka memberi hadiah secara besar-besaran!


"Ya udah, tolong bawa ke dalam ya semuanya!"


Manda menggeleng pelan, Bian dan Zeeviana memang orang-orang yang baik, Manda sangat beruntung bisa mengenal mereka. Terutama Zeeviana yang mengakui Manda sebagai adiknya sendiri.


"Terimakasih ya Kak Zee, untuk hadiahnya!" ucap Manda , Zidan langsung menghubungi Bian, bermaksud untuk berterimakasih tadi.


"Sama-sama, Manda. Semoga suka, dan bermanfaat buat Manda sekeluarga!"


"Besok sehabis pulang dari Singapura, Manda bakalan main lagi ke rumah kalian!"


"Oke, Manda. Ditunggu ya kedatangannya, jadi teman main Baby L!"


"Siap, Kak Zee. Ya udah Kak. Sehat-sehat di sana!"


"Manda juga! Titip salam buat Ahkam!"


Hp beralih ke tangan Zidan. Pria itu lanjut mengobrol dengan Bian. Katanya ada beberapa hal yang lupa mereka bicarakan tadi. Penting!


"Ahkam, ayo bantu Mama packing barang-barangnya Ahkam!"


Ahkam langsung berlari, masuk ke dalam kamarnya, dan membantu Manda memasukkan pakaian yang akan ia bawa, tidak banyak, karena mereka hanya satu Minggu di sana.


Sementara itu, Mama Melinda sudah menyiapkan kamar untuk Manda, Ahkam dan Zidan. Jauh jauh hari sebelum mereka akan berangkat. Tak lupa juga menyiapkan perayaan kecil-kecilan sebagai rasa syukur atas kehamilan menantunya.


Barusan Stella mengabarkan, kalau dia tidak bisa ikut merayakan suasana tahun baru di Singapura. Karena harus menemani suaminya yang sedang mendapat tugas dari perusahaan. Mereka sedang berada di Turki sekarang.


Mama Melinda menghela napas, memperbaiki bingkai foto pernikahan Zidan dan Manda. Yang menghiasi dinding kamar mereka.


"Mama janji, Mama akan lindungin kamu dan Ahkam. Mama akan melakukan apapun demi kebahagiaan kalian!"


Tangan Melinda membelai bingkai foto itu, rasanya sudah tidak sabar lagi bertemu dengan Zidan dan Manda. Tidak sabar lagi mendengar cerita Ahkam, cucunya.


...****************...


Zidan mengecup kening Manda, setelah memastikan wanita itu tidur dengan lelap, ia mengambil Hp Manda di atas meja rias, membuka sandi yang sudah di luar kepalanya.


Sebenarnya Zidan sudah menunggu momen ini sejak tadi, tapi mengingat istrinya sedang hamil, dan emosi Manda sangat sedang tidak stabil, jadi Zidan berusaha mengalah, lebih baik menunggu Manda tidur saja. Baru menjalankan misinya!


"Pakek pelet apa, bro?" tanya Zidan pada foto Mike yang terpajang di postingan Instagram Aktor asal Thailand itu. Rasanya Zidan ingin mengirim undangan untuk tinju bebas saja dengannya! Berani-beraninya dia mengambil alih perhatian Manda!


Tapi walaupun begitu, Zidan tersenyum lega, karena faktanya tidak sesuai dengan apa yang Zidan duga. Manda ternyata sudah membatalkan mengikuti Si Mike Mike itu!


"Hahahaha, bye bye!"

__ADS_1


Zidan tertawa kejam setelah memblokir akun Instagram Mike. Rasanya seperti menang melawan saingannya!


Lagian masa Zidan harus kalah sama yang Virtual? Kalau yang di real life aja bisa Zidan taklukkan!


__ADS_2